<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617</id><updated>2011-09-06T19:07:45.757+07:00</updated><title type='text'>Nahnu Du'at Qobla Kully Syai'</title><subtitle type='html'>Blogs, Ternyata menulis itu menyenangkan. Apalagi bisa menulis sesuatu yang bisa memberikan manfaat terhadap diri sendiri dan orang lain. 
  Telah datang perintah membaca kepada umat Islam, perintah yang tidak diturunkan untuk umat-umat sebelumnya..sedangkan menulis adalah salah satu turunan dari kewajiban membaca... "Sampaikanlah walau hanya satu ayat.", begitulah perintah nabi, dan menulis bisa menjadi sebuah sarana yang baik untuk mengaplikasikan perintah untuk menyampaikan...

---Tulabi---</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-8316855989370806306</id><published>2009-03-10T09:09:00.003+07:00</published><updated>2009-03-10T09:11:15.509+07:00</updated><title type='text'>Izinkan Abi Membahagiakanmu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SbXL-plzuWI/AAAAAAAAACo/QlsI0ky6kD8/s1600-h/AnakQu-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SbXL-plzuWI/AAAAAAAAACo/QlsI0ky6kD8/s320/AnakQu-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311375612730128738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Dua bulan berlalu sudah nak, dua bulan sudah.. mungkin bagi keramaian orang, waktu selama ini tidak berarti apa-apa sayang, namun bagi bapak ini waktu yang sangat lama tidak menemanimu disana nak..dua bulan sudah berlalu dan rasa rindu kepada dirimu semakin memenuhi rongga-rongga di dalam hati ini yang membuat sesak karena dipenuhi cinta dan harap… ah, seandainya penawar rindu ini bisa bapak beli untuk mengobatinya…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Dua bulan sudah berlalu tanpa bapak disampingmu, ingin rasanya bapak selalu berada disana bersama dirimu nak, menemani saat-saat engkau belajar untuk menggerakkan jemari-jemari mungilmu, mengajarkan kepadamu tentang kehidupan yang akan engkau hadapi kelak… ah, seringkali ingin bapak mengatakan padamu bahwa kepergian ini semua untukmu nak, mencari nafkah agar engkau bahagia.. tapi sudahlah, sepertinya itu bukan alasan yang tepat untukmu…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Masih sangat segar tersimpan didalam benak bapak ketika pertama kali melihat engkau menangis, betapa bahagianya hati ini ketika itu… betapa senangnya melihat tubuhmu yang mungil dan merah ketika baru saja dilahirkan.. betapa riangnya hati bapak ketika menggendong tubuh lemahmu dan mengumandangkan kebesaran Allah dikedua telingamu… betapa riangnya…betapa bahagianya… Namun ketahuilah nak, betapa terharunya hati ini ketika melihat pengorbanan ibumu untuk dapat melahirkanmu,… maka ingatlah selalu pesan ini baik-baik nak, muliakanlah ibumu semulia-mulianya..sayangilah dirinya melebihi apapun yang engkau sayangi setelah Allah dan Rasul-Nya… karena syurgamu berada dibawah telapak kakinya.. jadikanlah dirinya bagian dari jiwamu yang selalu akan engkau bawa sampai kapanpun…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Sudah dua bulan semenjak kelahiranmu nak, Setiap harinya bapak hanya bisa mendengarkan ibumu bercerita berjam-jam dengan penuh semangat tentang perkembangan dirimu hari demi hari.. ketahuilah nak, betapa bapak dan ibumu sangat menyayangi dirimu, didalam doa-doa malam kami selalu kami titipkan harapan kepada Allah, semoga Allah mengasihi dan menyayangimu sayang…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Sudah dua bulan nak..Izinkan bapak untuk membahagiakan dan menyayangi dirimu sebagaimana Rasulullah menyayangi putri-putrinya.. walaupun masih terasa sangat jauh sekali apa yang ada pada diri bapak jika dibandingkan dengan ketulusan hati Rasulullah, namun berikanlah bapak kesempatan untuk membahagiakan dirimu sayang…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Ketahuilah nak, didalam rasa rindu bapak yang mendalam kepadamu.. tersimpan keinginan yang kuat untuk memberikan segalanya yang terbaik untukmu, ingin rasanya bapak bisa mendidikmu sebijaksana Lukmanul Hakim mendidik putranya.. atau Mengajarkanmu keikhlasan sebagaimana Ibrahim mengajarkan keikhlasan kepada Ismail.. atau seperti umar mengajarkan keadilan kepada putra-putranya.. atau juga sebagaimana Ali mengajarkan keberanian kepada Hasan dan husein.. Semoga Alllah Tabaraka wata'ala memudahkannya sayang... semoga..&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Sudah dua bulan berlalu, Semoga kelahiran dirimu menambah bobot kebaikan pada bumi ini nak, semoga Allah merahmati dirimu… dan semoga engkau dijadikan seorang anak yang shaleh…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Hingga hari ini…doa-doa itu masih selalu terucap dalam tiap sujud-sujud panjang orang tuamu sayang…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;(Surat Cinta dari Ayahanda---)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitra.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-8316855989370806306?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/8316855989370806306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=8316855989370806306&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/8316855989370806306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/8316855989370806306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2009/03/izinkan-abi-membahagiakanmu.html' title='Izinkan Abi Membahagiakanmu...'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SbXL-plzuWI/AAAAAAAAACo/QlsI0ky6kD8/s72-c/AnakQu-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-6371384504832045587</id><published>2009-01-07T10:09:00.006+07:00</published><updated>2009-01-12T15:59:34.386+07:00</updated><title type='text'>Merubah Jalan hidup ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQdmHr2JDI/AAAAAAAAACU/s2K26-iMOsA/s1600-h/mkm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQdmHr2JDI/AAAAAAAAACU/s2K26-iMOsA/s320/mkm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288384403174990898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar…Laailahailallahu Allahuakbar ..Allahu akbar Walillahilhamd…&lt;/span&gt;Langit dipagi yang cerah, menyambut hari dengan penuh suka Cita..Hari yang besar dan dinanti-nanti telah tiba, “Akhirnya waktu ini datang juga” batinku bersyukur. Terdengar suara takbir menggema dimasjid-masjid menyerukan kebesaran ilahi, Pagi ini 19 Februari 1999, lebaran telah datang kembali, aku dan ibu saling bertatapan mata dan kemudian terlihat butiran butiran air mata dari matanya yang mulai menggantung di kelopak matanya yang tua dan lelah... tidak berbeda dengan lebaran tahun yang lalu, Pagi ini terasa berat, suasana hati yang berada diantara kebahagiaan menyambut hari kemenangan idul Fitri dan kepedihan beridul Fitri tanpa ayah…. Ini lebaran kedua tanpa ayah, suasananya tidak akan pernah sama dengan lebaran-lebaran sebelumnya, terasa sangat berbeda..terasa sangat sepi..tidak terasa mata yang dua tahun lalu menangis karena kepergian ayah, masih saja sekarang mengeluarkan air mata untuk kepergiannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tanpa seorang ayah menjadikan hari-hariku, ibu dan adik-adik terasa lebih berat, kami harus berusaha mencari nafkah sendiri untuk bisa melalui hidup. Ibu orang yang tidak pernah mau diam dan menyerah dengan keadaan, beliau berjualan baju, celana, dan  pakaian-pakaian lainnya dari rumah kerumah, tetangga ke tetangga bahkan sampai keluar kota hanya untuk memperoleh beberapa rupiah agar hidup kami terus berlanjut. Maka Untuk menambah pengahasilan ibu, aku menawarkan diri menjadi pencuci piring di sebuah warung nasi milik tetangga rumah, Alhamdulillah pemiliknya mau memberikan kepadaku pekerjaan mencuci piring disore hari sepulang sekolah, selain mencuci piring terkadang aku harus pergi untuk berjualan koran dan majalah di pelabuhan kapal ketika ada kapal penumpang yang berlabuh. Yah, hitung-hitung mendapat 10.000 setiap hari sudah lumayan untuk membeli makanan, kadang juga ketika sedang mendapatkan banyak uang dari hasil jualan, aku mengajak adik-adikku ke pasar untuk sekedar membelikan es krim kesukaan mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini usiaku 15 tahun, pagi ini tahun kedua lebaranku tanpa ayah. Terlihat kesibukan rumah ketika akan berangkat bersama melaksanakan sholat idul Fitri di ”Lapangan Merdeka”. ”Fandi...Firman...ayo cepat mandi sudah hampir siang, kita berangkat sama-sama ke lapangan” teriakku memberi komando kepada kedua orang adikku agar segera bersiap-siap sholat Idul Fitri bersama-sama di lapangan. Fandi, saat ini telah berumur 10 tahun dan duduk dibangku kelas 4 SD, sedang Firman saat ini berusia 9 tahun dikelas 3 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat Idul Fitri selesai seperti biasanya dari rumah ke rumah orang-orang biasanya bersilaturahmi dan maaf-maafan, di Ambon tempat tinggalku tidak peduli apakah Islam atau kristen, setiap Natalan dan Lebaran kami merayakannya bersama. Ketika natalan, selalu ada kue dan makanan cemilan di Rumah-rumah orang Islam untuk disediakan kepada tamu yang akan datang, begitupula sebaliknya kalau lebaran tiba. Serasa tidak pernah ada jarak antara Islam dan kristen. Agama bagi kami bukanlah sesuatu yang  sensitif, bukan pula sesuatu yang penting. Ada rumah yang suaminya kristen dan istrinya Islam, ada juga yang Suaminya Islam sedang istrinya kristen, tentang anak-anaknya...yah kadang ke gereja sama maminya, kadang juga sholat jumat kemesjid dengan papinya, bukan suatu hal yang menjadi masalah di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan adik-adikku seperti biasa setelah sholat Idul Fitri kemudian bersilaturahmi ke rumah keluarga-keluarga kami yang lain, biasanya dimulai dari jam 8 selepas sholat hingga jam 10 pagi kami kerumah-rumah keluarga dan tetangga sekitar. Baru saja aku mau keluar rumah dan berkunjung ketempat teman-teman yang lain, terdengar suara ibu dari belakang rumah mencegah dan meminta untuk dibantu membersihkan perabotan-perabotan rumah yang masih belum sempat dibersihkan dari hari-hari sebelum lebaran. Yah, ketimbang aku main keluar mendingan aku bantuin ibu pikirku. Setelah makan siang terdengar salam dari pintu depan ”Assalamualaikum” seketika itu juga tanganku segera mengambil kunci pintu yang terletak tidak jauh dariku dan sambil berjalan cepat membukaan pintu, terlihat beberapa teman sekelasku datang. Segera kubukakan pintu rumah dan mempersilahkan kepada mereka untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kami bercakap-cakap, dari belakang rumah ibu membawakan teh dan beberapa cemilan yang memang disiapkan untuk tamu yang akan datang. Setelah beberapa lama ngobrol kemudian Shinta, Theo, dan juga Rendy mengajakku sekalian untuk bersama melanjutkan kunjungan ke rumah ketua kelas kami Andrian. Shinta dan Randy beragama Islam seperti aku, sedang Theo beragama Kristen. Lalu kamipun bersama menuju rumah Andrian, ketua kelas kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara rumahku dan rumah Andrian tidak begitu jauh sehingga hanya dengan berjalan kaki sekitar 30 menit kami sudah sampai dirumahnya. Ditengah perjalanan kami menemui beberapa penduduk kampung lain yang sedang tawuran, tapi melihat kondisi ini rasanya bagi kami adalah hal yang biasa saja, ini seperti pekerjaan rutin para pemuda antar kampung, biasanya tawuran, tapi jarang ada yang membakar rumah. Seperti biasa saja kami melalui tawuran antar pemuda ini, karena biasanya pun memang begitu pekerjaan mereka dan biasanya pun akan kembali reda dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di rumah Andrian sekitar pukul 3 sore, dan alhamdulillah orangnya juga ada dirumah. Ayahnya Andrian adalah seorang pelatih sepak bola daerah Ambon, aku dan teman-teman sekelaspun terkadang dilatih oleh ayahnya, sedang ibunya seorang ibu rumahtangga. Belum lama kami mengobrol, tiba-tiba dari arah luar kampung terlihat banyak orang-orang berlarian masuk kerumah masing-masing sambil berteriak-teriak. Melihat keadaan ini aku dan teman-teman menjadi bingung, dan sempat oleh ayahnya Andrian kami diminta untuk tetap berada didalam rumah dan tidak boleh keluar. Sekitar 10 menit menunggu ternyata keadaan terlihat semakin kacau, semakin banyak orang yang berteriak-teriak dan semakin ramai. ”Pa, ada apa orang-orang dong lari samua maso?” tanyaku kenapa orang-orang berlarian kepada seorang bapak yang terlihat panik, ”Islam dong su serang katong, maso..maso..jang ada yang kaluar”, dengan wajah yang penuh dengan ketakutan dia menjawab kalau mereka telah diserang orang-orang Islam dari seberang. Andrian dan keluarganya adalah muslim, namun tempat tinggalnya di daerah/Kampung (yang banyak) kristennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaranku terhadap apa yang terjadi diluar sana memaksaku untuk berlari keluar rumah dan melihat apa yang sedang terjadi, subhanallah...jalanan dipenuhi dengan orang-orang memakai senjata tajam dan saling menyerang. Diatas jembatan berukuran lebar 1 meter diatas sungai yang menghubungkan antara kampung Islam dan kampung kristen terlihat dua orang yang sedang duel dengan senjata masing-masing... ”oee abange, dong bakulai deng sapa?” (Bang, brantem sama siapa?) aku bertanya kepada seorang yang sedang bersiap menyerang dengan menggunakan parang, senjata khas maluku. Ternyata perkelahian antara dua kampung Islam dan kristen yang bersebelan dipisahkan oleh sungai, namun sampai saat itu aku masih saja belum menyadari kalau peperangan ini antara Islam dan Kristen, setahuku hanya antar kampung biasa. Kemudian aku kembali ke rumah andrian dan berlindung disana hingga merasa kondisi aman. Jam 9 malam setelah merasa agak aman dan tenang kondisinya aku memutuskan untuk pulang kekampungku, bersama dengan keempat teman-temanku yang lain. Shinta dan Theo tidak henti-hentinya menangis, setelah menelpon rumah masing-masing. Shinta baru mengetahui kalau rumah keluarganya telah dihancurkan, dilempar dan hampir saja dibakar, namun untunglah keluarganya diselamatkan oleh tetanggga-tentangga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan perjalanan pulang, tidak pernah kami membayangkan sebelumnya melihat kota ambon dalam keadaan hancur berantakan, seluruh kota sepi bagaikan kota hantu, pertokoan-pertokoan di jalan-jalau utama juga hancur, sepertinya terkena lemparan batu. Sepanjang jalan pulang kami semua mulai merasa khawatir dengan kondisi keluarga masing-masing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat dari jauh olehku ratusan orang yang berkumpul dan semuanya bersenjata, mereka berkumpul didekat sebuah gereja yang sangat diagung-agungkan dikota Ambon, Gereja Silo. Diriku tidak pernah menyangka, setelah mengantarkan kedua teman yang wanita untuk pulang, kemudian aku memutuskan untuk bergerak masuk kedalam gerombolan orang bersenjata parang dan tombak setinggi tubuhku. Diriku berada didalam gerombolan orang-orang itu, ratusan orang yang bersenjata, mereka menggunakan ikat kepala dan juga ikat lengan kain berwarna merah. Pikirku mereka sedang tawuran dengan kampung sebelah, aku memutuskan untuk melihat siapa yang menjadi lawan mereka. Tiba-tiba ”Jay, ose biking apa disini?” sebuah suara yang sangat aku kenal menyapaku. Wawan seorang kristen, teman baikku disekolah. Wajahnya seperti orang keheranan karena melihatku berada disana. Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku ini adalah perang antara Islam dan Kristen. Dengan segera dia menarik tanganku dan menagajak aku ke tempat yang sunyi kemudian memintaku untuk pulang, namun betapa polosnya aku mengatakan kepadanya kalau aku akan membantunya melawan kampung sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawan kemudian memisahkan dirinya dariku, dan aku berjalan semakin menuju kearah gerombolan yang paling depan, terlihat olehku sekelompok orang lainnya berdiri didepan sekitar 50 meter dekat dengan kampungku, mereka terlihat sedang menyanyi-nyanyi, dan kebanyakan diantara mereka menggunakan ikat kepada kain berwatna putih. Ditengah, antara kedua kelompok terlihat pula beberapa orang tentara dengan senjata laras panjang berjaga-jaga memisahkan keduanya. Dari arah belakangku ada seorang yang berteriak kepada para tentara yang sedang berusaha membubarkan mereka ”Kami hanya ingin melindungi gereja kami pak..”. Setelah beberapa lama disana menunggu terjadinya bentrokan, ternyata tidak terjadi juga. Sekitar pukul 11 malam badanku terasa amat letih dan bermaksud untuk pulang kerumah untuk tidur, bagiku tawuran adalah hal yang biasa aku lakukan sejak masih kecil di Ambon, hanya saja mungkin tawuran kali ini sesuatu yang lebih besar dari biasanya pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keletihan tubuhku telah mengalahkan rasa keingintahuanku yang lebih dalam tentang semua yang terjadi, yang aku pikirkan adalah pulang dan bisa tidur dengan lelap menghilangkan keletihan tubuhku, aku sudah tidak lagi ingin menganalisa kenapa tawurannya begitu besar kali ini, mengapa orang-orang memakai tanda ikat kepala, mengapa sampai tentara harus turun tangan dengan senjata laras panjang, dan kenapa pula persenjataan yang digunakan oleh orang yang menggunakan ikat kepala merah semuanaya seragam dan sama senjatanya. Semua pertanyaan-pertanyaan itu seakan-akan tidak aku pikirkan saat itu. ”lebih baik aku pulang saja” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dikampung, Masya Allah ternyata sangat ramai...seperti layaknya ada pasar malam dengan penjual yang meneriakkan barang-barang jualannya. Beberapa meter dari rumahku, terlihat ibuku berlari sambil menangis dan memeluk tubuhku sambil memegang dengan erat kedua tanganku serta memintaku untuk tidak kemana-mana lagi. Sepertinya sesuatu yang besar telah terjadi disini, namun sekali lagi keletihanku telah mengalahkan rasa keingintahuanku tentang ini semua, aku sangat letih dan sangat ingin tidur.. Baru beberapa langkah ingin menuju rumah, beberpa teman bermainku dirumah memanggil dan menceritakan tentang apa yang terjadi dari sore tadi ketika aku meninggalkan rumah. ”Katong habis bunu orang kristen, dong pung mayat katong taru sa dijalang-jalang, Barang dong jua bunu orang Islam..” terasa tidak percaya aku memelototi temanku yang sedang menceritakan peritiwa sore tadi kepadaku, dia menceritakan kepadaku kalau dia dan teman-teman yang lain baru saja membunuh beberapa orang kristen karena orang kristen juga membunuh orang islam, bahkan katanya mayatnya masih diletakkan di jalanan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, aku masih dalam ketidakpercayaanku mendengar semua yang terjadi hari itu.. hatiku berkata, aku tidak ingin ikut-ikutan tawuran, ibuku pasti tidak akan mengijinkannya. Sementara ibuku mengurusi kedua orang adik-adikku, aku diajak oleh teman-temanku untuk melihat tubuh-tubuh tak bernyawa yang mereka habisi sore itu. Rasanya tidak percaya aku melihatnya, ”apa-apaan ini.?” tanyaku dalam hati, aku melihat banyak sekali tubuh tergeletak tak bernyawa dan darahnya bahkan masih mengalir dijalan-jalan... aku juga melihat seorang guru agama Islam disekolahku yang sedang memegang parang dan bersiap menyerang, perasaanku bertambah tidak enak, kali ini sepertinya rasa keingintahuanku yang mengalahkan rasa letihnya badanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ambil alat apa saja yang bisa digunakan untuk menjaga diri, parang, pisau, tombak atau apaun yang bisa dijadikan senjata” Seorang guru agama Islam yang seharusnya mengajarkan tentang keindahan Islam kepadaku, kali ini memintaku untuk mengambil senjata dan bersiap untuk berperang.. seketika itu pun aku mulai memahami segalanya yang sedang terjadi disini... aku berlari kencang masuk kerumahku dan mencari apa saja yang bisa aku gunakan, tapi tidak kutemukan satupun senjata karena semua senjata telah terpakai oleh paman dan juga keluarga yang lain. Aku hanya bisa menemukan sebuah kayu balok sepanjang satu meter dan beratnya kira-kira setengah kilogram, aku meminjam golok dari temanku untuk aku buat runcing ujung kayu yang aku pakai, kemudian dengan segera aku sudah berada di depan bersama pasukan lain yang telah siap berjaga-jaga dengan membuat pagar betis ditengah jalan raya yang dibatasi oleh tentara bersenapan laras panjang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...aku baru saja menyadari, ternyata kelompok yang memakai ikat kepala merah tempat aku berada tadi adalah kelompok orang kristen, sedang kelompok lainnya yang memakai ikat kepala putih adalah teman-teman kampungku, orang-orang islam yang sedang bersholawat, dan bukan bernyanyi-nyanyi seperti yang aku kira... subhanallah.... Allahuakbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, kondisi semakin tidak bisa dikendalikan, kedua kelompok semakin banyak pendukungnya, semakin banyak orang-orang berdatangan mendukung kelompoknya masing-masing.. aku teringat akan wawan ketika dia memintaku untuk segera pulang, ternyata aku semakin menyadari segalanya yang tengah terjadi..baru saja ketika aku telah berada diantara kedua kelompok yang siap berperang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku berdiri dibarisan paling depan, aku mencoba mengenali beberapa orang yang berada disamping kiri dan kananku, kedua lutut kakiku terasa lemas untuk berdiri...jantungku terasa berdetak dengan sangat kencang..perasaanku berada diantara takut dan bersemangat, aku tidak bisa menyembunyikan kalau aku saat itu merasa takut, namun sholawat yang senantiasa dilantunkan membuat seluruh tubuhku terasa bergetar dan memiliki semangat untuk tetap menahanku berada disana bersama teman-temanku yang lain... Ketika suasana semakin memanas, kedua kelompok semakin banyak dan berani untuk tetap maju melangkah saling mendekat, jarak keduanya hingga hanya beberapa meter, terdengar tembakan beberpa kali dilepaskan ke udara oleh tentara sebagai peringatan untuk tidak maju.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan semakin tidak bisa dikendalikan, kemudian dengan tiba-tiba kami telah berada hanya berjarak beberapa meter dengan lawan, dan tidak bisa ditahan lagi, peperangan pun pecah ditengah malam. Diriku berlari maju bersama teman-teman yang lain kearah kelompok orang kristen, aku berusaha mengayun-ayunkan kayu balok yang aku pegang kesemua arah, berusaha mengenai orang-orang kristen yang kocar-kacir berlarian... aku tidak lagi memikirkan betapa tajamnya parang yang mereka pegang juga panjangnya tombak ditangan mereka, benakku seakan-akan ingin meneriakkan ”Pergi kalian, menjauh dari kampung dan rumahku, menjauh dari keluargaku...” Tidak boleh ada dari kalian yang menyentuh keluargaku, secuil dari anggota tubuh keluargaku pun tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam bertambah panas, suara tembakan dari pistol dan senjata laras panjang terdengar berulang-ulang...”Allahuakbar...Allahuakbar...” Aku dan teman-teman terus bergerak maju mengejar kelompok kristen, hingga..... ”Dooor..” Satu orang temanku yang berada tepat didepanku terjatuh, tersungkur ketanah..kepalanya terkena tembakan dari polisi kristen... Seketika itu juga aku dan teman-teman yang lain berusaha menarik tubuhnya yang tergeletak ditanah dan mencoba membawanya kembali berlari memasuki kampung.. ”Dor...Dor...” kami berlari tak karuan dikejar beberapa polisi sambil memegang pistol membantu pasukan kristen... kami berlari mundur tanpa komando, setiap orang berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing, hingga pasukan kristen berhasil masuk ke daerah kampungku..mereka melompati pagar dan memasauki wilayah masjid Al-Fatah....hati kecilku menangis ”Ya Allah habislah kami...mereka (Pasukan kristen) telah menang....”..diriku hanya berdiri melihat pasukan kristen yang semakin banyak memasuki kawasan muslim, pertahanan terakhir kami. Tidak ada lagi tempat untuk mundur...ini sudah yang terakhir, dibelakang kami lautan...tidak ada lagi tempat untuk lari dan bersembunyi dari incaran pasukan merah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku tertunduk, meresapi kekalahan, kemudian terbayangkan dipikiranku apa yang nantinya akan terjadi karena kekalahan ini.. habislah kami orang muslim...ketika diriku terpaku merenungi kekalahan, jauh dari arah depan terdengar teriakan tabkir berulang-ulang ”Allahuakbar... Allahuakbar...Maju....” aku mengangkat tubuhku dari tanah aspal ditengah jalan dan melihat kearah depan. Orang-orang kristen yang tadinya telah memasuki wilayah mesjid kini semuanya berlarian tunggang langgang keluar melompati pagar masjid. Melihat moment itu, aku dan teman-teman lainnya tidak tinggal diam dan kami pun kembali mengejar dan berhasil mengusir pasukan kristen hingga ke daerah mereka...Allahuakbar.. Tidak tahu kekuatan apa yang telah membuat pasukan kristen yang awalnya telah menang dan berhasil memasuki wilayah mesjid, tiba-tiba berlari seperti orang ketakutan melihat setan... Ternyata Allah Swt telah memberikan kepada kami apa yang telah dijanjikan-Nya..sungguh siapa yang berjuang di Jalan Allah, Allah pasti akan membantunya... Allah pasti akan membantunya...dan Dia tidak akan pernah mengingkari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku sudah tak lagi memikirkan keletihan yang sebelumnya sangat berat terasa membebani tubuhku.. Pertempuran terjadi hingga pagi pun tiba, sekitar jam 5 banyak berdatangan pasukan keamanan dari marinir yang kemudian memisahkan kedua pasukan.. Namun kami tetap berjaga-jaga jangan sampai kebobolan. Senja itu aku memutuskan kembali kerumah dan bermaksud untuk beristirahat menenangkan diri. Tiba dirumah seperti biasa, ibu menanyakan banyak..”Dari mana saja kamu nak..?” ”Lain kali jangan ikut-ikutan lagi..” yah, akupun memahami perasaan seorang ibu yang tidak menginkan terjadi apa-apa terhadap anaknya. Pertanyaan ibu aku biarkan begitu saja, tidak aku jawab dan hanya sedikit senyum dari sisa-sisa tenaga yang masih tersimpan... kemudian aku naik ke kamarku dilantai dua dan tidur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 8 pagi..”Nak..nak bangun nak.., kamu tolong bantu orang-orang didepan.. orang kristen sudah masuk kampung dan membakar rumah-rumah...” Nyawaku belum terkumpul semuanya, masih diantara tidur dan terbangun, kata-kata ibu terdengar pelan.. mataku terbuka melihat sejenak kewajah ibu..dan aku baru bisa memahami maksud ibu setelah beberapa detik lamanya.. ”Subhanallah, ibu sudah merelakan aku” hatiku berkata, tidak menunggu lama aku langsung melompat dari tempat tidurku dilantai dua ke lantai dasar dengan segera, kemudian mengikat barang-barang yang bisa diselamatkan dengan kain untuk dibawa mengungsi ke masjid. Sambil memikul beberapa barang yang bisa dibawa, aku juga menggandeng nenekku, ibu dari ibuku, yang sudah berumur dan sulit untuk jalan, apalagi harus berlari dalam keadaan seperti itu. Terasa sangit pedih didalam hatiku.. terasa sakit menerima perbuatan orang kristen ini.... sambil berlari menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan, aku tidak bisa menyembunyikan airmata yang keluar menetes karena kepedihan yang terasa...sampai-sampai didalam benakku aku berjanji akan menghabisi setiap orang kristen yang aku temui nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengungsikan ibu dan nenekku, Aku telah siap kembali berdiri didalam pasukan bersama teman-temanku, menggunakan celana panjang jeans dan kaos tanpa beralaskan sepatu atau sendal, aku memberanikan diri dengan berbekal sebuah golok pinjeman dari teman. Aspal terasa semakin panas membakar kaki, namun tidak mengurungkan niatku untuk bersama teman-teman yang lain berusaha melindungi rumah-rumah kami dari pasukan merah yang semakin mendekat.. Jarak antara kami dan mereka sekarang sekitar 20 Meter, aku lihat kearah kananku, terlihat Fandi dan Firman juga ikut dalam barisan itu...Subhanallah mereka masih terlalu kecil untuk ini semua...hatiku menangis. Salah seorang dari pasukan muslim maju ke tengah-tengah sambil mengacungkan pisau dan meminta adu tanding satu lawan satu..baru saja dia berteriak untuk adu tanding, sebuah busur panah melesat dari arah pasukan merah, tepat mengenai telinga seorang dari pasukan muslim, dan tanpa menunggu lagi..pagi menjelang siang itu, perang kotapun pecah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara teman-temanku yang menjadi korban siang itu...peperangan terjadi selama tiga hari tiga malam.. tidak henti-hentinya korban berjatuhan, suara tembakan dari tentara dan polisi pun terdengar seperti banyaknya air hujan yang jatuh mengenai atap rumah..Pada hari kedua, aku merasa sangat letih, kedua telapak kakiku terkelupas karena bergesekan dengan aspal selama dua hari, aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat sebentar pada hari kedua, tapi...melihat teman-teman lain yang terus berjuang, tak sampai hatiku meninggalkan mereka.., aku kemudian memaksakan diri untuk turun ke lapangan bersama pejuang yang lain...tiga hari tiga malam pertama yang sangat berat...perang baru bisa dikendalikan pasukan keamanan dari TNI dan Polisi setlah banyak bantuan tenaga tentara yang didatangkan dari surabaya dan makasar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tiga hari pertama yang melelahkan, tidak ada waktu yang luang bahkan hanya untuk sekedar menyantap makanan mengisi perut, semuanya terjadi begitu cepat.. rumah terbakar dimana-mana..mayat tercecer diemperan-emperan toko...darah mengalir dijalan-jalan...korban luka-luka memenuhi setiap ruangan rumah sakit hingga ke setiap bagian rumah sakit dipenuhi korban luka-luka dan meninggal dunia..semuanya terjadi begitu cepat.. Pada sore harinya, ketika suasana mulai terkendali, korban meninggal dunia diantarkan jenazahnya bersama-sama menuju ke pemakaman..pemakaman yang saat ini diberinama ”Makam Syuhada”... seindah-indahnya tempat peristirahatan yang aku inginkan... tempat yang ketika berkunjung kesana akan selalu mengingatkan kembali diriku akan hari-hari yang penuh dengan perjuangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang tenang setelah perang terjadi, kemudian terjadi perang lagi setelah itu...kembali lagi ke hari-hari penuh perjuangan, namun kali ini kami telah lebih siap, namun kali ini kami sudah lebih lengkap persenjataan yang kami buat sendiri... kali kedua ini kami tidak akan mundur lagi...kemudian perangpun berlangsung hingga berhari-hari.. rumahku pun habis terbakar, namun kemudian bisa kami bangun lagi setelah perang usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang usai, ibu memutuskan bahwa aku harus tetap sekolah, kemudian akupun merantau seorang diri kejakarta untuk melanjutkan sekolah.. bermula di jakarta aku pun belajar banyak tentang Islam, dan terutama tentang Jihad.. aku mulai gemar mengikuti pengajian-pengajian, mendengarkan ceramah-ceramah agama.. Rasanya sepertinya aku telah menemukan ”bentuk asli” jati diriku di jakarta.. aku mulai dekat dengan pengurus-pengurus masjid dan Rohis...Rasanya seperti menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah aku temui di ambon..islam yang sesungguhnya, bukan islam di ambon yang menyamakan semua agama dan tidak membeda-bedakan aqidah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku dijakarta aku penuhi dengan belajar dan mengaji, pertama kali merantau memang terasa sulit rasanya, di jakarta kadang makan kadangpun tidak.. namun diriku meyakini sepenuhnya bahwa Allah lah yang menjaga diriku, memberi aku makanan dan Dia tidak akan mendzolimi hambanya...Setelah lulus dari SMU 13 di Jakarta utara, akupun kemudian melanjutkan kuliahku di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Solo. Kehidupanku berubah drastis 180 derajat dari kehidupan di Ambon.. Aku tidak lagi suka berkelahi seperti masa-masaku di Ambon, sholat lima waktuku mulai aku jaga walau pada awal-awalnya sering bolong, aku mulai memahami betapa berdosanya aku ketika diambon dulu sering bersuara keras terhadap ibuku.. tidak ada lagi kata-kata kasar yang keluar dari bibirku seperti sehari-harinya aku di Ambon... cara berbicaraku rasanya menjadi lebih sopan dan halus..tidak ada lagi kasarnya ambon pada sifatku, tidak ada lagi kerasnya ambon pada tingkahku..., aku sangat bersyukur. Allah telah mengenalkan kepadaku Islam melalui peristiwa ini... Allah telah memberikan aku ilmu melalui cara yang tidak banyak didapati orang lain...Subhanallah, Dia lah Allah yang maha benar juga maha mengetahui hamba-hambanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku telah menikah dan memiliki 3 orang putra, Muhammad Fiidinillah Azis Saleh, Muhammad Fathin Mubarok dan Muhammad Abqory Raihan. Terimakasih kepada istriku tercinta Andina widiastuti, kecantikan dirimu dan keihklasan hatimu mendampingiku dalam kehidupan yang sulit telah membuat para bidadari syurga merasa iri dan cemburu kepada mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Fainnama’al ’usri yusraan, innama’al ’usri yusraa”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,                  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;em&gt;sesungguhnya   sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-6371384504832045587?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/6371384504832045587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=6371384504832045587&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6371384504832045587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6371384504832045587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2009/01/merubah-jalan-hidup-ku.html' title='Merubah Jalan hidup ku'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQdmHr2JDI/AAAAAAAAACU/s2K26-iMOsA/s72-c/mkm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-6448729529716431257</id><published>2009-01-07T10:03:00.002+07:00</published><updated>2009-01-07T10:06:49.500+07:00</updated><title type='text'>Ingin aku memelukmu..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQcBNlsTHI/AAAAAAAAACE/XKaDP4tBOI8/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQcBNlsTHI/AAAAAAAAACE/XKaDP4tBOI8/s320/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288382669593005170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan” (Qs Al-ahqaaf:15)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Sebel, engkau selalu memerintahkan aku untuk mengerjakan ini dan mengerjakan itu.. aku sering kali merasa marah karena selalu disuruh-suruh dirimu.. engkau menyuruhku mencuci piring, bukan hanya piring yang aku pakai setelah makan, tapi semua piring kotor setelah memasak, aku juga sering marah ketika engkau memintaku untuk menjajakan kue jualan buatanmu.. ketika pulang sekolah engkau juga tidak mengijinkan aku untuk bermain dengan teman-temanku sebelum pekerjaan rumahku selesai..padahal kulihat keluar rumah teman-temanku sedang asyik bermain..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku sering kali menyimpan amarah dalam hati ketika tidak dapat berbuat apa-apa didepanmu, aku menjadi marah ketika engkau memintaku untuk memijit kedua kakimu yang letih..aku juga tidak suka ketika engkau selalu membangunkan aku di pagi hari buta untuk menimba air untuk dimasak ketika orang lain masih tertidur..sepertinya aku selalu saja disuruh-suruh, Namun saat ini aku sangat menyadari kenapa engkau melakukan itu semua untukku, akupun saat ini memahami apa maksud dari semua yang engkau ajarkan kepadaku ibu,.. karena engkau tahu suatu saat nanti akupun akan menjadi dewasa dan berkeluarga, menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatanku ketika engkau menungguiku pada hari pertama aku mulai masuk sekolah dasar.. engkau duduk diluar kelas sambil menungguiku hingga selesai belajar, engkau tidak perduli dengan teriknya panas matahari ataupun keletihan menunggu ku.. sesekali ku tengokkan kepalaku melalui jendela dan masih melihat dirimu duduk diluar kelas menungguiku sambil menahan kantuk karena beraktivitas sejak subuh hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menangis diwaktu kecil, engkaulah yang selalu menyediakan pelukan hangat untuk membuatku terasa nyaman, engkau selalu menyempatkan waktu untuk menemani diriku ketika aku sakit, bahkan engkau tidak rela ada satupun nyamuk yang menggigit tubuhku ketika aku tertidur dalam pulasku..ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah aku pahami semuanya skarang bu, dalam marahku diwaktu kecil kepadamu ternyata terdapat pelajaran yang berharga untukku, dalam sedihku disaat aku kecil, ternyata terdapat kasih sayang yang mendalam untukku ibu…maafkan aku bu, kerutan didahi dan pipimu membuat engkau terlihat semakin lelah dalam hari-hari berjuangmu…skarang telah aku pahami semuanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku telah berada jauh darimu, senyum manismu dulu yang sering menghiburku disaat aku lemah..skarang sangat aku rindukan.. maafkan aku ibu, aku ingin menjadi orang tua seperti dirimu yang memberikan segalanya untuk anakmu namun tidak pernah engkau meminta untuk dibalas….maafkan aku ibu, karena tidak bisa menemani dirimu disaat engkau semakin tua dan sakit-sakitan.. maafkan diriku ibu, karena belum bisa membahagiakan dirimu…aku selalu bisa berharap menjadi anak yang baik untukmu..Semoga Allah Swt mengabulkan doaku ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu mencintaimu bu…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Ananda, Fitra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Qs Al-israa’:23)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-6448729529716431257?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/6448729529716431257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=6448729529716431257&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6448729529716431257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6448729529716431257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2009/01/ingin-aku-memelukmu.html' title='Ingin aku memelukmu..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SWQcBNlsTHI/AAAAAAAAACE/XKaDP4tBOI8/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-7990622582026070062</id><published>2008-12-10T20:07:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T20:16:19.590+07:00</updated><title type='text'>Menikmati Kesengsaraan</title><content type='html'>&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/ST-_tHQBs6I/AAAAAAAAABk/yoKMIujdCBg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 87px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/ST-_tHQBs6I/AAAAAAAAABk/yoKMIujdCBg/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278148070062797730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;st1:city style="font-weight: bold;" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Assalamualaikum.&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt; sebuah cerita &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;menarik yang disadur dari salah satu serial cerita tv kuno &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;'Twilight Zone'&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt; yang bercerita &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;tentang seorang penjahat yang meninggal dunia. Ketika dia mau mati, dia sudah merasa pasti akan masuk neraka. Nah ketika dia mati, tiba-tiba dia dibangunkan. Dia melihat sesuatu yang tidak diharapkannya. "Wah kok suasananya bagus. Indah menarik dan menyenangkan sekali ya," katanya dalam hati. Dia melihat semua serba &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;berkilau dan membuat &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh rasanya saya keliru terkirim ke surga," katanya lirih. Tiba-tiba seorang bidadari mendatanginya. "Ayo-ayo bangun. Kamu ingin apa ? Di sini kamu &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;ingin &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;apa saja diberi." Awalnya dia ragu. Tapi memberanikan juga untuk meminta, "Saya tidak mau kerja." "Ok," kata bidadari. Ting! &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Dengan simsalabim ala negeri dongeng, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Maka dia tidak usah kerja. Semuanya tercukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keinginannya terwujud, dia mulai berani&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt; untuk meminta lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;, "Saya boleh minta lagi ?" "Boleh," kata bidadari, "Kamu minta apa ?" "Saya minta uang yang banyak." Ting! Maka keluar uang yang banyak. Dia beli apa saja bisa. Dia ingin beli mobil baru, bisa. Beli apa saja, bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia datang lagi ke bidadari. "Bidadari, saya minta rumah yang bagus," pintanya. Ting! Dia dapat rumah yang sangat mewah, indah dan semuanya ada. "Wah apapun dikasih katanya. Ini betul-betul surga," teriaknya senang. Kemudian dia kembali ke bidadari. "Saya bisa tidak minta wanita- wanita yang cantik ?" Ting! Maka ada 10 wanita yang cantik yang siap melayani dia terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia senang sekali. Uang ada. Punya rumah. Dikelilingi wanita-wanita cantik. Dan dia tidak usah kerja. Makan apapun bisa sekenyang-kenyangnya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Hari-harinya pun berlalu begitu cepat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;. Sebulan, 2 bulan, 3 bulan dia mulai bosan&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Jenuh&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;,semuanya terasa begitu mudah,.d&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;ia tidak mau segala keenakan ini. Rasanya &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;lama-kelamaan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;bikin 'eneg'&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt; Mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia menghadap bidadari&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt; kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;. "Bidadari, saya mau kerja," katanya. Bidadari itu heran, "Tidak bisa, tidak bisa. Di sini tidak perlu kerja. Tidak ada kerjaan. Kamu tidak usah kerja. Kamu nikmati saja segala kenikmatan ini." Dia bingung. Kembali ke kegiatan sebelumnya dan dia coba menikmati lagi surganya. Makan lebih banyak lagi, sampai gendut. Tapi dia tetap jenuh karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Kejenuhan itu membuatnya seperi orang gila,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dia kembali lagi bidadari. "&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Pokoknya a&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;ku minta kerja," katanya. Dan biadadari tegas berkata, "Tidak bisa. Di sini tidak ada kerja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia tidak tahan. Penjahat ini mengaku, "Bidadari yang baik, saya sebanarnya adalah penjahat. Saya tidak layak masuk surga ini. Saya seharusnya masuk neraka. Kalau di neraka, saya bisa kerja. Bahkan kerja keras. Saya bisa merasakan sakit dan sengsara. Saya tidak mau segala ini. Ternyata kenikmatan ini tidak enak," teriaknya marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba wajah bidadari yang cantik dan menyenangkan dilihat ini, tiba-tiba berubah menyeramkan. Wajahnya berubah menjadi setan. Dia berkata keras, "Sebenarnya ini adalah neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Saudaraku, tulisan ini &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt; bermaksud ingin &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;mengatakan supaya &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;sebaiknya kita &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;semua menjadi penjahat supaya &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;bisa &lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;masuk surga. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Namun m&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;anusia baru ingat dan menghargai segala kenikmatan yang dia rasakan, ketika kesedihan dan kesengsaraan juga dirasakannya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Karena k&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;ehidupan adalah sebuah keseimbangan antara kenikmatan dan penderitaan, inilah yang memperkaya kazanah kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt;Begitulah kehidupan, kadang kita diberi kenikmatan dan terkadang diberikan pula kesedihan, semua itu agar kita dapat mensyukuri apa yang telah kita miliki, apa yang Allah Swt berikan kepada kita....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Selamat menghargai kesengsaraan anda, karena disanalah akan anda temui kenikmatan yang lebih&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:blue;"&gt; dalam hidup&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Solo, ditengah rintik hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-7990622582026070062?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/7990622582026070062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=7990622582026070062&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/7990622582026070062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/7990622582026070062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2008/12/menikmati-kesengsaraan.html' title='Menikmati Kesengsaraan'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/ST-_tHQBs6I/AAAAAAAAABk/yoKMIujdCBg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-8209969841140350778</id><published>2008-09-10T20:46:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T20:53:00.790+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Para Pejuang Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SMfQgwvSUZI/AAAAAAAAABc/fO8PqvRRdeU/s1600-h/1_858854351l.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244389552353857938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SMfQgwvSUZI/AAAAAAAAABc/fO8PqvRRdeU/s320/1_858854351l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#000099;"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;            Ba’da tahmid dan Sholawat.&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;             Iseng, teman-teman angkatan saya di Kost Tsaqofi dulu sering bilang kalau saya suka Iseng, pertama kali masuk Tsaqofi semester 1 saya menempati kamar paling ujung dekat kamar mandi yang kalau hujan airnya sering masuk ke kamar, sehingga kamarnya lembab. Yah, waktu itu sih mikirnya...”namanya juga Junior, jadi diberi kamar yang paling ujung dan paling serba susah, soalnya kalau ada yang nge-rendam cucian kelamaan, pasti baunya ke kamar saya....” . Belum genap seminggu di Tsaqofi, pintu kamar yang saya tempati, saya corat-coret menggunakan spidol, saya penuhi dengan gambar-gambar dan tulisan. Seperti “Selain karyawan dilarang masuk” , “STOP” dll. Setahun kemudian pindah kamar ke depan, kamar pertama sebelah kiri ketika masuk Kost, Pintunya juga tak luput dari bakat seniman kambuhan yang suka corat-coret. ..Kakak tingkat saya hanya bisanya geleng-geleng, he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Biasanya teman-teman disetiap kamar di kost Tsaqofi juga masing-masing punya white board agenda, bentuknya agenda harian yang ditempel di dinding, yah maklumlah kata orang ini Kost nya para aktivis...White board nya biasanya berisi agenda-seperti seperti “Rapat PHT jam 4 sore” atau “Aksi bersama di Gladak” atau juga “Mabit di NH” dan juga agenda-agenda aktivitas kampus yang lain... nah biasanya kalau lagi iseng, tulisan di whiteboard teman-teman kost ini saya hapus dan diganti menjadi “Bersih-bersih Kost” atau “Ngepel kamar Fitra” atau “Cuci Baju” atau juga “traktir teman-teman” dan yang lainnya...:) , iseng memang.... tapi kalau mengingatnya kembali rasanya menyenangkan punya teman-teman seperti mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ikhwan, tulisan ini ingin bercerita lebih dari kebiasaan iseng yang dulu sering saya lakukan, lebih dari itu, karena ini tentang Formula masa depan, rahasia atas hidup. Diruangan kamar kost ketika saya kuliah dulu, tepatnya di dinding kamar sebelah kanan, ada selembar kertas looseleaf lusuh berdebu yang menempel diatas selembar stereofom bekas peninggalan penghuni kamar yang sebelumnya. Kertas yang warnanya sudah menjadi putih kekuning-kuningan ini berisi tentang rencana hidup, anda mungkin tidak percaya...tapi kertas ini didalamnya berisi tentang Rencana hidup saya yang saya tulis dari usia 19 tahun sampai nanti berusia 63 tahun dan meninggal dunia. Saya menuliskannya ketika masih berada di semester 2 Jurusan Akuntansi UNS, saya membuatnya secara terinci, satu demi satu keinginan yang ingin saya dapatkan selama hidup kemudian saya tuliskan diatas lembaran kertas tadi, target tahun demi tahun dan keinginan demi keinginan. Semuanya saya tuliskan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setiap keinginan yang ingin saya capai, saya tuliskan dengan jelas diatasnya dan kapan ingin saya capai.segalanya. ... Indeks Prestasi, Karier Organisasi kampus, Jenis Pekerjaan untuk hidup, Tahun Kelulusan, waktu pernikahan, jumlah anak, punya rumah sendiri, dan semua keinginan yang ada didalam benak saya ketika itu saya tuangkan dan saya tempelkan didinding kamar. Setiap kali duduk di meja belajar, tulisan ini berada tepat didepan saya. Selalu terbaca, selalu teringat dan menjadi sesuatu yang menginspirasi. Inilah yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Banyak teman-teman se kost atau tamu dari luar yang datang berkunjung ke kamar saya ketika melihat tulisan “Cita-cita” saya ini kemudian memberi komentar, dari yang hanya sekedar memberikan senyum geli hingga komentar yang aneh-aneh..maklumla h,sepertinya ini hal bodoh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saat ini, tepatnya 5 tahun setelah saya menuliskan setiap rencana saya dulu, tanpa sengaja ketika merevie tulisan ‘cita-cita’ itu,..saya terkaget-kaget karena mendapatkan lebih dari 90% keingingan yang saya tulis dulu telah saya capai sekarang dan bahkan lebih cepat  2 tahun dari rencananya. Pernikahan yang direncanakan tahun 2006 ternyata 2004, mendapat pekerjaan mapan di perusahaan besar setelah lulus tahun 2007 ternyata terjadi 2005, memiliki 3 orang ana lengkap di 2010 ternyata terjadi di 2008 ini, membangun usaha sendiri untuk mandiri di 2011 ternyata terjadi di tahun 2008, punya cita-cita bikin warnet,warung nasi dan supermarket  ternyata dua yang awal sudah saya lakukan (semoga super marketnya segera menyusul...: ) ), dan satu per satu keinginan didalam kertas ‘Cita-cita’ ini pun terjadi, Allahu akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saat ini saya tidak ingin mengajak anda untuk mengetahui apa yang saya rencanakan dulu dan apa yang saya dapatkan skarang, toh skarang juga saya belum jadi apa-apa,.. tapi ini adalah tentang “the law of atraction” atau Hukum tarik menarik. Akan sangat menarik kalau anda membaca buku “The Secret” atau melihat film nya. Teori ini mengatakan pada intinya, bahwa sesungguhnya seluruh sumber daya yang kita butuhkan untuk jadi pemenang dalam hidup ini ada di fikiran kita. Ketika kita selalu befikir tentang ‘sesuatu’ hal secara terus menerus maka secara tidak sadar kita telah menarik ‘sesuatu’ itu untuk masuk kedalam kehidupan kita. Anda mungkin pernah mengalami ketika sedang menginginkan banget terhadap ‘sesuatu’ ternyata tiba-tiba tanpa disangka-sangka anda mendapatkannya, baik langsung saat itu juga atau setelah beberapa lama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Para psikolog modern kemudian mengembangkan teori ini dengan membuat sebuah terapi yang disebut “Visualisation” . Ada seorang pasien yang telah di vonis dokter akan lumpuh selamanya yang disebabkan oleh kecelakaan pesawat dan mengakibatkan hampir seluruh tulang ditubuhnya patah dan akhirnya hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pasien ini kemudian diterapi dengan metode Visualisation, caranya dengan setiap hari pasien ini dimina untuk membayangkan bahwa ia sehat, bisa berjalan, beraktivitas seperti orang normal. Ia melakukannya dengan baik dan akhirnya hasilnya mengejutkan ilmu kedokteran karena tepat sehari sebelum natal tiba, ia telah dapat berjalan dan menggerakkan tubuhnya dengan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Anda juga pasti mengenal aktor komedi yang memerankan “The Mask”, manusia super bertopeng hijau. Jim Carey, sebelum menjadi seorang aktor hollywood ternama yang ia lakukan adalah menggunting selembar kertas dan digambari seperti sebuah Cek, kemudian diatasnya ia menuliskan angka 1 juta dolar sebagai keinginannya bermain film dan dibayar sesuai angka ini. Cek palsu ini kemudian ditempel di dinding langit-langit kamarnya dan selalu dipandangi ketika akan tidur. Dan ini terjadi, angka bayaran yang ia terima untuk film pertamanya adalah 1 juta dolar, sama persis seperti cek yang ia buat sendiri di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ada banyak cerita yang memberikan kepada kita pelajaran tentang betapa hebatnya kekuatan pikiran ini, itulah sebabnya mengapa para trainer sering mengajarkan kepada kita kata-kata seperti “AKU BISA”...”LUAR BIASA” atau “HEBAT” dan yang lainnya. Kekuatan ini juga yang ternyata merubah seorang Albert Einsten sang penemu teori relativitas yang pada masa kecilnya hingga usia 20 tahun menjadi anak dislexia atau seperti autis yang tidak dapat diharapkan kehidupannya. Namun setelah dewasa tiba-tiba ia menjadi sangat hebat dengan Fisika, ketika ditanya dari mana mendapat inspirasi tentang teori relativitas ia mengatakan bahwa dulunya ia hanya sering membayangkan dirinya berlari-lari diantara galaksi, inilah kekuatan fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ini adalah hal yang sangat menarik, karena kita dapat menjadi apa saja yang kita inginkan,hanya dengan menuiskan keinginan kita, memohonkannya kepada Allah, senantiasa berfikir tentangnya,bekerja menghilangkan setiap aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan setiap keinginan yang kita buat. Inilah yang disebut oleh Allah Swt dalam Firman Nya yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(Qs At Thalaaq :64-65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maka apalagi yang sedang anda tunggu..segeralah tuliskan setiap keinginan anda secara terinci, keinginan demi keinginan, waktu demi waktu, Semoga Allah Tabaraka Wata’ala memudahkan kita dalam setiap urusan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-8209969841140350778?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/8209969841140350778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=8209969841140350778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/8209969841140350778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/8209969841140350778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2008/09/rahasia-para-pejuang-hidup.html' title='Rahasia Para Pejuang Hidup'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SMfQgwvSUZI/AAAAAAAAABc/fO8PqvRRdeU/s72-c/1_858854351l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-5671871375479581957</id><published>2008-08-30T11:02:00.001+07:00</published><updated>2008-08-30T11:09:59.977+07:00</updated><title type='text'>Memberi tanpa harap..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjHoxjoTGI/AAAAAAAAABU/leWR7QdapmY/s1600-h/images2.jpeg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjHoxjoTGI/AAAAAAAAABU/leWR7QdapmY/s320/images2.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240157669757045858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita coba suatu hari saja dari hari-hari kita dengan niat untuk memberi... mulailah dengan sesuatu yang kecil, yang dimata anda tidak memiliki harga..mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa uang receh yang mungkin tercecer disana-sini,hanya untuk satu tujuan: DIBERIKAN. Apakah anda sedang berada diatas bus kota yang panas, lalu datang pengamen yang memekakan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil datang dan meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan,kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping anda kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada rasa enggan dan kesal, tekanlah rasa itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi seorang pengemis..? ingat, saat ini anda hanya sedang berlatih “memberi”, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti... rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, memberi tanpa pertimbangan bagaikan menyingkirkan batu penghambat arus sungai, arus sungai adalah rasa kasih dalam diri , sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.  Sesungguhnya bukanlah receh atau berlian yang anda berikan.. karena kemurahan anda tidak terletak ditangan..melainkan di hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-5671871375479581957?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/5671871375479581957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=5671871375479581957&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5671871375479581957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5671871375479581957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2008/08/memberi-tanpa-harap.html' title='Memberi tanpa harap..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjHoxjoTGI/AAAAAAAAABU/leWR7QdapmY/s72-c/images2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-5664337339786294982</id><published>2008-08-30T10:50:00.001+07:00</published><updated>2008-08-30T11:12:32.787+07:00</updated><title type='text'>Modal itu Namanya Ketekunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjF5pfcBLI/AAAAAAAAABE/UkDzqaTvh_o/s1600-h/images1.jpeg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjF5pfcBLI/AAAAAAAAABE/UkDzqaTvh_o/s320/images1.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240155760626500786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus, keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin akan tujuan dan jalan anda maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusahan. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya dan jangan hanya berhenti dilangkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan akan semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak akan berada disini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda, apapun yang anda lakukan jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan ini adalah daya tahan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah tetap dimulai dari satiu langkah pertama, dan sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari hati, kemudian fikiran dan usaha-usaha anda. Semoga berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-5664337339786294982?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/5664337339786294982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=5664337339786294982&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5664337339786294982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5664337339786294982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2008/08/modal-itu-namanya-ketekunan.html' title='Modal itu Namanya Ketekunan'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wQvgzmBVvUs/SLjF5pfcBLI/AAAAAAAAABE/UkDzqaTvh_o/s72-c/images1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-6813456227171144151</id><published>2008-01-05T17:38:00.000+07:00</published><updated>2008-01-05T17:53:50.480+07:00</updated><title type='text'>Kemenangan Dari Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R39grl2ihvI/AAAAAAAAAA0/IKE7o1SJtzA/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151942800746645234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="143" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R39grl2ihvI/AAAAAAAAAA0/IKE7o1SJtzA/s320/images2.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Saya teringat dengan sebuah cerita seorang anak bernama Mark, suatu ketika ada sebuah perlombaan balapan mobil-mobilan rakitan anak-anak yang diikuti oleh banyak anak kecil dengan menampilkan mobil rakitan mereka sendiri yang keren-keren dan bagus....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Mark adalah seorang diantara mereka, ia pun mengikuti perlombaan balapan ini dengan sebuah mobil rakitan ala kadarnya, tampak sangat biasa dibandingkan mobil-mobil rakitan anak-anak yang lain... Mark tetap saja bangga karena mobil itu adalah buatannya sendiri dan tanpa disangka siapapun., rupanya ia termasuk 4 anak yang masuk ke babak final akhirnya...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Para penonton bergemuruh menyambut ke-empat anak yang akan memasuki sesi terakhir dari perlombaan ini, pemenang dari perlombaan ini akan mendapatkan piala dan sejumlah uang.. saat yang dinanti-nantikan telah tiba, teriakan dan tepukan penonton bergema memenuhi seisi ruangan dan meramaikan puncak final perlombaan... terlihat mobil rakitan para finalis yang sangat bagus, dengan bermacam asesoris dan lampu kerlap-kerlip diatasnya membuat mobil mereka seperti mobil sungguhan..hanya mobil Mark saja yang tidak istemewa, tidak terlihat bahwa ia adalah seorang yang diunggulkan dalam final ini dengan mobil sederhananya..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Peserta finalis telah berdiri di belakang garis start, beberapa saat lagi lomba akan dimulai..semua terdiam menunggu peluit start dibunyikan..penonton semakin riuh bergemuruh..tepukan tangan terdengar memenuhi ruangan...suasana terasa semakin menegang.. tiba-tiba..Mark meminta jeda waktu sebentar sebelum start dimulai, terlihat ia memejamkan matanya,.mulutnya berkomat-kamit seolah berdoa...dan setelah itu..”Saya Siap..” tuturnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dor....lombapun dimulai, penonton semakin ramai menyemangati jagoan mereka masing-masing. Ke-empat mobil rakitan itu saling salip-menyalip mencoba melalui mobil lawan, mencoba mendapatkan tempat pertama dalam balapan.. hampir mencapai garis finish “Ayo...ayo...cepat..sedikit lagi...” semakin ramai saja teriakan penonton. Dan akhirnya finishhh...terlihat mobil pertama yang menyentuh garis finish adalah mobil Mark..ya, semuanya tenang. Dan ia pun terlihat berkomat-kamit lagi dan berucap “Terimakasih ya Tuhan.....”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba saat peneyerahan piala, Mark maju ke depan dengan bangga untuk menerima piala. Sebelum piala diserahkan, Ketua panitia bertanya, “Hai Jagoan, tadi pasti kamu berdoa kepada tuhan agar kamu menang bukan..?! “Mark terdiam, dan kemudian dia menjawab “Bukan pak, bukan itu doa yang aku panjatkan..”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ia lalu melanjutkan,”sepertinya tidak adil kalau aku berdoa kepada tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain., aku hanya bermohon kepada tuhan,.Supaya aku tidak menangis jika nanti aku kalah,” semua hadirin terdiam mendengar itu, setelah beberapa saat , semua bertepuk tangan... bergemuruh riuh bergembira....&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Cerita ringan bukan..?! iya, ceritanya meninggalkan berkas pesan untuk ikhwah semua,. Si Mark kecil mengajarkan kepada kita bahwa ia tidak selalu meminta kepada tuhan untuk “diMenangkan” dalam setiap “Lomba”, diloloskan dalam setiap “Ujian”, Mengatur setiap hasil yag ingin diraihnya, dan mengabulkan setiap harapannya, namun Mark hanya berdoa kepada tuhan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi hidup, agar tidak menangis ketika harus kalah dalam ujian, agar mengetahui kelemahannya, menerimanya sebagai ketentuan tuhan, dan agar diberikan kesempatan untuk berusaha...”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Betapa mungkin sering sekali kita berdoa kepada Tuhan untuk dijadikan nomor satu, diberikan yang terbaik, dan dijauhkan dari segala macam cobaan yang akan menghalau...:) padahal bukankah sesungguhnya yang kita butuhkan hanyalah Bimbingan-Nya...Tuntunan-Nya...Panduan-Nya.....?!..&lt;br /&gt;isn’t it...:)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Thanks Mark,.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-6813456227171144151?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/6813456227171144151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=6813456227171144151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6813456227171144151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6813456227171144151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2008/01/kemenangan-dari-allah.html' title='Kemenangan Dari Allah'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R39grl2ihvI/AAAAAAAAAA0/IKE7o1SJtzA/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-4955900606124884177</id><published>2007-12-31T12:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T12:24:53.918+07:00</updated><title type='text'>Kekekalan Energy..apa iya.?</title><content type='html'>&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3h8a12ihuI/AAAAAAAAAAs/g9E-rIClGqI/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3h8a12ihuI/AAAAAAAAAAs/g9E-rIClGqI/s320/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150002974472439522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Assalamualikum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Antum mungkin masih ingat dengan nama besar Sir Isaac Newton, setiap orang pasti akan mengatakan hal yang sama bahwa orang ini pintarnya.. ra umum kalau orang sini bilang..yup, dia pernah mengajar di Cambridge University dengan jabatan tertinggi sebagai Lucasion Profesor bidang Matematika. Mungkin antum akan kaget kalau orang pintar yang satu ini di kampus tempat dia mengajar ternyata adalah dosen yang payah karena dalam satu tahun hanya mengajar tidak lebih dari delapan kali dan mahasiswanya selalu mengatakan bahwa matakuliahnya tidak menarik dan membosankan....:P).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Salah satu karya monumental yang ditinggalkannya adalah Teori kekekalan Energi.  Percayakah dengan apa yang dia simpulkan..? hal sederhana, dia mengatakan bahwa Energi yang ada di bumi ini kekal, artinya kalau energi yang dilepaskan maka ia tidak akan hilang, namun ada dan akan kembali dalam bentuk Energi yang lain. Contoh bodohnya .:) seperti Energi listrik yang yang dilepaskan untuk menyalakan sebuah televisi tidak akan hilang..namun tetap ada dan berubah menjadi energi cahaya dan panas..antum percaya..?:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Saya ingin bercerita sebuah kisah menarik tentang hal ini..Satu ketika ada seorang pemuda miskin yang sedang berjalan menyusuri hutan didekat rumahnya,ia berfikir dalam tentang keinginannya untuk menjadi seorang Dokter, ingin melanjutkan pendidikannya..namun sayang, orangtuanya hanya dari keluarga miskin sehingga mereka tidak sanggup untuk membiayai sekolahnya. Tiba-tiba ia terkaget ketika di tengah perjalanannya ia melihat ada seorang anak muda seusianya yang sedang terperangkap, bergumul, berusaha untuk keluar dari tarikan lumpur hisap....semakin pemuda itu bergerak..maka ia semakin terperosok kedalam lumpur yang menariknya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Dengan sekuat tenaga pemuda yang pertama tadi berusaha menolong orang yang terjebak dalam lumpur, menariknya sampai ke permukaan tanah...Fffiiuh, akhirnya dapat diselamatkan, dan kemudian setelah itu pemuda pertama ini mengantarkan orang yang terjebak lumpur tadi,memapahnya pulang kerumahnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Setiba di rumah, ternyata mewah sekali rumah pemuda yang terjebak pasir ini...rumahnya berkelas bangsawan dengan interior mewah di setiap sudut rumah...dindingnya yang putih dan tiang-tiang rumah yang besar sangat menunjukkan bahwa pemuda yang terjebak lumpur tadi adalah seorang yang kaya.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Pemuda yang terjebak lumpur tadi kemudian bercerita kepada ayahnya tentang peristiwa yang terjadi di hutan, ..ayahnya sangat berterimakasih dan menawarkan kepada pemuda miskin ini untuk diberikan beasiswa untuk sekolah....betapa senangnya hati pemuda miskin ini..akhirnya cita-citanya untuk melanjutkan sekolah agar menjadi seorang dokter dikabulkan oleh tuhan.....:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Waktu berlalu, pemuda bangsawan kaya raya itu akhirnya memutuskan untuk masuk dinas kemiliteran, dan dalam suatu pertempuran mendapatkan luka serius akibat peperangan....badannya demam tinggi karena infeksi yang terjadi pada lukanya..para dokter yang mengobatinya hampir menyerah.. sedangkan ditempat terpisah sang pemuda yang miskin tadi setelah menjadi dokter, ia berhasil membuat sebuah penemuan hebat dalam sejarah ilmu kedokteran dengan menemukan obat infeksi yang kita sebut “Penisilin”...yang akhirnya dengan obat ini juga akhirnya luka yang dialami oleh pemuda kaya tadi dapat disembuhkan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Yah, begitulah cerita ini terjadi..kebaikan yang ditabur oleh pemuda miskin tadi dengan ikhlas menolong orang...akhirnya di balas dengan tawaran beasiswa dan menjadi Dokter...begitu pula dengan kebaikan yang diberikan oleh pemuda kaya dengan memberikan beasiswa...akhirnya dibalas dengan obat yang menyembuhkannya ketika sakit parah..... Subhanallah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Pemuda kaya raya itu adalah Sir Winston Churcill, perdana menteri Inggris yang mahsyu, dikenal di banyak negeri...dan pemuda miskin dokter itu adalah Dr Alexander Fleming, penemu obat Penisilin yang sekarang dipakai dimana-mana...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Hmm,....jelas  lah..salah satu hal yang saya yakini dalam kehidupan adalah bahwa “Kebaikan yang kita lakukan, pasti akan mendatangkan balasan kebaikan...energi positif yang kita keluarkan kepada orang lain pasti akan dikembalikan dalam bentuk energi positif yang lain...” yah, saya percaya.. begitu pula sebaliknya, energi keburukan...yang kita lepaskan untuk orang lain, pasti juga akan dikembalikan kepada kita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;" &gt;Sudah berbuat baikkah kita hari ini...?:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Fa Manya’mal mitsqala zarratin khairan yarah, wamanya’mal mitsqala zarratin syarranyarah..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;"&gt;(Maka barang siapa melakukan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan mendapatkan balasannya, dan barang siapa melakukan keburukan sebesar zarrah,niscaya ia akan mendapatkan belasannya)&lt;br /&gt;Q.S Al Zilzal:7-8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-4955900606124884177?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/4955900606124884177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=4955900606124884177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/4955900606124884177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/4955900606124884177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/12/kekekalan-energyapa-iya.html' title='Kekekalan Energy..apa iya.?'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3h8a12ihuI/AAAAAAAAAAs/g9E-rIClGqI/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-5388020127163224743</id><published>2007-12-25T22:13:00.000+07:00</published><updated>2007-12-25T22:26:28.287+07:00</updated><title type='text'>Teori Rejeki...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;a style="color: rgb(51, 102, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3EgD12ihtI/AAAAAAAAAAk/sk-Hjqdac4A/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 130px;" src="http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3EgD12ihtI/AAAAAAAAAAk/sk-Hjqdac4A/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147931099428718290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;Assalamualaikum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;Ada sebuah kisah menarik ketika baru saja saya menyelesaikan SMA di Jakarta, ketika kebutuhan hidup di jakarta semakin mendesak untuk dipenuhi sedangkan penghasilan tidak ada dan pekerjaanpun tidak menentu...lalu suatu hari ada tawaran dari seorang tetangga untuk mengajar di sebuah lembaga bimbel privat untuk siswa  SMP, saya langsung saja menerima tawarannya tanpa berfikir lama-lama..karena jujur saja saya sangat butuh pekerjaan untuk bisa survive di jakarta..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;      Keesokan harinya, setelah mendapatkan alamat rumah siswa SMP yang akan di privat,saya langsung berangkat menuju rumahnya...ternyata apa yang saya bayangkan tentang mengajar les privat tidak seperti kenyataannya yang ternyata sulit..anak SMP yang saya privat ternyata pinter dan cerdas...jujur saja saya tanpa persiapan apa2 datang kesana, hanya bisa berdoa dalam hati sepanjang sesi les hari itu...”Semoga saja pertemuan selanjutnya saya masih terus dipakai untuk mengajar....”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;     Hmmm...rupanya saya tidak beruntung, hari itu juga sorenya, tetangga saya yang menawarkan pekerjaan les kepada saya datang dan berkata ..”Maaf,sepertinya kamu kurang cocok dengan pekerjaan ini...ini imbalan mengajar kamu hari ini.dan besok tidak perlu datang lagi..” brukk..!!! pekerjaan pertama di hari pertama yang sangat berkesannnnnn..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;     Tapi..bukankah selalu bisa kita temukan Udang di Balik Batu...!!!! Semenjak peristiwa ini saya merenungkan dan akhirnya mengantarkan saya pada sebuah pelajaran hidup...yang juga pada akhirnya menjadi salah satu kosep hidup sederhana yang saya pegang hingga saat ini, bahwa REJEKI itu datang ketika terjadi pertemuan antara KESEMPATAN dan KESIAPAN diri..atau secara Matematis bisa kita formulasikan...:) REJEKI = KESEMPATAN + KESIAPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;      Jadi Kalau orang sering mengatakan bahwa kesempatan hanya datang sekali, maka mungkin saya termasuk yang berbeda dalam hal ini, karena bagi saya..bahwa ”Kesempatan sering kali datang kepada kita dalam berbagai bentuk..namun terkadang kita tidak siap..sehingga kesempatan itu hanya lewat begitu saja...” (By. Fitra..:p)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;     Sejak saat itu saya belajar satu hal,dan saat ini saya juga berbagi satu hal sederhana...  senantiasa mempersiapkan diri untuk datangnya kesempatan-kesempatan yang akan lewat.. senantiasa bersiap-siaplah karena kita tidak pernah tahu kapan waktunya kesempatan akan datang... persiapkan apa saja...banyak membaca...sering berlatih...menyiapkan diri...!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;Wallahu Musta’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-5388020127163224743?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/5388020127163224743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=5388020127163224743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5388020127163224743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/5388020127163224743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/12/teori-rejeki.html' title='Teori Rejeki...'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/R3EgD12ihtI/AAAAAAAAAAk/sk-Hjqdac4A/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-6292044650279465419</id><published>2007-07-24T17:04:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T17:10:28.190+07:00</updated><title type='text'>Memohon Doa...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqXPYyXmuuI/AAAAAAAAAAc/TcCkWBoUCGk/s1600-h/CIMG0290.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqXPYyXmuuI/AAAAAAAAAAc/TcCkWBoUCGk/s320/CIMG0290.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090702978556803810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="EN-US" &gt;Assalamualaikum.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="EN-US" &gt;Alhamdulillah, Memohon doa dari ikhwan dan akhwat sekalian atas kelahiran putra kedua kami yang dilahirkan pada hari Selasa, 24 Juli 2007 Pukul 06.00, yang kami beri nama “Muhammad Fathin Mubarok Saleh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Muhammad diambil dari nama Rasulullah yang Mulia, Fathin yang berarti Cerdik dan Pandai, Al Mubarok yang artinya di Berkarhi dan Saleh dari Nama Waaliduhu (Abi nya)..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="EN-US" &gt;Memohon doa ikhwan dan akhwat sekalian semoga Putra kami ini bisa sholeh dan taat seperti Ami-ami nya serta Berilmu dan berakhlak seperti Amah-amah nya.., Amiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="EN-US" &gt;Fitra&amp;amp;Andin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-6292044650279465419?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/6292044650279465419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=6292044650279465419&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6292044650279465419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/6292044650279465419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/07/memohon-doa.html' title='Memohon Doa...'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqXPYyXmuuI/AAAAAAAAAAc/TcCkWBoUCGk/s72-c/CIMG0290.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-602969478415354481</id><published>2007-07-23T20:56:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T21:12:19.565+07:00</updated><title type='text'>Selebriti Dakwah..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqS2niXmutI/AAAAAAAAAAU/-JHsDlvo65Y/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 93px;" src="http://bp2.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqS2niXmutI/AAAAAAAAAAU/-JHsDlvo65Y/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090394269192469202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Assalamualaikum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Setiap orang mungkin akan mengatakan bahwa menjadi artis atau bintang film yang popular adalah menyenangkan, menggembirakan atau juga menghebohkan. Namun hal ini tidak berlaku didalam dunia dakwah yang kita geluti, karena popularits dalam dakwah itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;MENGGANGGU..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Sebut saja beliau sahabat nabi yang banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah, Ibnu Mas’ud. Sepeninggal Rasulullah beliau termasuk salah satu sahabat yang banyak memiliki murid dimana mereka belajar dari beliau. Seringkali ketika beliau keluar dari rumahnya, banyak diantara murid-muridnya yang selalu berjalan mengikuti beliau dari belakang karena menginginkan ilmu yang beliau miliki, namun di suatu saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika banyak orang yang mengikuti beliau ketika beliau baru saja keluar dari rumahnya, kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beliau berkata, “Seandainya saja mereka tahu apa yang aku lakukan ketika aku memasuki rumahku dan menutup pintunya, niscaya mereka tidak akan ada lagi yang mau mengikuti diriku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Atau juga kita sebut saja kekhawatiran beralasan dari Khalifah Umar bin Khotab tentang popularitas dari sahabat Khalid bin Walid yang semakin hari &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;semakin terkenal sebagai panglima dan pemimpin pasukan yang hebat di medan peperangan. Popularitas yang semakin kental dari pribai seorang sahabat Khalid ini menyebabkan keresahan dihati Khalifah Umar hingga membuat khalifah memecatnya dari jabatan seorang panglima perang dan hanya menjadi seorang prajurit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biasa, karena khawatir Khalid suatu saat akan dikultuskan para sahabat yang lain karena kehebatannya dimedan perang, seakan-akan Khalid lah yang menyebabkan kemenangan demi kemenangan dalam setiap pertempuran. Walaupun akhirnya keikhlasan Khalid lah yang menjawab kekhawatiran Khalifah dengan berlapang dada menerima pemecatan ini, melalui sebuah ungkapannya yang terkenal yang menunjukkan kebesaran hati dan keikhlasannya dalam berjuang “Saya berjuang bukanlah karena Umar ataupun Khalifah, namun karena Allah Swt”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Apa yang dialami para sahabat Rasulullah tidak hanya dialami oleh mereka, namun akan selalu berulang dan menimpa siapa saja yang berada didalam lingkaran amal islami dan kebetulan oleh Allah Swt diberikan kelebihan, baik itu kelebihan dalam ilmu, usia, jabatan struktur, dan lain-lain..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Sudah sepantasnya kita berhati-hati dengan perasaan yang menipu ini, bagi setiap kita yang saat ini diberikan kepercayaan oleh Allah untuk mengemban risalah para nabi.. Popularitas itu Mengganggu akhi,. Popularitas itu Menipu ukhti..terutama lebih-lebih untuk mereka aktivias yang dipercaya untuk memegang amanah structural…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Ini adalah penyakit hati yang berbahaya, dapat melunturkan niat..mampu menghilangkan pahala dari Allah ..bisa menyebabkan kesombongan hati…menular dan dapat menjangkiti bagi siapa saja yang berprofesi sebaai da’i.. Lihatlah kedalam lubuk hati masing-masing kita, adakah rasa ini..? adakah rasa besar ini..? fa jaddiun an niyat , maka senantiasa perbaharuilah niat… Semoga Allah Tabaraka wata’ala senantiasa menjaga hati kita dalam beramal…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Selebriti Dakwah…, R U?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-602969478415354481?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/602969478415354481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=602969478415354481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/602969478415354481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/602969478415354481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/07/selebriti-dakwah.html' title='Selebriti Dakwah..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RqS2niXmutI/AAAAAAAAAAU/-JHsDlvo65Y/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-3319269031238689575</id><published>2007-03-11T22:02:00.000+07:00</published><updated>2007-03-11T23:23:30.119+07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta dari Manusia-manusia Malam</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RfQj9v4_tvI/AAAAAAAAAAM/Rq-9utg-nTA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5040693426668943090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 149px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="162" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RfQj9v4_tvI/AAAAAAAAAAM/Rq-9utg-nTA/s320/images.jpg" width="146" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Assalamualaikum.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang terpejam matanya, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang terlelap, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang terlena, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang terbuai, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang masih saja terlena, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a : "Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku." Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang tergoda, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!". &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang masih terlelap, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga... &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(Dari Seorang Teman berbagi kisah...)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-3319269031238689575?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/3319269031238689575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=3319269031238689575&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/3319269031238689575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/3319269031238689575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/03/surat-cinta-dari-manusia-manusia-malam.html' title='Surat Cinta dari Manusia-manusia Malam'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_wQvgzmBVvUs/RfQj9v4_tvI/AAAAAAAAAAM/Rq-9utg-nTA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-116937291940545034</id><published>2007-01-21T16:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-21T16:48:39.646+07:00</updated><title type='text'>Jangan Kau Sakiti saudaramu ya ikhwah</title><content type='html'>&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="156" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7107/3108/320/279660/images.jpg" width="149" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;Assalamualaikum Wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Swt selalu menjaga kita dari gelapnya jalan kesesatan,.. ..&lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia da'wah yang kita geluti, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan- permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis da'wah sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah partai da'wah, ada seorang aktivis ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas. Di lain waktu dalam lembaga da'wah sebuah kampus, seorang aktivis akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berda'wah.&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa setiap aktivitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk da'wah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati. Ya, setiap aktivis da'wah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktivis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktivis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktivis-aktivis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah aktivis da'wah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewa an yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah, wahai ikhwah sekalian,&lt;br /&gt;Bahwa seringkali kita melupakan hal itu. Kita sering memukul rata perlakuan kita kepada sesama aktivis, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata 'afwan (maaf) atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita. Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;Benar bahwasanya aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa, bukan superman, dan bukan malaikat yang bisa menerima perlakukan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang terbalik ketika kesadaran bahwa aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, ditempelkan pada diri kita sendiri. Seharusnya kesadaran bahwa aktivis da'wah adalah manusia biasa itu kita tujukan pada saudara kita aktivis da'wah yang lain, bukan kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ikhwah fillah yang berbahagia,&lt;br /&gt;Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat dalam sebuah aktivitas da'wah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata 'afwan dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat yang kita tujukan untuk saudara kita. Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu. Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati (menzhalimi) saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Jangan Kau Sakiti Saudaramu ya ikhwah....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR..!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-116937291940545034?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/116937291940545034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=116937291940545034&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116937291940545034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116937291940545034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/01/jangan-kau-sakiti-saudaramu-ya-ikhwah.html' title='Jangan Kau Sakiti saudaramu ya ikhwah'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-116848192705734234</id><published>2007-01-11T09:11:00.000+07:00</published><updated>2007-01-21T16:52:02.796+07:00</updated><title type='text'>Kemenangan dan Persiapannya....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7107/3108/1600/78665/images.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7107/3108/320/494724/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Zat penguasa semesta alam atas segela kenikmatan yang dilimpahkan kepada kita semua, puji syukur atas indahnya kenikmatan islam dan iman didalam hati. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada penutup risalah para nabi, penyempurna yang menyeluruh dan tiada celah, penunjuk jalan kebenaran.. beliau Rasulullah Saw,beserta keluarga dan para sahabatnya yang agung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sungguh saya meyakini bahwa tujuan-tujuan utama dari dakwah kita niscaya tidak akan pernah terwujud tanpa adanya sebuah kerja bersama (amal Jama’I), dan sungguh pula saya meyakini bahwa sangat sulit untuk mencapai kemenangan dakwah bila sebuah kerja sama secara kolektif itu (amal Jama’I) berjalan dengan ketidakteraturan dan tidak adanya kesungguhan didalamnya, dan saya juga meyakini bahwa konsekuensi logis dari sebuah keteraturan berjamaah adalah dengan adanya sebuah tanzim (organisasi) yang mengaturnya, sebagaimana yang Allah swt isyaratkan didalam qalam Nya yang mulia surat As Shoff ayat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’aiddu, sebuah kalimah yang singkat dan sederhana yang tertera pada lambang gerakan Ikhwanul Muslimin beserta gambar dua bilah pedang yang bersilangan dan sebuah Mushaf Quran yang berada diantara keduanya. Lambang yang memiliki arti bahwa Islam ini pasti tidak akan pernah bisa ditegakkan tanpa kekuatan yang mendukung gerakannya. Dan kata Wa’aiddu (Bersiap-siagalah) sebagaimana yang kami pahami memiliki makna yang dalam, sebagai seruan kepada setiap pembawa bendera kebaikan untuk senantiasa bersiap-siaga dalam setiap kesempatan untuk menyongsong kemenangan dakwah yang berada dihadapan kita. Kesiapan menyambut kemenangan adalah adalah sebuah keniscayaan yang mesti dipersiapkan, sehingga sebuah kemenangan dakwah yang diraih tidak malah menjadi sebuah fitnah dakwah yang diakibatkan ketidaksiapan para pengusungnya dalam mengelola kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sejarah Indonesia adalah beliau Soekarno, bapak proklamator yang berhasil mendeklarasikan bebasnya bangsa kita dari cengkraman penjajah asing yang telah berlangsung selama ratusan tahun.. namun sayang Soekarno rupanya belum siap dengan kemenangan yang diraihnya. Begitu pula dengan Soeharto, membangun sebuah dinasti orde baru, namun juga sayang karena ketidaksiapannya dengan kemenangan yang diperolehnya yang pada akhirnya membuatnya harus terjatuh dengan cara yang tidak baik pada akhirnya. Maka kita belajar dari Sejarah, bahwa ternyata kemengan-kemengan dakwah juga seharusnya kita iringi dengan persiapan stamina yang prima yang dapat menghantarkan kita tidak hanya sampai pada titik mencapai kemenangan, namun dapat memberikan kepada kita kekuatan untuk senantiasa menjaga dan mengelola kemenangan yang diperoleh dengan baik., sehingga kemenangan yang diraih pada akhirnya dapat memberikan kemanfaatan seperti yang diharapkan, dan tidaklah kemenangan itu akhirnya menjad fitnah dakwah yang dikarenakan perencanaan (Konsep) dakwah yang tidak menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stamina dakwah adalah paduan dari semangat yang kuat, kedalaman maknawiyah, kebersihan niat dan juga kemampuan pengelolaan dakwah yang mantap. Seringkali ketidak siapan stamina ini hanya dapat mengantarkan kita sebatas sampai kepada mencapai kemenangan (perolehan suara misalnya) saja, setelah itu stamina kita telah habis sehingga proses mempertahankan kemenangan ini hanya menjadi seremonial pencapaian target kuantitas dari program kerja yang dibuat yang pada akhirnya dapat menimbulkan fitnah dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. Q.s Al-Anfal:60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwati, dimanapun lini dakwah kita berada maka bersiap-siap mempersiapkan stamina yang prima adalah sebuah keharusan yang musti dipenuhi, baik di struktur partai, lembaga dakwah kampus, lembaga swadaya masyarakat, ataupun wajihah-wajihah lain pendukung gerak dakwah………Maka Bersiap-siagalah saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambishowab .&lt;br /&gt;Ngoresan Solo, awal tahun 2006&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-116848192705734234?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/116848192705734234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=116848192705734234&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116848192705734234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116848192705734234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2007/01/kemenangan-dan-persiapannya.html' title='Kemenangan dan Persiapannya....'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-116511592387169822</id><published>2006-12-03T10:10:00.000+07:00</published><updated>2006-12-20T10:26:17.220+07:00</updated><title type='text'>Barisan Para Da'i (Return...)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7107/3108/1600/398627/Ikhwan.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7107/3108/320/574454/Ikhwan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Assalamualaikum &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Jalan ini jalan panjang… &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Penuh onak dan berduri… &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Namun jua kau lalui… Tuk ilahi…. (Nasyid : Izzis) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3366ff;"&gt;Alhamdulillah akhirnya bisa kembali lagi menulis setelah sekian lama tidak mampir disini, rasanya waktu yang lama sekali.... ikhwan dan akhwat saudaraku semua semoga kita senantiasa diberikan kesabaran dalam beristiqomah di dalam barisan para da'i..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Ikhwah Fillahi Rahimakumullah, Saudara-saudaraku yang saya Cintai, Marilah kita berhenti sejenak dan melihat kondisi masyarakat kita yang terjadi pada masa ini, Betapa kemaksiatan telah menjadi sesuatu yang terasa layak didalam masyarakat, betapa orang yang memiliki ilmu sudah tidak lagi berarti diatara kita, betapa kemusyrikan terhadap Allah telah menjadi aqidah dalam masyarakat, betapa sudah tidak ada lagi batas dan jarak antara seorang lelaki dan wanita yang bukan muhrim, betapa moral dan perilaku yang baik sudah menjadi barang langka….dan betapa terasa jauhnya Allah dari bangsa ini.. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, Penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”(Qs.At-Taubah:70) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Ikhwah fillahi Rahimakumullah, ini adalah kondisi bangsa kita, Kondisi yang membuat kita merasa asing dengan keislaman kita, kondisi yang membuat Rasulllah hingga beruban karena merasa khawatir akan kondisi umatnya nanti, ini adalah kondisi bangsa kita ya ikhwah… &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Sesungguhnya Allah telah menciptakan kita sebagai manusia di muka bumi ini agar kita menjadi khalifah, agar kita melakukan perbaikan dimuka bumi ini dengan menyuruh kepada kema’rufan dan mencegak kepada kemungkaran sebagaimana yang disampaikan didalam Kalam-Nya: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”(Qs.Ali-Imran:104) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Maka jadilah kita para perubah yang merubah kemungkaran dengan kebijaksanaan islam, maka jadilah kita para pembaharu yang memperbaharui kebodohan dengan aqidah islam, maka jadilah kita duat yang mendakwahi dengan hikmah…. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Dan janganlah kita menjadi penambah masalah umat yang menambah beban umat, dan jangan pula kita menjadi penghancur yang menghacurkan pondasi umat…Marilah kita menjadi dai yang menyejukkan umat dengan perilaku dan akhlak yang mulia…marilah kita menjadi dokter yang menyembuhkan luka umat dengan senyum ramah… marilah bersama kita emban tugas yang maha mulia ini ya ikhwah..menjadi “nabi-nabi kolektif” yang berperang memperbaki akhlak bangsa dan mengembalikan kejayaan bangsa melalui kemuliaan islam. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, ini adalah tugas dan tanggung jawab kita, tanggung jawab yang telah Allah Swt bebankan kepada kita di dunia, dan sesungguhnya amanah ini pasti akan ditanyakan-Nya di akhirat kelak. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(Qs.Al-A’raf:96) Marilah kita kuatkan komitmen dan niat kita, satukan langkah dan rapatkan barisan, umat ini membutuhkan kita untuk memajukannya…Semoga Allah memuliakan kita dengan Islam. Semoga ada yang bisa direnungkan.. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Wallahualam Bishowab.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;Tulabi, Solo 3 Nov 2006&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-116511592387169822?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/116511592387169822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=116511592387169822&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116511592387169822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/116511592387169822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/12/barisan-para-dai-return.html' title='Barisan Para Da&apos;i (Return...)'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115643348629035851</id><published>2006-08-24T22:29:00.000+07:00</published><updated>2007-01-03T14:35:25.186+07:00</updated><title type='text'>Surat Kepada Para Pembaharu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/images.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" height="126" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/images.0.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum WR wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma Ba'du,&lt;br /&gt;Surat ini adalah surat yang pernah saya tulis ketika masih di kampus kepada saudara-saudara yang sangat saya cintai disana. Kepada mereka yang Allah berikan sebuah kelebihan dalam kesempatan untuk dapat membaktikan diri kepada islam dan ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami persembahkan surat ini kehadapan antum (anda) semua pengurus DEMA dan BEM/Senat , dengan keinginan yang sangat kuat untuk ikut memberi bimbingan kepada "umat" di kampus, yang urusan mereka telah Allah Swt bebankan ke pundak anda di zaman ini. Suatu bimbingan yang kiranya dapat mengarahkan semua masyarakat kampus diatas sebaik-baik jalan, Sebuah jalan yang dibangun oleh sebaik-baik sistem hidup, yang bersih dari kerancuan dan jauh dari ketidak pastian. dan jalan yang telah teruji oleh sejarah yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tidak sekali-kali mengharapkan apapun dari anda, cukuplah bahwa dengannya berarti kami telah menunaikan kewajiban dan mempersembahkan kepada anda sebuah nasihat. sungguh pahala Allah, Dialah yang lebih baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal Ikhwah yang sangat saya cintai, yang saat ini sedang mengemban amanah yang berat dari Allah Swt ini, Sungguh ketika kami menyeru, ada Qur'an ditangan kanan kami dan sunnah di tangan kiri kami, serta jejak kaum salaf yang saleh dari putra-putra terbaik umat ini adalah panutan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Allah Swt telah menyerahkan urusan dakwah di kampus ini terhadap antum, sehingga kemaslahatan urusan mereka hari ini semuanya berada di tangan antum. Sungguh amanah ini, untuk menjadi pengurus BEM dan DEMA bukanlah amanah yang ringan. Dahulu pernah berkata seorang pemimpin yang adil, " Seandainya seekor kambing di irak terpeleset kakinya, maka aku menganggap dirikulah yang harus bertanggungjawab di hadapan ALlah, mengapa aku tidak membuatkan jalan untuknya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika kita diilhami sebuah ungkapan bijak umar bin khathab " Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas: tidak mendapat dosa dan tidak pula diberi pahala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah,Sekali lagi Kami pun tidak akan sekali-kali mengharapkan apapun dari anda, cukuplah bahwa dengannya berarti kami telah menunaikan kewajiban dan mempersembahkan kepada anda sebuah nasihat. sungguh pahala Allah, dialah yang lebih baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal sulit yang harus dilakukan saat ini oleh kita untuk kembali dapat menyempurnakan pemahaman tentang "amanah" ini,memperbaiki kinerja lembaga, serta Men-sistematiskan pemikiran dan juga pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, yang perlu kita lakukan adalah mencoba untuk melihat dengan jelas dan bersama-sama menyepakati agenda-agenda apa saja yang menjadi beban amanah kita saat ini,atau me-list kembali seluruh pekerjaan-pekerjaan kita baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pekerjaan melist agenda ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dikarenakan waktu yang kita miliki selama menjadi pengurus pada umumnya hanyalah satu tahun, Sehingga dengan me-list inipun kita dapat membuat prioritas agenda mana saja diantara sekian banyak agenda yang ingin kita "bereskan" periode ini, karena sekali lagi kita paham bahwa satu tahun adalah waktu yang sangat pendek untuk bisa menyelesaikan semua agenda yang ada sehingga kita perlu untuk menentukan target agenda yang akan kita selesaikan. Panduan utama dalam melakukan prioritas agenda tentu saja akan kita letakkan pada dasar kemanfaatan, urgensi, dan juga waktu (Mendesak atau tidaknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Lakukanlah Evaluasi. Dalam konteks ini, proses evaluasi dilakukan dengan harapan bahwa nantinya kita akan dapat melihat dengan jelas tentang hal-hal apa saja yang menjadi kelemahan dimasa lalu dan juga peluang perbaikan dimasa depan untuk setiap agenda pekerjaan yang telah kita list dan yang telah kita sepakati untuk di selesaikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyepakati bersama tentang langkah efektif yang akan kita ambil untuk mencapai tujuan kita. Menentukan apa yang akan kita lakukan ini menjadi agenda yang sangat penting sehingga menghindarkan kita dari kerja yang "Sporadis". Membantu kita untuk menstrukturkan langkah, mensinergiskan gerakan, sehingga akan menciptakan bentuk gerak yang harmonis, indah, dan jauh dari kekecawaan pribadi setiap penggerak roda-roda dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan awal yang panjang dan melelahkan memang, namun inilah konsekuensi logis yang harus kita ambil dan kita ikhlaskan. Sekali lagi, bahwa pekerjaan ini mungkin akan menjadi pekerjaan yang melelahkan dan kadang membosankan, namun pekerjaan ini adalah pekerjaan "pokok" yang harus diselesaikan diawal. Terkadang kita akan menemukan kebuntuan ketika menunaikan pekerjaan ini, namun janganlah sampai sekali-kali kebuntuan ini memaksa kita untuk menyerah dengannya, yang kita butuhkan ketika menemui kebuntuan ini hanyalah sedikit "istirahat" dan juga mendengarkan pendapat-pendapat orang lain, misalnya para pendahulu ataupun mungkin orang yang lebih memiliki pengalaman, dan kemudian kita akan kembali lagi dengan semangat yang baru dan air muka yang lebih ceria dengan kesegaran yang terpancar dari pemikiran dan ide-ide baru yang cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,Semoga Allah Swt berkenan untuk menunjukkan kepada kita jalan kebenaran dan juga memberikan kepada kita kekuatan dan kemudahan untuk bisa mengikutinya. dan semoga Allah swt juga berkenan untuk menunjukkan kepada kita kebathilan dan memberikan juga kepada kita kekuatan dan kemudahan untuk menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakalallahu fiikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115643348629035851?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115643348629035851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115643348629035851&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115643348629035851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115643348629035851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/08/surat-kepada-para-pembaharu.html' title='Surat Kepada Para Pembaharu'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115478718323886468</id><published>2006-08-05T20:57:00.000+07:00</published><updated>2006-09-18T10:40:42.120+07:00</updated><title type='text'>"Diantara Kita Dan Demokrasi"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/Perbaharui%20Pemikiran.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/images2.4.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 81px" height="96" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/images2.4.jpg" width="139" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt; Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."&lt;/em&gt; (Qs An-Nisaa’:59)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Bismillah, Ba’da Tahmid wa Sholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah sebagai lanjutan dari tulisan ana sebelumnya “Bid’ahkah Berpartai” dan “Kekhalifaan Pentingkah?”, tulisan yang ingin dengannya ana bisa menjawab beberapa pertanyaan ikhwah melalui blog ini, semoga dapat menjadi penjelas sekaligus penerang kepada kita yang senantiasa mengikrarkan diri untuk berada di dalam barisan para da’i. Dan semoga Allah Tabaraka wa ta’ala memberikan kepada ana kemudahan dalam memahami din ini. Sesungguhnya perihal Demokrasi ini merupakan suatu permasalahan kontemporer (Aktual) didalam islam, perihal yang muncul belakangan, dan sesungguhnya pula telah banyak dibahas oleh banyak ulama. Ada berbagai pandangan yang telah disampaikan oleh mereka yang memiliki ilmu didalam permasalahan demokarsi ini, Insya Allah ana akan mencoba menggambarkan melalui tulisan ini beberapa hal yang menjadi pokok persoalan didalam pembahasan tentang demokrasi menurut pandangan Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya Al-Islam, Didalamnya telah tercakup segala hal, yang mengatur setiap segi perikehidupan manusia dengan memberikan pedoman yang menyeluruh dan tidak terpisah-pisah, yang mengandung nilai-nilai ilahiyah yang tidak akan pernah terkadaluarsa oleh zaman, kemuliaannya memuliakan manusia, cahayanya menerangi kegelapan hati, serta menjadi pedoman juga ukuran mutlak dalam urusan manusia. Tentang Demokrasi ini, ada sebuah Tesis menarik dari Abdul Qadim Zallum ,seorang tokoh gerakan Hizbut Tahrir yang menganjurkan untuk meninggalkan Demokrasi, serta mengharamkan apabila diambil atau juga menyebarluaskannya. Diantara pokok pemikiran beliau adalah dengan mengatakan bahwa Demokrasi bertentangan secara total dengan Islam baik dari segi kemunculannya, akidah yang melahirkannya, asas yang mendasarinya, serta ide dan aturan yang membawahinya. Thesis beliau yang kemudian dibukukan ini cukup menarik untuk disimak beserta argument dan dalil yang beliau sampaikan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sementara ada juga sebuah buku yang ana gemari ketika masih kuliah dulu, ditulis oleh Anis Mata, Lc Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera, yang berjudul “Menikmati Demokrasi”. Didalam buku kecil ini terdapat banyak sekali pemikiran-pemikiran beliau tentang demokrasi yang juga sangat menarik untuk diikuti. Salah satu ungkapan beliau untuk menggambarkan hubungan antara Demokrasi dan Islam adalah “Demokrasi dengan Islam itu bertolak belakang pada sisi yang sangat prinsip, namun demokrasi juga bersinggungan dengan Islam pada titik yang sangat prinsip”, ungkapan yang mengisyaratkan bahwa sebenarnya terdapat sisi-sisi dari demokrasi yang tertolak oleh islam kerena tidak sesuai, namun ada juga sisi-sisi dimana demokrasi itu diterima didalam Islam. Namun ana tidak ingin pada kesempatan ini mengajak antum untuk bersama membedah secara langsung kedua tulisan mereka, ana ingin mengajak antum untuk bersama melihat lebih dekat bagaimana persoalan demokrasi ini didalam optik Islam, agar memudahkan pembahasannya, tulisan ini secara garis besar ana membaginya secara implisit kedalam 2 pokok pemikiran, pertama yaitu bagaimana demokrasi ini diletakkan didalam pandangan rumah tangga Islam kita, sedang yang kedua adalah bagaimana sikap kita seharusnya terhadap demokrasi dalam tantangan dakwah saat ini. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Para ulama dan pemikir Islam didalam memandang persoalan Demokrasi ini bisa ana kelompokkan ke dalam 3 kelompok besar, Pertama adalah mereka yang berpendapat bahwa Demokrasi dengan islam adalah sesuatu yang sangat berbeda dan tidak akan pernah bisa untuk disatukan dikarenakan perbedaan-perbedaan prinsip didalamnya. Pendukung Gerakan pemikiran ini salah satu contohnya adalah beliau Abdul Qadim Zallum yang telah ana sampaikan diatas, pemikiran ini muncul pada awalnya ketika terjadi gelombang gerakan konstitusional di Iran antara tahun 1905 hingga 1911. Didalam hal ini Muhammad Hussein Thabathaba'i mengutip surat Al-Mu’minuun ayat 71 &lt;em&gt;“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedang kelompok yang kedua adalah mereka yang berpendapat bahwa demokrasi itu berada didalam islam, karena keduanya sejalan dan memiliki prinsip-prinsip yang sama. Misalnya prinsip-prinsip demokrasi seperti &lt;em&gt;Syura&lt;/em&gt; (Musyawarah, Qs Ali-Imran:159), adalah (Keadilan,Qs-Al-maidah:42,dll), &lt;em&gt;Ijma&lt;/em&gt; (Konsensus), atau juga &lt;em&gt;Ijtihad&lt;/em&gt; (Independent Reason),dll. Kesemuanya prinsip-prinsip ini adalah sama dengan apa yang digariskan didalam syariat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan kelompok yang terakhir adalah mereka yang berpendapat bahwa didalam Demokrasi terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan Islam, namun ada juga nilai-nilainya yang bertentangan dengan Islam, sebagaimana yang disampaikan Anis Mata, Lc didalam bukunya “Menikmati Demokrasi” yang ana sebutkan diatas. Salah satu contohnya adalah dengan apa yang disampaikan oleh Abul A'la Al-Maududi, pemikir dan pendiri gerakan Jamaat-i Islami di Pakistan, yang mengatakan bahwa didalam demokrasi sekuler Barat, pemerintahan dibentuk dan diubah dengan pelaksanaan pemilihan umum. Sedangkan Demokrasi didalam Islam, katanya, juga memiliki wawasan yang mirip, tetapi perbedaannya terletak pada kenyataan bahwa kalau di dalam sistem Barat suatu negara demokratis menikmati hak kedaulatan mutlak, maka dalam demokrasi Islam, kekhalifahan ditetapkan untuk dibatasi oleh batas-batas yang telah digariskan oleh Hukum Ilahi. &lt;em&gt;“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam&lt;/em&gt;." (al-A’râf: 54).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Lalu dimana pendapat pribadi ana.? Ana awali Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim &lt;em&gt;“Allahumma Rabb Jibril, Mikail, Israfil. Yang menghamparkan langit serta bumi, mengetahui yang ghoib dan yang terang. Engkaulah yang memutuskan hukum diantara hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Dengan Izin Mu, tunjukanlah kebenaran kepadaku, dalam perselisihan itu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Semoga Allah Swt memberikan kepada ana pemahaman terhadap Din ini.. sesungguhnya ana selalu berusaha menghindarkan diri dari sifat ghuluw (berlebih-lebihan), dan berusaha termasuk tergolong kedalam ummatan wasatan (Umat pertengahan), berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dan tidak juga mengurang-ngurangkan, pendapat ana lebih cendrung sebagaimana pendapat mereka yang mengatakan bahwa diantara demokrasi dan Islam ada kesamaan dan ada juga perbedaan diantara prinsip-prinsip keduanya. Kita bisa mengakui bahwa terdapat perbedaan didalamnya, maka seharusnya juga kita bersikap jujur kalau juga terdapat kesamaan diantara keduanya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Agama dan Demokrasi memang sesuatu yang berbeda, agama berasal dari wahyu ilahi, sedang demokrasi berasal dari pergumulan pemikiran manusia, sehingga agama memiliki dialektika dan loginya sendiri, sedang demokrasipun memiliki logika dan dialektikanya sendiri pula. Namun menurut ana tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi, Selama nilai yang dibawa demokrasi tidak menjadi hukum tandingan atas hukum yang Allah turunkan, atau juga tidak melanggar batasan pagar syar’i yang digariskan oleh Allah Swt. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Diantara perbedaan dan persamaan Demokrasi dengan Islam adalah, Pertama, Musyawarah atau Syuro. Diantara Demokrasi dan Islam keduanya sama-sama mengakui prinsip dan cara yang sama dalam mengambil sebuah keputusan. Didalam kehidupan demokrasi kita mengenalnya dengan sebutan sidang atau rapat, sedang didalam islam prinsip ini dikenal dengan istilah Syuro. Namun selain memiliki kesamaan dalam prinsip musyawarah ini, keduanya juga memiliki perbedaan yang sangat prinsip. Didalam Islam, syuro ini tidak bisa dengan mudah diikuti oleh setiap orang, hanya mereka yang memang memiliki ilmu (ahli/ulama) tentang keputusan yang akan diambil dan kedua pelaksanaan syuro hanyalah digunakan untuk memutuskan permasalahan-permasalahan yang membutuhkan ijtihad, dan bukan permasalahan yang telah jelas ketentuannya didalam Al-Quran dan sunnah. Sedangkan didalam Demokrasi, Setiap orang memiliki hak bersuara yang sama, tidak memperdulikan siapa dia, seorang ahli (Ulama) atau hanya seorang biasa yang tak berilmu, didalam demokrasi liberal juga dibolehkan untuk membahas dan mengambil keputusan tentang permasalahan-permasalahan apa saja, bahkan permasalahan-permasalahan yang telah jelas ditetapkan hukum halal-haramnya oleh Allah Swt. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua, Pengambilan keputusan. Didalam demokrasi kita mengenal adanya konsensus atau dalam islam kita juga mengenal ijma (Kesepakatan bersama). Ataupun proses pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Didalam islam pun kita mengenal sebuah cara untuk mengambil hukum (istimbath) berdasarkan suara terbanyak (Jumhur), maka keputusannya lebih kuat, namun sekali lagi keputusan-keputusan yang dibuat didalam Islam, bukanlah mengenai perihal-perihal yang telah jelas hukumnya didalam Al-qur’an dan As-sunnah, melainkan masalah-masalah yang membutuhkan ijtihad, Sedangkan didalam demokrasi, hal-hal yang telah jelas haram didalam Islam pun bisa menjadi halal asalkan didukung oleh suara terbanyak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, Pinsip kebebasan, didalam Islam pun kita mengenal prinsip ini (Al-Hurriyah). setiap warga masyarakat diberi hak dan kebebasan untuk mengeksperesikan pendapatnya. Sepanjang hal itu dilakukan dengan cara yang bijak dan memperhatikan al-akhlaq al-karimah dan dalam rangka al-amr bi-‘l-ma’ruf wa an-nahy ‘an al-‘munkar, maka tidak ada alasan bagi Siapapun untuk mencegahnya. Didalam Demokrasi pun demikian, didalamnya mengenal kebebasan, namun dalam demokrasi liberal Barat, kebebasan yang diberikan tidak memiliki batas-batas yang jelas, dan dapat disalahgunakan dengan sangat mudah. Di negara-negara Barat, meskipun terdapat kebebasan, namun dalam banyak kasus ia dibarengi dengan tujuan-tujuan pencarian keuntungan materi dan hal-hal yang tak bernilai, dan yang jelas, bertentangan dengan kebaikan dan kemaslahatan hakiki masyarakat. Oleh karena itu kebebasan seperti ini dapat digunakan untuk hal-hal yang berlawanan dengan kepentingan rakyat, dan atas nama kebebasan, banyak sekali perbuatan jahat mendapatkan pembenaran. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagaimana kita saksikan di Barat, sebagian perbuatan yang bertentangan dengan moral dan kemuliaan manusia, mendapatkan legalitas dan perlindungan hukum. Diantaranya dapat disebutkan, hubungan seks sejenis dan hubungan-hubungan seks illegal, kebebasan berpakaian sehingga masyarakat berpakaian seenaknya, dll di negara-negara barat tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Selain yang telah ana sebutkan masih ada juga prinsip-prinsip lain dari keduanya yang memiliki kemiripan tapi tak sama, seperti al-adalah (Keadilan), Al-Musawah (Kesetaraan), ataupun Mas’uliyyah (Tanggung jawab), tentang tanggung jawab (Mas’uliyyah) ini Ibn Taimiyah pernah mengatakan bahwa penguasa merupakan wakil Tuhan dalam mengurus umat manusia dan sekaligus wakil umat manusia dalam mengatur dirinya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dengan dihayatinya prinsip pertanggung jawaban (al-masuliyyah) ini diharapkan masing-masing orang berusaha untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat luas. Dengan demikian, pemimpin/penguasa tidak ditempatkan pada posisi sebagai sayyid al-ummah (penguasa umat), melainkan sebagai khadim al-ummah (pelayan umat). Sehingga dengan demikian, kemaslahatan umat wajib senantiasa menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan oleh para penguasa, bukan sebaliknya rakyat atau umat ditinggalkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dari dasar inilah kemudian ana pribadi berpendapat bahwa seharusnya kita bisa bersikap lebih jujur dan bijak dalam melihat permasalahan ini, agar kita mengetahui dengan pasti bahwa sesungguhnya demokrasi telah membawa nilai-nilai yang bisa menghantarkan kita kepada penghianatan terhadap Allah Swt karena mengikuti hukum yang telah dibuat berdasarkan hawa nafsu, dan agar kita juga tidak menutup mata bahwa sesungguhnya dibalik ketertolakan demokrasi di mata Islam, Demokrasi juga memiliki persamaan yang mendasar dengan Al-Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;etelah kita mengetahui bersama bagaimana kedudukan Demokrasi dalam pandangan Islam, maka tahapan kedua yang ana rasa seharusnya kita bicarakan adalah “Bagaimana sikap kita terhadap demokrasi dalam tantangan dakwah saat ini..” Bagaimana didalam konteks aktual dakwah dengan berbagai peluang dan tantangannya saat ini, dimanakah seharunya demokrasi ini diletakkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ana memulainya dengan mengutip ucapan dari Sayyid Qutb, seorang tokoh gerakan Ihkwanul Muslimin Mesir yang pada akhirnya dihukum mati oleh rezim penguasa mesir saat itu, di tahun 1966. Beliau mengatakan bahwa “sebuah negara Islam harus berlandaskan pada prinsip musyawarah sebagaimana yang tercantum dalam al-Quran, Dan bahwa syariat islam itu telah sangat lengkap sebagai suatu sistem moral dan hukum, sehingga tidak diperlukan legislasi yang lain.” Sehingga sebagaimana beliau ana pun berfikiran yang sama, bahwa sebagai seorang muslim kita wajib untuk menggunakan syariat islam sebagai panduan didalam kehidupan, menjadikan hukum-hukum Allah Swt sebagai dasar dari setiap keputusan, atau dengan bahasa yang lain, tentu saja kita akan memilih hukum syariat sebagai hukum utama dalam kehidupan bernegara, dibandingkan dengan menggunakan demokrasi. Ana kira ini sudah jelas bagi kita semua, sebagaimana telah di firmankan oleh Allah Swt didalam Kalam-Nya yang Suci &lt;em&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”&lt;/em&gt; (Qs Al-Ahzab:36)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan sekarang yang menjadi pertanyaan besar yang pertama kepada kita bersama adalah “Lantas bagaimana dengan kondisi saat ini dimana pemerintahan kita menggunakan demokrasi sebagai “baju” pemerintahan dan bukanlah Islam..” apakah yang akan kita lakukan.?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah kita harus “Bergerak” melakukan perubahan? Tentu saja dengan sangat tegas akan ana jawab, Iya. Bangsa ini memiliki mayoritas masyarakat muslim, sehingga sudah seharusnya diatur juga dengan menggunakan aturan-aturan Islam, dan dipimpin oleh pemimpin-pemimpin Islam yang berserah diri kepada Allah Swt, bersungguh-sungguh didalam memperjuangkan nasib rakyatnya, serta memiliki kapasitas keilmuan dan ketaqwaan yang baik disisi Allah Swt. Namun saat ini yang terjadi, bangsa ini dipimpin oleh mereka yang bersikap fobi terhadap Islam, tidak mementingkan apa yang menjadi kebutuhan umat, senantiasa mementingkan kepentingan pribadi, tidak peka terhadap penderitaan rakyat, dll. Apakah alasan-alasan ini masih belum cukup untuk membuat kita bangkit dan bergerak “membebaskan” umat dari keterbelakangan dan ketidakpahaman terhadap hak mereka..?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Maka yang menjadi pertanyaan besar selanjutnya bagi kita saat ini adalah? Bagaimana caranya agar kita dapat memiliki Islam sebagai aturan hidup dan mendapatkan pemimpin yang Islami..? Telah terjadi perbedaan pendapat diantara para pejuang dakwah negeri ini tentang bagaimana cara agar umat islam di negeri ini dapat memperoleh kembali hak-haknya. Untuk merealisasikan agar nilai2 Islam dapat ditanamkan di negara ini, dan untuk merealisasikan agar penerapan hukum bangsa ini sesuai dengan yang ditetapkan oleh Allah Swt, serta untuk merealisasikan kecintaan teradap Allah Swt, maka para tokoh-tokoh Islampun bergerak dan mengambil langkah untuk dapat merealisasikannya. Perbedaan gerak dan sikap pun terjadi dalam perlombaan merealisasikan cita-cita besar umat ini. Ada yang mengambil langkah ekstrim, ada yang mengambil gerakan bawah tanah, namun ada juga yang menggunakan pendekatan diplomatis agar dapat terlaksananya tujuan mulia ini, pilihan manakah yang sebaiknya kita pilih.? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Tentu saja pilihan yang kita ambil ini akan memberikan konsekuensi tanggungjawab kepada kita yang harus turut andil didalam perjuangan ini, serta tidak hanya diam melihat masyarakat yang semakin terpuruk dan tenggelam didalam derasnya banjir nilai-nilai liberal yang melanda bangsa ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Keputusan langkah apa yang harus diambil untuk dapat merealisasikan terciptanya nilai-nilai syariah di tanah Indonesia sudah seharusnya diambil dengan melalui pertimbangan-pertimbangan matang, tingkat prioritas masalah, serta disesuaikan dengan kondisi aktual yang ada. Keputusan yang diambil seharusnya dapat memberikan kemanfaatan yang besar dan bisa meminimalkan resiko yang mungkin dapat terjadi. Dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan inilah maka langkah yang paling relevan dan dapat memberikan kontribusi kemanfaatan yang nyata, serta memberikan resiko yang minim adalah dengan memasuki wilayah-wilayah pembuat keputusan, diantaranya adalah Legislatif (Parlemen) dan juga pemerintahan (Eksekutif), karena disanalah nasib umat ini ditentukan, disanalah aturan-aturan yang mengatur kehidupan umat islam bangsa ini dibuat, maka dari itu harus kita rebut dari mereka orang-orang yang anti terhadap islam, meraka yang tidak menyukai bila dakwah ini berkembang, dan kemudian kita serahkan urusan pembuatan keputusan umat kepada mereka yang berilmu dan berungguh-sungguh karena Allah Swt atau dengan istilah ana “Mengislamkan wilayah kekuasaan”. Ketika orang-orang Islam membiarkan dan menjauh dari parlemen, maka sesungguhnya tempat-tempat itu akan diisi oleh orang-orang yang belum tentu keislamannya, maka relakah kita menyerahkan urusan kita kepada mereka yang tidak mengerti.? Sebuah contoh kecil, dulu pembuat UU adalah orang sekuler dan anti terhadap islam, mereka melarang wanita islam untuk berjilbab sesuai dengan tuntunan Islam, namun lihatlah sekarang hasil perjuangan mereka yang berusaha merubah kebijakan di parlemen sana…sudah bisa kita lihat hasilnya sangat banyak perubahan yang bisa kita lihat saat ini, hampir disepanjang jalan, disekolah-sekolah, dikantor-kantor, telah dipenuhi oleh kaum muslimah yang tampak indah dengan gaun taqwanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebuah konsekuensi berat yang melekat pada keputusan untuk masuk kedaerah pembuat kebijakan (Parlemen), adalah bertemu dengan “Demokrasi”. Seperti sebuah momok yang besar yang harus dihadapi. Namun apabila menggunakan logika demokrasi bukankah demokrasi sendiri yang mengatakan bahwa keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak? Maka dengan memiliki orang-orang yang duduk di Parlemen dengan jumlah suara signifikan, maka Insya Allah, kita bisa membawa umat ini ketujuan yang sesuai dengan aturan Allah Swt. Apakah ada yang akan mengatakan “ah tidak mungkin itu akan terjadi”, maka sesungguhnya tidak seharusnya tidak seperti itu sikap kita, tidak seharusnya kita bersikap pesimis di dalam perjuangan dakwah, seharusnya kita bisa memberikan semangat kepada mereka-mereka kaum muslimin yang telah berijtihad melakukan perbaikan melalui parlemen, seharusnya kita bisa saling bahu-membahu mengantarkan negeri ini dan isinya kepada keridhoan Allah, dan bukanlah sikap saling menjatuhkan dan merendahkan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya kata demokrasi selama ini digunakan sebagai istilah yang melariskan (Seperti juga istilah Reformasi), masih akan terasa sulit kalau kita langsung menggunakan istilah2 islam dengan bahasa arab, bukankah yang terpenting adalah substansinya. Maka pekerjaan berat yang harus dilakukan para dai yang mendapatkan amanah di legislatif adalah bagaimana membuat substansi demokrasi seislam mungkin, toh “demokrasi” hanyalah sebuah istilah, sedang yang penting adalah substansi yang diimplementasikan. Lantas apakah kita akan mengatakan bahwa “ah, tu tidak mungkin, bagaimana bisa…”. Pekerjaan “Mengislamkan demokrasi” ini memang bukan pekerjaan yang mudah, namun inilah yang harus dilakukan. Ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui untuk dapat memiliki sebuah Negara yang meletakkan Islam sebagai landasan hukum, ada persiapan-persiapan yang harus kita lakukan untuk mencapai kesana, semuanya tidak bisa dicapai secara instant, namun harus melalui proses dan tahapan-tahapan yang seharusnya dipersiapkan. Diantaranya tahapan-tahapan ini : Konsep kenegaraan yang harus disiapkan, proses pembelajaran dan penyadaran masyarakat tentang politik bersih ala islam, menyiapkan ustadz-ustadz yang memiliki kemampuan negarawan, menyiapkan sistem pemerintahan, dan lain sebagainya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”&lt;/em&gt; (Ali Imran:159)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagaimana yang telah Allah Swt sampaikan didalam Surat Ali Imran diatas, Maka didalam urusan duniawi, sudah seharusnya kita berkap lemah lembut terhadap mereka kaum muslimin yang masih belum memahami tentang hakikat Islam ini, Seandainya kita bersikap keras hati serta kasar niscaya akan membuat mereka lari dan menghindarkan diri dari dakwah kita, sesungguhnya dakwah ini adalah seruan simpati, seruan yang mengajak dengan hikmah bukan dengan menghakimi, yang mengajak kepada kebenaran dengan kelemahlembutan bukan dengan kekerasan hati, serta Musyawarahkanlah hal ini dengan mereka sebaik-baiknya, sampai Allah Swt mentakdirkan Islam ini tegak dan tiada lagi Fitnah dimuka bumi ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya Ini adalah pekerjaan besar bagi kita, Kerja Bakti yang seharusnya diikuti oleh setiap warga muslim, saling Bantu membantu membersihkan kotoran negative barat dan kekafiran dari lingkungan kampung islam kita, agar keluarga kita, anak-anak kita bisa terbebas dari penyakit-prnyakit sekuler yang mewabah dengan cepat. Bersama-sama memberikan semangat untuk terus bergerak, saling ingat-mengingatkan dalam menapaki langkah-langkah dalam kebenaran. Semoga Allah Tabaraka Wa ta’ala memberikan kepada kita kebersihan hati, menganugrahkan kepada kita ikatan ukhuwah yang kuat diatas aqidah Islam, serta Semoga Allah memberkahi kita didalam setiap aktivitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahufiikum. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Al fakir ilallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Tulabi—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Melayu, 6 Agustus 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115478718323886468?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115478718323886468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115478718323886468&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115478718323886468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115478718323886468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/08/diantara-kita-dan-demokrasi_05.html' title='&quot;Diantara Kita Dan Demokrasi&quot;'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115452961570571070</id><published>2006-08-02T21:13:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T21:48:17.750+07:00</updated><title type='text'>Kekhalifaan Pentingkah.?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/images2.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 149px" height="127" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/images2.0.jpg" width="89" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sudah memasuki bulan Agustus, tidak lama lagi insya Allah kita akan memasuki kembali bulan Ramadhan “Allahumma baariklanaa fii rajaba wa sya’ban, wa balighnaa fii ramadhan”. Di Blog ini ada sebuah keinginan besar didalam hati ini untuk menuliskan beberapa hal tentang Demokrasi didalam pandangan Islam, melanjutkan tulisan ana sebelumnya “Bid’ahkah Berpartai”. Bagaimana Demokrasi itu di “duduk”kan diantara kita, dan mampukah Demokrasi merebut hati kaum muslimin. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun sebelum kita berbicara perihal Demokrasi, terlebih dahulu ana ingin mengajak antum untuk berbicara tentang pentingnya keberadaan khalifah Islam di muka bumi ini, dan bagaimana hukum tegaknya sebuah khalifah. Perbincangan ini ana rasa akan sangat membantu menyamakan persepsi kita ketika nanti tiba saatnya kita berbicara tentang Demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan kali ini, ana menggunakan metode yang lain dan baru dari tulisan-tulisan ana sebelumnya, tulisan ini diambil langsung dari sebuah diskusi ana dengan beberapa orang ikhwan beberapa waktu yang lalu dalam sebuah forum diskusi. Kita misalkan saja para ikhwan yang bertanya kepada ana  kita namai Mr Fulan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Mr Fulan Bertanya :&lt;br /&gt;Yang saya ingin tanyakan, sebenarnya langkahnya gimana bisa membuat negeri impian begitu? Kan perlu diingat, hampir semua birokrat Indonesia masih peninggalan OrBa(yang katanya 70-80% korup, atau bahkan lebih), lah koq apa iya tiba2 misal indonesia diqodar jadi kekhilafahan, langsung bless BBM murah, negara impian dalam waktu cepat, begitu? Apa caranya mengganti ratusan ribu atau jutaan pegawai negeri menjadi orang2 yang amanah di dalam pemerintahan, atau bagaimana?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Bismillah, Saudaraku Fulan, ana berfikir, antum sangat cermat dalam melihat masalah ini. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Daulah islamiyah sesungguhnya adalah cita-cita terbesar umat ini, Kenapa ? karena dengan adanya daulah (negara) yang berafiliasi penuh terhadap Islam, maka umat ini akan memiliki penguasa-penguasa dan para pemimpin muslim yang pikiran dan perhatiannya hanya akan terfokus penuh untuk membawa umat-umatnya agar lebih dekat dengan Allah Swt. Kerena dengan memiliki Daulah Islamiyyah, maka hak-hak kaum muslimin akan terjaga,karena dengan memiliki daulah islamiyah, maka setiap muslim (Dan juga non muslim) akan memiliki kebebasan untuk beribadah kepada tuhannya tanpa dihalang-halangi, dan yang lain sebagainya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun harus kita ingat akhi, bahwa hanya dengan daulah saja, tidak dengan sendirinya akan menjamin islam ini akan tegak. Melainkan melalui pemberian pemahaman islam yang sempurna kepada masyarakat, dan melalui pembentukan kepribadian islam terhadap umat, serta pembinaan yang terus menerus terhadap umatlah yang dapat menegakkan islam ini. Telah banyak sejarah pemerintahan atas nama Islam yang kita lihat ternyata bersikap tidak Islam. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sehingga yang bisa kita simpulkan, bahwa dengan memiliki daulah (Negara) islamiyah maka kita akan memiliki semacam alat dan sarana yang memudahkan kita untuk menanamkan nilai-nilai islam melalui kekuasaan yang dimiliki. Namun, daulah islamiyah ini tidak akan dapat memberikan kontribusi apa-apa terhadap islam ketika tarbiyyah (Pembinaan) terhadap umat tidak dilakukan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mr Fulan :&lt;br /&gt;Berarti saya mengambil kesimpulan bahwa sebelum masa daulah(pra-daulah), yang harus getol dilakukan adalah tarbiyyah/pembinaan ummat dulu, lalu bisa muncul daulah untuk mengontrol negara melalui kekuasaan yang islami.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Tarbiyyah ataupun pembinaan juga takwiniyyah atau pembentukan pribadi muslim itu waktunya tidak tergantung apakah harus sebelum daulah ada ataukah sesudah daulah berdiri, Pembinaan terhadap diri kita sendiri dan kepada masyarakat ini dilakukan setiap masa, kapan saja, dan terus menerus. sehingga orang-orang yang belum memahami tentang islam akan menjadi tahu dan paham. kemudian orang-orang yang telah paham pun akan tetap istiqomah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mr Fulan :&lt;br /&gt;Pertanyaan saya selanjutnya :1.Tarbiyyah terhadap ummat dari segi agama saja atau juga pemberdayaan ekonomi(yang mungkin ingin mencapai ekonomi islami)?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Yang dimaksud dengan Islam yang Kaffah adalah islam yang menyeluruh (Muamalah/Ekonomi pun termasuk didalamnya), tidak mengambil sebagian syariat dan meninggalkan sebagian yang lain. Sehingga Tarbiyyah yang dilakukanpun memiliki tujuan supaya Kaffah ini. Tarbiyyah dilakukan pada semua sisi manusia, sedang Manusia itu sendiri tidak hanya terdiri akal saja atau Ruh saja atau hanya tubuh saja. Tapi ketiganya yang harus dibina secara bersamaan tanpa menghilangkan satu unsur sekalipun. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Telah kita pahami bersama bahwa manusia diciptakan dengan tujuan-tujuan tertentu yang Allah Swt tentukan, diantaranya agar manusia itu beribadah kepada Allah (Qs.Adz-Dzariyat:56), Agar manusia menjadi khalifatul fil arrdi (Pemimpin dimuka bumi) untuk melakukan perbaikan, dan untuk mengajak manusia kepada yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar (Ali-imran:104). Maka manusia sebagai mahluk memiliki tugas dan tanggung jawab kepada Allah Swt yang telah menciptakannya, dan juga tugas terhadap bumi ini (juga manusia didalamnya) untuk memakmurkannya (Berusaha memperbaiki dan mencegah kerusakan oleh manusia) . Sehingga seorang muslim menjadi tidak bijak apabila dirinya hanya memperhatikan hubungannya dengan Allah Swt saja dan mengabaikan tanggungjawabnya kepada manusia yang lain, atau begitupula sebaliknya seorang muslim menjadi tidak bijak ketika hanya memperhatikan hubungannya dengan manusia saja tanpa memperdulikan tanggungjawabnya kepada Allah Swt. Sehingga yang bisa kita simpulkana adalah bahwa Kehidupan seorang muslim haruslah senantiasa seimbang (Tawazun).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mr Fulan:&lt;br /&gt;2. Bagaimana proses pencapaian menuju daulah? Apakah daulah berdiri lewat jalur konstitusionil atau lewat jalur "revolusi"?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Sebelumnya kita harus pahami kembali, Adanya Daulah Islamiyyah tidak dengan sendirinya akan memperbaiki, namun faktor pembinaan berkelanjutan dan dakwah yang sistematislah yang akan memperbaiki masyarakat. Walau ada yang namanya daulah islamiyyah namun didalamnya tidak terdapat dakwah dan nasihat, maka akan sama saja karena tidak akan dapat memberikan kontribusi apa-apa.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian ada perbedaan dari para pejuang dakwah tentang cara harus membangun daulah, ada yang berpendapat harus melalui revolusi frontal dan ada yang berpendapat lebih baik melalui jalur konstitusional Formal. Kalau pendapat ana pribadi, ana mendasarkan keputusan untuk memilih jalan membangun daulah atas dua dasar. yang pertama bahwa ana lebih memprioritaskan substansi dari pada simbol. dan yang kedua, Dalam urusan duniawi suatu keputusan yang kita ambil haruslah kita perhitungkan manakah yang lebih besar, apakah manfaat ataukah mudhoratnya. kalau suatu keputusan itu manfaatnya lebih besar, maka kita harus mengambilnya dan mengenyampingkan resiko mudhorot yang kecil tadi, begitu pula sebaliknya.apabila suatu keputusan unsur mudhoratnya lebih besar, maka harus kita tinggalkan, walaupun didalamnya terdapat sedikit manfaat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian secara Jujur berdasarkan kedua prinsip diatas, maka ana pribadi memilh untuk melalui jalur konstitusional, walaupun disana juga ada resikonya (seperti bersentuhan dengan hukumnya produk manusia ataupun demokrasi, bukan kita harus mengikutinya, namun berusaha mendekatkannya dengan syariat Allah Swt sedekat mungkin), namun resiko ini lebih kecil dibandingkan resiko yang akan kita ambil apabila melalui revolusi frontal.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mr Fulan :&lt;br /&gt;3. Apakah kontrol negara daulah atas rakyatnya nanti(baca:indonesia)akan memilih jalur yang represif atau bagaimana, karena belum tentu penduduk indonesia sudah 100%(muslimnya)terbina lewat ideologi yang diusung pemerintahnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Harus kita sadari bahwa agama ini bukanlah paksaan, tapi hanya ajakan. Sehingga Daulah islamiyah nanti tidak akan memberikan jaminan bahwa setiap orang akan mengikuti islam. kita bisa lihat, bahkan di Jaman rasulullah sekalipun ketika dipimpin langsung oleh rasulullah, juga masih banyak juga orang yang munafik dan kafir, karena begitulah Sunnatullah yang telah diatur.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mr Fulan :&lt;br /&gt;Lalu Umat Islam yang mana yang bercita-cita Daulah Islamiyah?. Fakta menunjukkan bahwa mayoritas 'umat Islam' negeri ini tidak menginginkannya. Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab: Pertanyaan Mr Fulan ini ada dua. Yang pertama, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Umat Islam yang mana yang bercita-cita Daulah Islamiyah?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ini bisa saja ana balik bertanya, lalu umat islam yang mana yang tidak bercita-cita daulah islamiyah? Tapi memang ana akui, di Indonesia mayoritas masyarakat islam kita adalah islam kultural, yang sejak dilahirkan sudah berlebel Islam. dan yang kedua karena memang dakwah itu senantiasa sedikit pengikutnya, sehingga kalau hanya ada sedikit saja dari orang Islam yang menginkan adanya daulah, maka ana kira itu sunnatullah. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan pertanyaan yang kedua, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa kita harus berdaulah Islamiyah? Semoga ana bisa memberikan sedikit gambaran. Dimulai dari Definisi daulah Islamiyah, Imam Taqiyyuddin An Nabhani mendefinisikan Daulah Khilafah sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia (satu untuk sedunia) untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengembang risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada dasar syar'inya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;"&lt;em&gt;Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai…”&lt;/em&gt; (Qs. Ali-’Imraan: 103). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.”&lt;/em&gt; (Qs. An-Nisaa`: 59).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Atau dalil hadits dari Abdullah bin Umar meriwayatkan, “&lt;em&gt;Aku mendengar Rasulullah mengatakan, ‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, nescaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah (kepada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah&lt;/em&gt;.” [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedang Rasulullah Saw pernah menyampaikan “&lt;em&gt;Barangsiapa mendatangi kalian --sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah)-- dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jemaah kalian, maka bunuhlah dia&lt;/em&gt;!” [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Atau juga didalam riwayat yang lain, Rasulullah menyampaikan &lt;em&gt;“Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.”&lt;/em&gt; [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Atau juga “&lt;em&gt;Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksimal mungkin. Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu&lt;/em&gt;.” [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah di atas menegaskan adanya kewajiban bersatu bagi kaum muslimin atas dasar Islam –bukan atas dasar kebangsaan atau yang lain— di bawah satu kepemimpinan,yaitu seorang Khalifah. Dalil-dalil di atas juga menegaskan keharaman berpecah-belah, di samping menunjukkan pula jenis hukuman syar’i bagi orang yang berupaya memecah-belah umat Islam menjadi beberapa negara, yakni hukuman mati.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Semoga bisa memberikan sebuah gambaran bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk menuju kekhalifaan islam, sehingga setiap muslim akan dapat disatukan melalui khalifah yang ditaati karena Allah, dan bisa menghindarkan dari perpecahan umat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mr Fulan :&lt;br /&gt;Saya cukup puas atas jawaban akhi, namun untuk yang ketiga, saya sebenarnya menekankan pada Muslim yang harokah/firqoh/pemahaman/ideologi Islamnya berbeda dengan yang diusung penguasa. Misal yang berkuasa bermanhaj salaf, yang klenik kan di Indonesia masih banyak, bagaimana nanti daulah Islamiyah bertindak atas mereka, saya rasa itu yang saya ingin ketahui. terima kasih.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Apa yang disampaikan oleh akhi Fulan adalah benar adanya, yang seperti ini (Berbeda pendapat antara penguasa dan rakyat) memang bukan hal yang luar biasa. DI Jaman para khulafa ar-rasyidin pun sudah banyak ternyadi, sampai-sampai kita mengenal munculnya golongan mu'tazilah. Di dalam Al-Quran, Allah Swt menyampaikan “&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian&lt;/em&gt;.” (Qs. An-Nisaa`: 59). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Yang pertama, hal ini berarti. Allah mewajibkan Kita agar taat kepada para pemimpin, selama pemimpin ini taat kepada Allah dan Rasulnya. Karena tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah Swt.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedang yang kedua, ada sebuah kaidah syar'iah bahwa “Sesuatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali adanya sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula keberadaannya.” Misal, ana memberi contoh. Wudhu, adalah sesuatu yang sunat hukumnya. Namun wudhu akan menjadi wajib ketika kita akan sholat, sebab syarat sah sholat adalah wudhu, sehingga dalam hal ini hukum wudhu berubah menjadi wajib. Dan begitu pula perintah wajib taat kita terhadap pemimpin, maka memiliki pemimpin (Yang taat kepada Allah Swt) pun menjadi sesuatu yang wajib.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Para sahabat juga bersepakat tentang pentingnya pengangkatan khalifah ini, nampak jelas dalam kejadian bahwa mereka menunda kewajiban menguburkan jenazah Rasulullah SAW dan mendahulukan pengangkatan seorang Khalifah pengganti beliau. Padahal menguburkan mayat secepatnya adalah suatu kewajiban dan diharamkan atas orang-orang yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah untuk melakukan kesibukan lain sebelum jenazah dikebumikan. Namun, para Sahabat yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah Rasulullah SAW ternyata sebahagian di antaranya justeru lebih mendahulukan usaha-usaha untuk mengangkat Khalifah daripada menguburkan jenazah Rasulullah. Sedangkan sebahagian Sahabat lain mendiamkan kesibukan mengangkat Khalifah tersebut, dan ikut pula bersama-sama menunda kewajiban menguburkan jenazah Nabi SAW sampai dua malam, padahal mereka mampu mengingkari hal ini dan mampu mengebumikan jenazah Nabi secepatnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Berarti dapat kita simpulkan bahwa, mengangkat khlalifah untuk memimpin adalah wajib. Rasulullah SAW bersabda: “&lt;em&gt;Dahulu para nabi yang mengurus Bani Israil. Bila wafat seorang nabi diutuslah nabi berikutnya, tetapi tidak ada lagi nabi setelahku. Akan ada para Khalifah dan jumlahnya akan banyak.” Para Sahabat bertanya,’Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi menjawab,’Penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama itu saja. Penuhilah hak-hak mereka. Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang menjadi kewajiban mereka&lt;/em&gt;.” [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian apa yang kita lakukan ketika berbeda pendapat dengan khalifah? Bersabar dan menasihati dengan cara-cara yang baik dan sesuai dengan jalur hukum yang ada, selama pemimpin tidak memerintahkan untuk maksiat kepada Allah. Dan diharamkan untuk keluar dari jama'ah atau menyatakan memisahkan diri dari khalifah. Rasulullah SAW bersabda: “&lt;em&gt;Bila seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari amirnya (pemimpinnya), maka bersabarlah. Sebab barangsiapa memisahkan diri dari penguasa (pemerintahan Islam) walau sejengkal saja lalu ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.”&lt;/em&gt; [HR. Muslim].&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Didalam khalifah Islam, misalkan pemerintah telah menetapkan sautu mazhab sebagai landasan hukum Negara tersebut (misal, MAzhab Hanafi yang ditetapkan) maka bukan berarti semua penduduk negaranya harus dan wajib mengikuti mazhab yang diakui pemerintah. Setiap orang bebas dalam kehidupan pribadinya memilih pendapatnya masing-masing tentang suatu ketentuan hukum Islam, namun misalnya didalam putusan pengadilan atau perihal kenegaraan, maka yang akan digunakan adalah mazhab yang dipilih pemerintah (Misal tadi Hanafi), dan apabila kita memiliki pendapat yang mengikuti mazhab selain hanafi maka menjadi wajib bagi kita untuk mentaati keputusan pengadilan, walaupun keputusan pengadilan tersebut dengan dasar mazhab Hanafi. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai catatan tambahan yang harus diingat, apa yang disampaikan diatas adalah kewajiban kita terhadap khalifah (Pemerintahan) islam, Bagaimana dengan konteks ketaatan di Indonesia?hal ini yang menjadi perbedaan diantara para pejuang dakwah, yang melatari perbedaan apakah harus membuat daulah lewat revolusi frontal atau melalui konstitusi Formal, seperti yang sudah kita bicarakan diatas, Dan Insya Allah kita akan melanjutkan topik ini dengan tema selanjutnya “Diantara Kita dan Demokrasi” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;---Tulabi---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru, 3 Agustus 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115452961570571070?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115452961570571070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115452961570571070&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115452961570571070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115452961570571070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/08/kekhalifaan-pentingkah.html' title='Kekhalifaan Pentingkah.?'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115400243644309798</id><published>2006-07-27T18:58:00.000+07:00</published><updated>2006-09-30T05:28:35.956+07:00</updated><title type='text'>LIQOAT : Ma'rifatul Islam (Mengenal Islam)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/av-240.1.png"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 159px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" height="125" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/av-240.1.png" width="153" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum. Memasuki hari-hari penuh dengan kesibukan, jadi satu pekan ini insya Allah ana meliburkan diri terlebih dahulu dari blog untuk memfokuskan fikiran pada pekerjaan, rutinitas tutup buku bulanan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Hari ini ana ingin mengajak antum untuk bersama berbicara tentang Al-Islam.Tulisan yang diambil dari Kumpulan catatan pinggir ana, semoga bisa memberikan manfaat kepada kita semua..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini. Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;1. Berasal dari ‘salm’ yang berarti damai. Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman “&lt;em&gt;Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&lt;/em&gt;.” (QS. 8 : 61) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;“&lt;em&gt;Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil&lt;/em&gt;.” (QS. 49 : 9)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: “&lt;em&gt;Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu&lt;/em&gt;.” (QS. 22 : 39)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;2. Berasal dari kata ‘aslama’ yang berarti menyerah. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini, Allah berfirman dalam al-Qur’an: “&lt;em&gt;Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”&lt;/em&gt; (QS. 4 : 125) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: “&lt;em&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam&lt;/em&gt;.” (QS. 6 : 162) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: “&lt;em&gt;Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan&lt;/em&gt;.” (QS. 3 : 83) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun: penyerahan total kepada Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26) “&lt;em&gt;Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri&lt;/em&gt;.” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: “&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu&lt;/em&gt;.” (QS. 2 : 208) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;4. Berasal dari kata ‘saliim’ yang berarti bersih dan suci. Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89): “&lt;em&gt;Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” Dalam ayat lain Allah mengatakan “(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”&lt;/em&gt; (QS. 37: 84) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia. Allah berfirman: “&lt;em&gt;Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur&lt;/em&gt;.” (QS. 5 : 6) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;5. Berasal dari ‘salam’ yang berarti selamat dan sejahtera. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: &lt;em&gt;Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku&lt;/em&gt;". (QS. 19 : 47) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’ &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;1. Islam sebagai wahyu ilahi Mengenai hal ini, Allah berfirman “&lt;em&gt;Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”&lt;/em&gt; (QS. 53 : 3-4) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) Membenarkan hal ini, firman Allah SWT Katakanlah: "&lt;em&gt;Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."&lt;/em&gt; (QS. 3 : 84) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;3. Sebagai pedoman hidup. Allah berfirman (QS. 45 : 20) Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW&lt;em&gt; “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”&lt;/em&gt; (QS. 5 : 49-50) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. &lt;em&gt;“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”&lt;/em&gt; (QS. 6 : 153) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (QS. 16 : 97) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;---Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/islam5.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115400243644309798?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115400243644309798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115400243644309798&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115400243644309798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115400243644309798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/liqoat-marifatul-islam-mengenal-islam.html' title='LIQOAT : Ma&apos;rifatul Islam (Mengenal Islam)'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115338045281640745</id><published>2006-07-20T14:12:00.000+07:00</published><updated>2006-07-20T19:15:50.940+07:00</updated><title type='text'>Palestina, Inilah sikap kami..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/images2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 87px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="173" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/images2.jpg" width="143" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Khaibar khaibar ya Yahud ! Zaisu Muhammad saufa ya’ud ! Khaibar khaibar ya Yahud ! Zaisu Muhammad saufa ya’ud !&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Terasa sangat menyesakkan dada ketika melihat betapa banyak kepedihan yang terjadi di tanah palestina, dengan arogannya kaum yahudi menembakkan peluru-peluru mereka tanpa pandang bulu, terasa ada iba yang mengalir disela-sela perasaan terhadap nasib palestina yang sedang diamuk yahudi terlaknat, sungguh terlaknatlah yahudi..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(Qs Al-Maa’idah:78)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Teringat ana dengan seorang cendekia muslim bangsa mesir, Ialah Ali Abdur Razig, seorang ulama dan hakim mahkamah syari’ah mesir yang membuat tulisan kontroversi di tahun 1925 yang akhirnya membuat dirinya disidang oleh suatu majelis ulama mesir yang terdiri dari 24 orang dan langsung diketuai oleh Syeik Al-Azhar dan akhirnya menghasilkan keputusan tidak diakui lagi Ali Abdur Razig sebagai seorang ulama dan memecatnya dari jabatan hakim.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Diantara pokok pemikiran Ali Abdur Razig didalam tulisannya adalah ;Menempatkan syariat islam semata-mata bersifat spitual, tanpa ada kaitannya dengan pemerintahan dan kekuasaan eksekutif (Pemikiran ini sejalan dengan gelombang gerakan kaum liberalisme saat itu dan sekarang ini yang memisahkan kehidupan duniawi dengan urusan agama), yang kedua adalah pemikirannya yang mengatakan bahwa perang (jihad) yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat dulu adalah dengan alasan “Perluasan Jajahan”, dan bukan sama sekali demi agama atau untuk menyebarkan agama, sedang yang tekahir adalah dengan mengatakan bahwa pemerintahan abu bakar dan khalifah rasyidin sesudahnya bukanlah pemerintahan agama. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun tidak dalam kesempatan ini, tidak ingin ana berbicara tentang mereka kaum liberal yang telah mempelajari islam dengan nafsu mereka, dan tidak ingin juga dalam kesempatan ini ana mengajak antum untuk “berbicara” tentang mereka orang-orang “islam barat” yang belajar dan mengambil pendapat hukum islam menurut para ilmuwan barat dan bukan dari para ulama islam.. namun saat ini ada sebuah keinginan yang kuat didalah hati ana untuk mengajak antum semua “berbicara” tentang sebuah masalah pokok umat islam saat ini, tentang perseteruan hak dengan yang batil, perihal tanggung jawab besar umat islam, dan tentang pembuktian rasa cinta kita terhadap sesama muslim sebagai tanda keimanan kita dan juga sebagai wujud kemuliaan islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Keputusan majelis ulama mesir terhadap Ali Abdur Razig akhirnya pada tahun selanjutnya didukung oleh hasil kongres dunia Islam di Kairo, dan secara bersama kongres inipun mulai menyadari arti penting dari sebuah khalifah yang harus ditegakkan guna melindungi hak-hak kaum muslimin agar tidak seenaknya saja bisa diobrak-abrik oleh bangsa barat (Penghapusan kekhalifaan Turki Utsmani pada oktober 1924), dan kemudian menghasilkan salah satu point untuk “Mempertahankan daerah dan milik islam”. Tentang Pentingnya khalifah ini, Imam Hasan Al Banna pernah berucap &lt;em&gt;"Ketahuilah bahwa syariat adalah dasar,dan raja adalah penjaga. Sesuatu yang tidak berdasar akan runtuh, dan sesuatu yang tidak terjaga pasti hiang."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kekalahan Kekhalifaan Turki Utsmani dari pasukan Inggris (Yang dibantu Perancis, Rusia dan juga Arab Saudi-Syarif Husein, penguasan mekkah yang berhasil dibujuk inggris untuk keluar dari Utsmaniyyah, dan dijanjikan Pan-Arab yang akan dipimpinnya, namun akhirnya Syarif Husein juga dikhianati Inggris dan Prancis) pada tahun 1918, menyebabkan Pembagian kekuasaan antara inggris dan prancis terhadap wilayah-wilayah kekuasaan Utsmaniyyah, Inggris mendapatkan Irak dan Palestine sedang Prancis mendapatkan Siria, sedang apa yang didapatkan Syarif Husein…? Tidak ada selain kekecewaan rakyatnya yang akhirnya menurunkannya dari tahta dan digantikan putranya Ali, yah setali tiga uang, seperti juga bapaknya akhirnya Ali pun juga dapat “diturunkan” oleh gerakan wahabi (Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa tahun setelah peristiwa ini, tepat lima tahun setelah dihapusnya kekhalifaan Turki utsmani dari peta kekuatan dunia (Tahun 1929), Terjadilah bentrokan pertama dalam sejarah konflik Palestina dengan Yahudi, dimana Yahudi dipersenjatai oleh Inggris. Secara kronologis terjadinya perpindahan bangsa Yahudi ke Tanah Palestina adalah ; Pertama, Ketika mulai semakin mengkristalnya gagasan-gagasan untuk menegakkan sebuah Negara untuk orang-orang yahudi (Negara Yahudi) yang ditulis didalam sebuah buku oleh Theodore Hertzel pada tahun 1896. Kedua, diselenggarakan konfrensi Zionis internasional pada tahun setelahnya (1897) yang kemudian pada akhirnya menyepakati berdirinya Negara yahudi di Palestina. Ketiga, Sultan Hamid II dari Turki kemudian didekati agar orang-orang Yahudi bisa berziarah dan menetap di Yerusalem, dan sebagai gantinya mereka akan membangunkan armada bagi Turki, juga melunasi hutang-hutang Turki kepada bangsa Arab, namun usaha mereka ini akhirnya gagal. Keempat, Pada tahun 1917 Lord Balfour (Perdana Menteri Inggris) mengeluarkan sebuah deklarasi yang pada intinya akan membangun sebuah “National Home” untuk orang-orang Yahudi di Palestina, sedangkan hak-hak bangsa selain Yahudi tidak akan dirugikan. Kelima, Setelah Turki mengalami kekalahan dari Inggris, Prancis dan dibantu Arab, maka PBB ketika itu (tahun 1922) memberikan mandat kepada Inggris atas tanah Palestina, dan pada akhirnya bangsa Yahudi pada tahun 1948 memproklamirkan Negara Yahudi di tanah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana seharusnya sikap kita terhadap permasalahan ini..? Kalau ada orang yang mengatakan bahwa Masalah palestina adalah masalah Intern orang-orang Palestina.. Maka dengan tegas kita harus mengatakan “Tidak..!!” itu tidak benar…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah Palestina bukan hanya masalah rakyat Palestina semata, namun merupakan permasalahan Pokok umat Islam saat ini. Semua permasalahan global umat islam saat ini bermula dari Perselisihan Palestina dengan Yahudi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ana masih mengingat benar apa yang dikatakan Imam Syahid Hasan Al banna didalam buku-bukunya.. Bahwa Yang disebut Tanah Air Islam adalah setiap jengkal tanah yang didalamnya ada orang-orang muslim..maka kita berkewajiban menjaga hak-haknya…Berbeda dengan orang-orang nasionalis, misalnya mereka (Nasionalis) berjuang mati-matian demi Negara indonesia karena mereka dilahirkan di indonesia, Namun kaum muslimin memiliki konsep kesatuan aqidah, mereka tidak hanya akan berperang dan berjuang mati-matian untuk Indonesia saja, tidak akan berhenti sampai disitu saja, namun mereka pun akan melakukan hal yang sama terhadap setiap tanah dan Bangsa islam yang lain. Apa yang dipahami oleh Islam adalah bahwa setiap daerah yang didalamnya terdapat orang muslim, maka kewajiban kita semua untuk membebaskannya dari penindasan, ketidakadilan, penjajahan, imprealisme, dan sebagainya…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Lihatlah Para sahabat Rasulullah dan kaum salafy setelah rasulullah, yang tinggalnya di pojok-pojok masjid merasa tidak puas hanya dengan kemedekaan negaranya, kemuliaan kaumnya dan kebebasan bangsanya saja., akan tetapi mereka menjelajahi bumi melancong keberbagai Negara sebagai perintis dan guru untuk memerdekakan bangsa-bangsa lain. Membimbing kearah cahaya Allah, mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka tidak sama sekali menipu, tidak zalim dan tidak pula bertindak sewenang-wenang apalagi memperbudak. Tidaklah para salafy zaman itu, pergi melancong kenegeri-negeri lain, adalah untuk mendapatkan harta atau kemewahan dunia lainnya, namun sebagai penyelamat umat manusia kepada Cahaya Allah Swt. Ini lah yang dipahami oleh mereka para pendahulu kita…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Konsep atau pemikiran Imam Syahid ini kemudian di sebut konsep Geopolitik. Yang didasarkan pada surat Al-Baqarah ayat 193 “ Dan Perangilah mereka itu sehingga tidak ada Fitnah lagi, sehingga agama itu hanyalah untuk Allah belaka…” Maka sudah semestinya kita memberikan apa saja yang bisa kita berikan agar para muslimin Palestina tidak lagi di perlakukan dengan seenaknya, agar anak-anak muslim palestina juga bisa merasakan kemerdekaan sesungguhnya, agar terbukti kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman bahwa kita juga memiliki rasa cinta dan sayang terhadap sesama muslim..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru, 20 Juli 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115338045281640745?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115338045281640745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115338045281640745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115338045281640745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115338045281640745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/palestina-inilah-sikap-kami.html' title='Palestina, Inilah sikap kami..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115315179612492741</id><published>2006-07-17T22:48:00.000+07:00</published><updated>2006-07-18T07:48:48.723+07:00</updated><title type='text'>"Blog, Kenapa Harus Menulis.?"</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.google.co.id/images?q=tbn:zkeNQyFwEDdxQM:www.pratiwi.net/images/pen_paper.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px" height="367" alt="" src="http://images.google.co.id/images?q=tbn:zkeNQyFwEDdxQM:www.pratiwi.net/images/pen_paper.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,&lt;br /&gt;dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Qs Al-Mu’minuun:1-11)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da Tahmid dan Sholawat.&lt;br /&gt;Tentang seseorang yang datang untuk mengunjungi pembangunan sebuah masjid. Ketika tiba dilokasi pembangunan masjid, kemudian sang pengunjung ini menyempatkan diri untuk bertanya kepada para pekerja pembangunan masjid yang kala itu sedang larut dalam pekerjaannya. Masing-masing pekerja didatangi, satu persatu, kemudian pada pekerja pertama, sang pengunjung tadi pun bertanya “Bapak, apa yang sedang bapak kerjakan saat ini?” Pekerja yang saat itu sedang mengaduk semen dengan pasir ketika ditanyapun kemudian menjawab “Oh..saya sedang membuat campuran semen dengan pasir pak”.. Kemudian sang pengunjung tadi mendatangi pekerja lainnya dan bertanya dengan pertanyaan yang sama “Apa yang sedang bapak lakukan.?” Sang pekerja kedua ini pun menjawab “Saya sedang menata batu bata pak..” karena memang pada saat itu sang pekerja tadi sedang memasang batu bata ke tembok. Kemudian sang pengunjung tadi bertanya kembali kepada pekerja yang lainnya juga dengan pertanyaan yang sama “Bapak, apa yang sedang bapak kerjakan.?” Pekerja yang ditanyapun dengan segera menjawab “Saya sedang mengecat tembok luar pak..” dan karena memang pekerja yang ditanya tadi sedang mengecat tembok bagian luar masjid. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Masing-masing pekerja didatangi oleh sang pengunjung tadi, dan merekapun ditanyai dengan pertanyaan yang sama, satu-persatu..dan merekapun memberikan jawaban tentang apa yang sedang mereka kerjakan sesuai dengan pekerjaan mereka saat itu..ada yang menjawab sedang mengecat, ada yang sedang mengaduk semen, dan lain sebagainya…kemudian tibalah pada seorang pekerja terakhir yang dengan sedikit uban dirambutnya menunjukkan usianya yang sudah lanjut. Kemudian pengunjung ini pun bertanya kepadanya masih dengan pertanyaan yang sama “Bapak, apa yang sedang bapak lakukan.?” Sambil terdiam sejenak, kemudian bapak pekerja tadipun menjawab “Nak, Saya sedang membangun sebuah peradaban…” Subhanallah, Jawaban yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan jawaban-jawaban daripada pekerja-pekerja pembangunan masjid yang lain. Lalu apakah yang menjadi maksud dan latar belakang sehingga jawaban dari pekerja terakhir ini terdengar lain ditelinga kita..? kemudian sang pengunjung yang bertanyapun diam-diam memahami maksud dari jawaban bapak pekerja terakhir ini, bahwa beliau memahami bahwa yang sedang dikerjakan saat itu bukan hanya sekedar membangun sebuah bangunan masjid, atau membangun sebuah fisik bangunan yang tidak memiliki arti, atau hanya memandang bahwa pekerjaannya hanya sekedar memasang bata, atau sekedar mengecat, dsb. Namun jawaban pekerja terakhir ini menunjukkan jauhnya pemikiran, cita dan visi yang dimiliki olehnya, berfikir jauh kedepan, bahwa diwaktu yang akan datang. Masjidlah yang nantinya akan menjadi pusat pandidikan dan pengembangan islam, dari masjid-masjid inilah islam akan disebarluaskan keseluruh pelosok negeri, dari masjid-masjid inilah para pemuda-pemudi islam akan dibentuk kepirbadiaannya, sehingga karakter peradaban masa depan, sangat dipengaruhi oleh keberadaan masjid-masjid yang nantinya akan menjadi markas sekaligus madrasah bagi pemuda-pemudi islam penerus peradaban. Sungguh sebuah pemikiran yang jauh ke depan, yang hanya bisa dipikirkan oleh mereka yang hidup dengan cita-cita besar, hanya dapat dipikirkan oleh orang-orang yang hidup dengan kepercayaan optimis terhadap masa depan..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ini hanyalah sebuah ilustrasi, yang dengan ini ana ingin menunjukkan bahwa sudah seharusnya setiap kita seorang muslimpun memiliki cara pandang yang sama dalam setiap hal, cara pandang yang berorientasi jauh ke depan, cara pandang yang menjadikan Allah Swt sebagai tujuan awal dan sekaligus akhir dari kehidupan, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan pemberhentian terakhir, sebagaimana yang disampaikan rasulullah, bahwa manusia yang cerdas adalah manusia yang senantiasa mengingat hari kemudian (Kematian).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu apa hubungannya dengan Judul tulisan ini “Blog, Kenapa harus menulis.?” Ana teringat dalam sebuah dialog manja antara ana dan istri beberapa hari yang lalu, didalam hangatnya canda dan sejuknya cinta, ada satu pembahasan yang kami bicarakan dalam waktu yang lama, pembicaraan tentang ketika mulai muncul kekhawatiran didalam hati tentang perasaan riya’ dan ta’ajub yang bisa ditimbulkan salah satunya melalui tulisan-tulisan yang kita buat di blog., Kekhawatiran bahwa yang timbul adalah perasaan ingin “diperhatikan” orang lain melalui tulisan-tulisannya, Kekhawatiran jangan sampai timbul perasaan-perasaan lan selain “Menyampaikan Haq” atau nasihat-menasihati dalam kesabaran dan kebenaran. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin kemudian nanti akan ada yang mengetakan “Ah, itu sih tergantung orangnya masing-masing..” Adalah sebuah jawaban yang tidak keliru, namun senantiasa saling mengingatkan diantara kita agar tetap beristiqomah didalam Al-Haq, dan juga nasihat-menasihati agar terkumpul kembali semangat menyebarkan kebenaran, semua ini adalah lebih baik dan utama.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya apa yang menjadi tujuan kita menulis, terutama di blog, sudah seharusnya juga sebagaimana ilustrasi kehidupan diatas, bahwa hanyalah berorientasi jauh kedepan, berorientasi kepada Allah Swt, sehingga tidak menjadi sia-sialah apa yang kita kerjakan. Sebagaimana salah satu ciri orang yang beriman didalam suran Al-Mu’minuun yang ana kutip diatas adalah menjadi orang yang menjauhi perkataan dan perbuatan yang sia-sia, dan yang sia-sia itu adalah segala sesuatu yang tidak diorientasikan kepada Allah, namun kepada keinginan-keinginan remeh, fana, rapuh dan duniawi yang hanya akan dirasakan sekejap jua tak berbekas.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ikhwati Fillah, Ingatlah selalu bahwa salah satu alat yang bisa digunakan sebagai pengukur seberapa produktif kah seorang kader dakwah, maka ini dapat dilihat dari seberapa besar pula pengaruh pemikiran yang bisa dia sampaikan kepada orang lain, terutama orang-orang yang berada “disekelilingnya”, atau seberapa besar lingkaran nashrul Fikroh (Penyebaran pemikiran) yang dapat dia lakukan didalam masyarakatnya. Misalnya, kader dakwah yang berada dikantor, seberapa besar pengaruh pemikiran-pemikiran islami kita terhadap teman-teman sekantor, dll. Maka dengan menulis tentang kebenaran dengan sendirinya akan dapat menyebarkan pemikiran-pemikiran islami kita kepada masyarakat luas.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Karena dengan orientasi-orientasi inilah seharusnya kita memulai “menggoreskan mata-mata pena” kita dimana saja, karena dengan orientasi-orientasi jangka panjang inilah seharusnya kita memulai setiap aktivitas kita, dan karena dengan orientasi-orientasi keabadian inilah seharusnya kita memulai setiap pagi hari, dengan hanya berharap kepada Allah Swt, atas Ridho dan Barokahnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”&lt;/em&gt; (Qs Huud:15-16)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru, 17 Juni 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115315179612492741?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115315179612492741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115315179612492741&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115315179612492741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115315179612492741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/blog-kenapa-harus-menulis.html' title='&quot;Blog, Kenapa Harus Menulis.?&quot;'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115270824169242133</id><published>2006-07-12T19:20:00.000+07:00</published><updated>2006-07-19T20:28:03.770+07:00</updated><title type='text'>Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) Nikah</title><content type='html'>&lt;div style="styleDocument: [object]"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jatuh Cinta..Berjuta indahnya….”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Akhir-akhir ini sepertinya intensitas ana meluangkan waktu untuk menulis menjadi semakin sering (maklum waktu luang jauh dari istri digunakan untuk menulis..) , namun kemudian belakangan ini sering terasa juga bahwa yang ana tulis sering kali hal-hal yang mungkin terlalu serius dan mungkin juga kita akan membutuhkan sedikit kerutan didahi untuk dapat memikirkannya, kali ini ana insya Allah mencoba membuat tulisan yang dengan tetap serius namun mengambil topik yang “Seru..” yang biasanya selalu dibicarakan orang banyak, tentang masalah lama yang selalu aktual, tentang masalah yang selalu ingin kita dengarkan.. ah itulah cinta. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sepertinya….syair lagu yang mengagungkan cinta seperti diatas rasanya tidak akan pernah ada “mati” nya walaupun jaman terus berganti-ganti.. Begitulah adanya cinta, semenjak dulu cerita tentang kisah cinta memang tidak akan pernah selesai dibicarakan orang, selalu saja kisahnya berulang-ulang, namun tetap juga laris manis bak kacang goreng.. Mulai dari roman terkenal Romeo dan Juliet karya sheakspear, sampai cerita cinta lokal indonesia antara Galih dan Ratna.. Ceritanya selalu sama..hanya lakonnya saja yang berbeda..namun, sekali lagi…, tetap saja laris..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun sepertinya akan menjadi terlalu sia-sia dan membuang tenaga kalau saat ini ana juga menceritakan tentang cerita cinta klasik seperti diatas dan memperpanjang sejarahnya, dan juga masih akan terasa sia-sia andai kita masih juga terbawa dengan gaya dan cara mencinta seperti orang-orang yang tidak mengenal islam dengan baik. Kata siapa islam tidak mengenal Cinta..?oooww jangan salah, Islam sangat mengenal Cinta…Sangat dalam..sangat dalam. Lihat saja didalam al-Quran Allah menyampaikan tentang cinta dan kasih sayang..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (Qs.Al Hujarat:7)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kali ini ana lebih senang mengajak antum untuk berbicara tentang bagaimana kita bisa melegal formalkan rasa cinta dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt, Yaitu melalui sebuah lembaga pernikahan yang mulia, yang didalamnya teradapat niatan yang suci untuk beribadah kepada Allah, yang dilandasi dengan semangat islam serta kekuatan aqidah yang lurus. Maka disanalah akan muncul rasa cinta yang sejati, yang Allah berikan kepada Setiap orang yang beriman dan beramal saleh.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (Qs Maryam:96)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Seringkali ana menemui ikhwan yang mengeluh sudah ingin menikah namun belum berani untuk melakukannya karena “Merasa” bahwa masih belum cukup mampu untuk “menghidupi” istrinya nanti.. “Bener nda sih..?” ana jadi ragu sebenarnya dengan kebanyakan orang yang mengeluh seperti ini, kalau ana lihat dari usianya, sepertinya sudah cukup lah.. dari kemampuan financial yang dimiliki.. sepertinya kebanyakan ikhwan itu juga sudah banyak juga yang telah memiliki maisyah yang menjanjikan. Kurang apa lagi ya kira-kira..? hmm.. ada juga sih sebagian yang memiliki masalah dengan keluarganya, namun ana kira orang tua mana sih yang tidak menginginkan anaknya yang sudah cukup umur untuk segera menikah..? sepertinya masalah yang terakhir ini hanyalah masalah teknis di lapangan lah… Pada hal kan dengan jelas Allah Swt telah memberikan Quarante (Jaminan) penghidupan kepada setiap orang yang ingin menikah karena-Nya &lt;em&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak(berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.&lt;/em&gt; (An Nuur: 32). Rasulullah juga telah memberikan arahan kepada kita &lt;em&gt;“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya."&lt;/em&gt; (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Nah, bagi yang skarang sudah siap untuk menikah, Insya Allah ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa ana bagi-bagi disini, tentang Apa saja sih tahapan-tahapan dalam menuju pernikahan yang syar’i..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;1. Langkah paling awal dalam setiap amalan adalah niat, tetapkan niat dengan sungguh, ikhlaskan setiap upaya dan doa, tujukan hanya kepada Allah Swt... Sesungguhnya awal yang baik akan memberikan hasil yang baik pula bagi kita..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;2. Langkah kemudian adalah tentu saja mencari jodoh dong..:) kalau belum ada calonnya bagaimana bisa nikahnya..:D. Mencari calon ini bisa dengan berbagai cara-cara yang baik seperti dicarikan melalui guru ngaji, atau orang-orang sholih lainnya, atau mencari sendiri juga nda masalah, selama masih terjaga adab-adab pergaulan ikhwan-akhwat dalam berhubungan. Namun satu hal yang pasti ingin ana sampaikan dalam menjalani masa-masa penantian, bahwa senantiasalah meminta kepada Allah dengan keyakinan dan keikhlasan, niscaya Allah Swt akan mengabulkannya, karena ini sudah janji-Nya, maka kita harus dengan pasti meyakininya &lt;em&gt;‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’&lt;/em&gt; ”. (Al Mu’min : 60).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;3. Meminta pertimbangan, nah hal ini jangan dilupakan, terutama meminta pertimbangan kepada Allah Swt melalui sholat istikharah. Sebenarnya sholat istikharah ini bukan hanya ditujukan untuk meminta pertimbangan dalam masalah jodoh, namun juga setiap masalah dalam kehidupan agar tidak terjatuh didalam penderitaan hidup. Kemudian selain itu, perlu juga agar meminta nasihat dan pertimbangan kepada orang-orang yang sholih dan berilmu, seperti guru ngaji, atau juga orang-orang tua yang telah memiliki pengalaman dalam masalah ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;4. Ta'aruf (Perkenalan). Seringkali akan timbul pertanyaan "Apa saja yang dilakukan (Ditanyakan) ketika ta'aruf?" Sebenarnya tidak ada sebuah aturan baku dan standar tentang ta'aruf ini, hanya saja memang ada beberapa tujuan dari proses ta'aruf ini, diantaranya adalah agar masing-masing calon suami dan istri dapat mengenalkan, mengetahui dan kemudian memahami tentang kepribadian masing-masing, kemudian juga menyepakati tentang hal-hal yang menjadi perencanaan dimasa depan (Misal, sang calon suami ingin seorang istri yang bisa menerima kedua orang tuanya yang nanti akan tinggal bersama mereka kalau ditakdirkan menikah, maukah calon istrinya? ), dan juga tujuan-tujuannya yang lain. Lalu apa saja sih yang ditanyakan? Segala hal yang ingin diketahui sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, Misal tentang komitmen keislaman dari keduanya (ini adalah komitmen pokok yang harus dimiliki), tentang keluarga besar, dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan oleh masing-masing. sebuah catatan, Bahwa &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ta'aruf itu tidak menentukan apa-apa, selain perkenalan. Jagalah proses ini sebaik-baiknya, ta'aruf bukan berarti telah boleh untuk saling telpon-telponan, sms-sms yang mungkin rasanya tidak perlu, apalagi sampai lebih dari ini, Jagalah proses ini sebaik-baiknya, niscaya Allah akan memberikan kebahagiaan yang sejati diantara suami istri sebagaimana telah Allah janjikan kebahagian dan ketentraman hati suami istri didalam Al-Quran yang suci surat Ar-Ruum:21 "&lt;em&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir&lt;/em&gt;" Allah Jaminannya, ana dan istri sebagai saksi dan buktinya..:)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;5. Kalau telah mantabb hatinya, maka Khitbahlah. Kata yang memiliki makna paling mendekati dengan khitbah dalam bahasa indonesia mungkin adalah “meminang”. Datang kepada orangtua atau wali sang calon istri dan kemudian mengungkapkan isi hati untuk menikahi anaknya. Namun ada beberapa catatan dalam khitbah ini, ada dua jenis wanita yang tidak boleh di khitbah. Yang pertama adalah wanita wanita yang secara syar’i tidak boleh (Haram) dipinang, seperti wanita yang masih mahram dan juga wanita yang masih dalam masa iddah/baru ditinggal suami. Sedang yang kedua adalah wanita yang pada saat itu telah dipinang oleh orang lain, karena Rasulullah Saw telah memberikan penjelasannya didalam hadits yang diriwayatkan oleh kebanyakan ahli hadits &lt;em&gt;“Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;6.&lt;/em&gt; Melihat wanita yang dipinang. Nah dalam masalah ini diperbolehkan untuk melihat terlebih dahulu wanita yang akan dipinang, walaupun ada sebagian orang yang mungkin ingin menjaga ketulusan niatnya untuk menikah sehingga tidak ingin melihat terlebih dahulu calon istrinya sampai akad nikah, namun pendapat ana bahwa hal ini adalah terlalu berlebih-lebihan, sedang berlebih-lebihan ini tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya. &lt;em&gt;"Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya." Jabir berkata: "Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya." (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).&lt;/em&gt; Namun ada catatan juga nih dalam keringanan yang diberikan oleh Allah kepada kita ini, yaitu tidak sampai berdua-duan (Berkahalwat) tanpa mahram.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;7. Akad Nikah. Eng ing eng... show time nya nih. J Beberapa hal yang sepertinya perlu untuk diketahui dalam hal akad nikah ini. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;a. Tidak adanya keterpaksaan diantara kedua calon, keduanya sama-sama sadar dengan konsekuensi yang akan diambilnya, dan kemudian mengikhlaskan bahwa hanya Allah sajalah yang di harapkan keridhoan-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;b. Ijab Qabul. Dari segi bahasa, Ijab itu mengungkapkan atau menyatakan dengan perkataan, sedang Qabul itu menerima. Sehingga secara istilah Ijab Qabul itu adalah menyatakan sesuatu kepada lawan bicara dan kemudian diterima. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa: Sahl bin Said berkata: &lt;em&gt;"Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." &lt;/em&gt;(HR. Bukhari dan Muslim). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;c. Mahar, atau bahasa kita Mas Kawin. Ini adalah salah satu cara islam memuliakan wanita. Besarnya mas kawin tidak ditentukan, hanya kesepakatan antara kedua calon dengan kemampuan yang dimiliki. Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: &lt;em&gt;"Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan."&lt;/em&gt; (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;d. Wali. Ini adalah syarat wajib yang harus dipenuhi, didalam suatu kesempatan Rasulullah Saw berkata "&lt;em&gt;Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali&lt;/em&gt;."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;e. Saksi. Sama seperti wali, adanya saksi adalah syarat sahnya pernikahan, seperti perkataan Rasulullah "&lt;em&gt;Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil&lt;/em&gt;." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;8. Walimah. Alhamdulillah akhirnya selesai sudah urutan dan langkah-langkah yang harus ditempuh. Sebenarnya walimah ini bertujuan agar sebagai pemberitahuan kepada kerabat bahwa kedua pasangan telah resmi menikah dan menghindari fitnah dikemudian hari.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Alhamdulillah, semoga pernikahannya barokah. Nah kalau antum sudah dapat membaca sampai pada tulisan ini, maka percayalah antum sudah memiliki sedikit ilmu sebagai bekal dan siap untuk menuju ke tahap pernikahan. Maka persiapkanlah segalanya, semoga Allah Tabaraka wata’ala memudahkan urusan kita didunia dan diakhirat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim).&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, 14 Juli 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115270824169242133?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115270824169242133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115270824169242133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115270824169242133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115270824169242133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/juklak-petunjuk-pelaksanaan-nikah.html' title='Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) Nikah'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115232781845199278</id><published>2006-07-08T09:57:00.000+07:00</published><updated>2006-07-08T10:29:32.173+07:00</updated><title type='text'>Diantara Ospek Dan Nasib Bangsa..</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.google.co.id/images?q=tbn:8SD4JPFr33EkHM:www.waspada.co.id/i/art/demo_1562_f_66118.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" height="186" alt="" src="http://images.google.co.id/images?q=tbn:8SD4JPFr33EkHM:www.waspada.co.id/i/art/demo_1562_f_66118.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Alhamdulillah, Tak terasa ternyata sudah hampir satu tahun berlalu ana meninggalkan kampus dengan segala aktivitasnya. Dan Tulisan ini khusus ana tujukan kepada kalian para agen-agen perubahan, jiwa-jiwa yang membaharu yang dipenuhi dengan semangat ilahi. Kepada kalian para mahasiswa yang mengabdikan dirinya untuk umat, kepada kalian yang datang membawa risalah Muhammad dengan berpegang kepada kitabullah. Hidup Mahasiswa..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebentar lagi kampus kita akan kembali diwarnai dengan "gegap gempita" Orientasi mahasiswa baru, dan seperti biasanya kita akan mulai sibuk masing-masing untuk mempersiapkan kedatangan adik-adik baru kita yang akan bergabung bersama-sama kita dalam sebuah"keluarga ilmiah" yang kita sebut kampus. Tulisan ini hanya sebuah penyemangat dan penyegaran tentang mengapa kita harus mempersiapkan segalanya dengan baik dalam menyambut kedatangan mahasiswa baru dikampus kita, termasuk kenapa harus menyiapkan “ospek" dengan baik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ada banyak sekali difinisi dari ospek seandainya ditanyakan kepada setiap orang. mungkin akan ada yang mengatakan bahwa ospek adalah acara perkenalan mahasiswa baru dengan para "pendahulu"nya, atau juga mungkin ada yang mengatakan bahwa ospek adalah sebuah ajang perpeloncoan dan pembodohan yang tidak ada gunanya, atau mungkin akan ada juga yang menjawab bahwa ospek hanyalah ajang untuk mencari "pasangan" dan TP-TP (Tebar Pesona) dari para senior...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ana kira kita tidak akan langsung menyalahkan atau menyanggah semua jawaban ini, karena kitapun akan dapat memahami bahwa jawaban tentang ini sangat relatif karena sangat tergantung dari sudut pandang yang berbeda-beda, perbedaan definisi ini bisa saja terjadi dikarenakan perbedaan pemahaman, ilmu, persepsi, maupun tujuanseseorang atas ospek ini sendiri..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun ana ingin mengajak antum semua untuk berfikir, membayangkan dan merasakan sesuatu yang lebih jauh dari jawaban-jawaban "kemungkinan" tentang ospek diatas,Terlepas dari semua jawaban ini, maka ana akan sangat yakin untuk mengatakan kepada antum bahwa ospek bukan hanya suatu acara yang sekedar untuk TP-TP atau balas dendam tak beralasan senior kepada juniornya, atau ajang perkenalan saja,atau apalah.. Namun dengan keyakinan yang penuh akan ana katakan bahwa ospek adalah salah satu "mata rantai" dari proses program"membangun peradaban" kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana bisa definisi ospek difikirkan hingga sejauh itu.? Ikhwati fillah, Kita telah mengetahui dan membuktikan sendiri melalui sejarah-sejarah pergerakan, bahwa "Siapa" yang bisa "menguasai" kampus hari ini, maka diapun akan bisa menguasai negara ini 10 atau 20 tahun yang akan datang. hal ini dapat terjadi dikarenakan kampus selama ini telah memainkan perannya sedemikian baik dalam menciptakan orang-orang yang nantinya akan disiapkan sebagai pemimpin, baik hanya sekedar pemimpin diri sendiri maupun untuk menjadi pemimpin dari sebuah negara juga bangsa, kemudian konsep inilah yang selama ini sering kita sebut dengan konsep "iron stock".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ikhwati Fillah, sehingga ketika kita bersama telah memahami tentang pentingnya peran kampus dalam memainkan perannya sebagai "Area Pabrikasi" pemimpin bangsa, maka seharusnya juga seiring dengan pemahaman ini kita bisa dengan sendirinya menempatkan ospek sebagai salah satu mata rantai proses "penciptaan" pemimpin, dan pemimpin dengan versi kita tentunya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin suatu waktu kita perlu membahas tentang Profil seorang pemimpin dalam islam, namun sedikit Membahas tentang yang ana maksud dengan "Pemimpin versi kita" adalah yang ana dasarkan kepada ayat “Patuhilah Allah, Patuhilah Rasul, dan ulil amrimingkum", kata amr didalam bahasa arab adalah kata perintah, sehingga ulil amri mingkum adalah pemimpin/pemerintah yang taat kepada Allah dan rasul. Sehingga kriteria paling utama bagi seorang "pemimpin versi kita" yang ana maksud adalah pemimpin yang taat kepada Allah dan juga Rasul-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Didalam proses "Membangun peradaban" kita ini, kampus telah mengambil peranan yang cukup signifikan,dan seharusnya tidak kita nafikkan juga bahwa Ospek adalah salah satu "mata rantai" dari proses"penciptaan" pemimpin di kampus.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;jika kita mau melihat ospek dari tujuan dan pemahaman yang ini, maka sudah semestinya bagi kita untuk dapat menggunakan Ospek sebagai sebuah "ajang potensial" perekrutan calon pemimpin yang dikemudian hari akan kita kader,bina,kita pebuhi dengan bekal-bekal kepemimpinan dan kemudian di hari yang lain akan kita "karyakan".. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jika kita mau melihat ospek dari tujuan dan pemahaman ini, maka sudah semestinya kita juga menjadikan ospek sebagai sebuah sarana perekrutan yang efektif..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jika kita mau melihat ospek dari tujuan dan pemahaman ini, maka sudah semestinya kita mengerahkan segenap pikiran dan tenaga untuk all out dalam melakukan perekrutan calon pemimpin ini..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagian orang yang memahami bahwa ospek adalah hanya sebagai sebuah ajang perpeloncoan dan pembodohan mahasiswa baru ataupun hanya sebagai sebuah ajang mencari pasangan "main-main" telah membuat acara ospek ini terlihat buruk dalam pandangan kebanyakan orang, sehingga kita pun tidak bisa memungkiri kalau banyak juga orang yang Fobi terhadap acara ospek ini, karena merasa takut terjadi kekerasan didalamnya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sehingga Telah menjadi kewajiban kita untuk memberi warna "cerah" dalam pelaksanaan ospek kampus, dan mematahkan praduga orangtua mahasiswa tentang betapa rusak dan kerasnya pelaksanaan ospek di kampus. dan menjadi tanggungjawab kita juga untuk bisa kembali membuktikan keampuhan dari ospek dalam proses mencari jiwa-jiwa potensial masa depan, dan tentu saja cara-cara yang kita gunakan didalamnya adalah yang ahsan dan halal dalam perekrutan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Maka persiapkanlah segala perencanaan, persiapan dan stamina untuk menyambut kedatangan adik-adik baru kita, yang kita harapkan akan menjadi pendukung dari perjuangan menuju penegakan nilai-nilai wahyu. Janganlah sampai Ospek kali ini hanya menjadi sia-sia, jangan lewatkan kesempatan baik dan peluang besar untuk merekrut "penerus" perjuangan kita dalam menegakakan Islam seutuhnya. .&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat datang para penerus bangsa, ditangan kalianlah nasib umat bangsa ini dimasa yang akan datang, maka baik dan buruknya penerus ini akan menentukan baik dan buruknya masa diakan datang..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Semoga bermanfaat, Seperti kata iklan "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.."Karena kesan pertama ospek begitu membekas..Karena kesan pertama terasa berbeda..Karena kesan pertama sulit untuk dilupakan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115232781845199278?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115232781845199278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115232781845199278&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115232781845199278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115232781845199278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/diantara-ospek-dan-nasib-bangsa.html' title='Diantara Ospek Dan Nasib Bangsa..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115209119212270692</id><published>2006-07-05T16:10:00.000+07:00</published><updated>2006-07-09T22:55:08.126+07:00</updated><title type='text'>Toleransi itu untuk menjaga diantara kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.google.co.id/images?q=tbn:LVUKrKZBAASCnM:www.gateofislam.com/site/images/sections/alquran.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 184px; CURSOR: hand; HEIGHT: 193px" height="230" alt="" src="http://images.google.co.id/images?q=tbn:LVUKrKZBAASCnM:www.gateofislam.com/site/images/sections/alquran.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi tawakaltu alallah, Hanya kepada Allah-lah kami memohon petunjuk, dan dengan tidak mengharapkan sesuatu apapun yang bisa diberikan oleh mahluk-Nya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Melalui tulisan ini, ana ingin mencurahkan segenap isi hati yang selama ini telah membeku karena selalu tertahan, dan mengungkapkan bahwa betapa mulianya islam yang selama ini telah kita kotori dengan perilaku dan pemikiran yang sempit dalam memandangnya, serta berusaha membuka mata kaum muslimin hingga terbelalak dengan mengetahui keluhuran nilai-nilai Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Diantara keluhuran nilai Islam adalah betapa tingginya penghargaan yang diberikan terhadap rasa sayang dan cinta antara sesama muslim, penghargaan yang tinggi terhadap toleransi. Betapa Islam telah meniggikan rasa saling menghormati diantara sesama muslim, menjunjung sikap saling menghargai hak dan kewajiban manusia. Dan Islam bukanlah Agama yang suka memaksakan kehendak kepada orang lain, bukan pula islam itu yang suka melecehkan hak orang lain. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun sangat disayangkan, dengan menggunakan alasan Islam ini pula, ada sebagian orang yang memandang rendah orang lain, dan karena alasan islam ini pula ada sebagian orang yang menghinakan sebagian yang lain, dan sangat disayangkan juga, kerena diatas nama Islam ini pula ada sebagian orang yang sama sekali membenci, menjauhkan diri, bahkan menganggap najis sebagian umat Islam yang lain, Naudzubillahi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Saudara-saudaraku, Bahwa sesungguhnya sikap menghargai, menghormati, dan toleransi itu sangat dianjurkan. Bahkan Islam adalah agama yang sangat menjunjung Toleransi dan rasa cinta antara sesama muslim. Yang kemudian konsep kecintaan ini kita kenal dengan sebutan Al-Ukhuwwah Al-Islamiyyah, Dengan manyandarkan definisi Toleransi sebagai sikap menghormati dan memberikan hak pada orang lain sesuai dengan haknya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian yang menjadi pertanyaan apakah boleh kita memberikan toleransi terhadap orang meyakini Din selain islam? Maka ana akan menjawab sesuai dengan yang disampaikan Allah tentang sikap toleransi ini didalam surat Al-kaafirun "Lakum diinukum walyadiin" Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Namun sikap toleransi yang Islam berikan dalam hal ini, bukan berarti adalah sebuah pembenaran untuk beribadah bersama agama lain ataupun mengakui kebenaran agama selain Islam. Karena sesungguhnya Allah Swt telah berfirman “Innaddina Indallahil Islam” Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah hanyalah Al-Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan apakah boleh bertoleransi terhadap orang yang memiliki pemahaman tentang suatu hukum Islam yang berbeda dengan pemaham kita? Maka saudara-saudaraku, Sesungguhnya Allah Swt telah menurunkan Al-Quran al-Karim dengan menggunakan ayat-ayat yang bersifat Muhkamat (Jelas dan tegas) dan juga ayat yang bersifat Mutasyabihat (Yang samar-sehingga para Ulama berbeda pendapat karenanya), ada nash-nash yang bersifat qathi' (Pasti) dan adapula nash yang Zhanni (lemah). Dan seandainya saja Allah Swt menginginkan agar setiap umat Islam yang ada dimuka bumi ini memiliki pemahaman yang sama tentang nash-nash yang diturunkan-Nya, maka sesungguhnya hal itu adalah sesuatu yang mudah bagi-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ana seringkali menuliskan, bahwa perbedaan pandangan ataupun pendapat diantara manusia, adalah sesuatu yang wajar dan akan senantiasa terjadi. Perbedaan bisa terjadi karena adanya banyak faktor, diantaranya perbedaan Ilmu diantara Ulama, Perbedaan latar belakang ataupun daerah yang membedakan fatwa ulama didaerah yang satu dengan ulama didaerah lainnya. Sebagaimana juga dialami Imam Syafi'i yang memperbaharui Fatwa-fatwanya setelah pindah dari Iraq menuju Mesir.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Karena perbedaan pendapat dalam hukum Islam antara para ulama adalah keniscayaan, maka toleransi adalah suatu sikap positif dan bijaksana yang bisa diambil, dan hal inipun senantiasa dicontohkan oleh para sahabat dan para Ulama Salaf as-Sholih.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Saudara-saudaraku, janganlah diantara sesama muslim bercerai-berai, dengan memberikan Fokus yang sangat besar terhadap hal-hal yang saat ini menjadi perselisihan antara para ulama terhadap nash-nash yang Zhanni, dan kemudian membiarkan orang-orang Islam melakukan penyimpangan terhadap nash-nash yang Qathi' yang kita sepakati bersama hukumnya. Misalnya kita sangat sibuk ketika ada seorang lelaki yang menjulurkan celananya sehingga menutupi mata kaki, namun kita tidak akan bergerak dan tidak terpengaruh sama sekali ketika ada tetangga-tetangga rumah kita yang menjadi objek kristenisasi, ataupun ketika saudara-saudara muslim kita di palestina sedang dibunuh secara missal. Saudaraku, Bukan juga berarti ana bermaksud agar kita meninggalkan sama sekali hal-hal yang Zhanni ini, namun sudah selayaknya kita bersikap bijak dan professional dalam berdakwah, memprioritaskan yang hal-hal utama diatas hal-hal yang tidak utama, melebihkan alasan-alasan yang wajib diatas perihal sunnah, mendahulukan masalah ushul diantara masalah furu', mengutamakan ukhuwwah diantra muslim diatas khilaf dan perbedaan pendapat diantara para ulama. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ana memberikan sebuah contoh yang terjadi, Misal adanya perbedaan pendapat diantara para ulama tentang hukumnya wanita memakai cadar (Penutup muka). sebagian orang yang mewajibkan cadar dengan anggapan bahwa pendapat inilah yang paling benar dan tidak mengandung kesalahan didalamnya, dan terkadang mereka akan menjadi sangat tidak menyukai terhadap orang lain yang memiliki pendapat berbeda dalam hal ini. Padahal ini adalah termasuk dari salah satu yang diperselisihkan ulama. Satu hal yang ingin ana sampaikan, bahwa kita harus mengingat walaupun para ulama yang tidak kita sepakati ijtihad mereka adalah tidak ma'shum dan ijma' mereka tidak absolut, namun ijma' mereka tidaklah boleh sama sekali kita remehkan, seperti ada sebagian orang yang mengatakan keputusan (ijma') yang tidak mereka sepakati itu terjadi karena terpelesetnya lidah ulama, atau sebagainya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan yang terakhir, Bolehkah memberikan toleransi terhadap suatu kemaksiatan terhadap Allah Swt? Tentu saja kemaksiatan dalam artian umum tidak akan kita berikan toleransi. Namun adapula Kemaksiatan yang sifatnya pasti, karena didukung oleh nash yang qathi', juga didukung oleh kesepakatan (jumhur) ulama bahwa hukumnya adalah maksiat. maka memberikan toleransi terhadap kemaksiatan semacan ini adalah tertolak dan tidak diterima. Segaimana tidak ada toleransi yang diberikan Abu Bakar ra terhadap orang-orang muslim yang saat itu menolak untuk mengeluarkan Zakat, padahal perintah zakat adalah perintah yang jelas dan tegas hukumnya didalam Al-Quran. Sedangkan sesuatu yang hukumnya menurut sebagian ulama adalah maksiat (Misal Bid'ah tidak berpartai) sementara sebagian ulama yang lain menghukumi Mubah, Maka bertoleransi dalam perbedaan ini adalah baik dan dianjurkan. Dan kemudian lebih memprioritaskan ukhuwah dan rasa saling menyayangi diatas hal yang menjadi selisih diantara ulama salaf, dan adalah lebih utama.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Allah Swt pun menyampaikan secara tersirat didalam Al-Quran tentang keniscayaan terjadinya perbedaan ini “Berilah kabar gembira kepada hamba-hambaKu (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik. Mereka itulah yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang berakal.” (Az-Zumar:7-8)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Hadanallahu wa iyyakum ajma’in, wawaffaqana lima yuhibbuhu wayardha-hu, wa-a’anana ‘ala imtitsali dzalika. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita seluruhnya, memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk menjalani segala hal yang dicintai dan diridhai-Nya dan memberikan pertolongan untuk menjalani itu semua. Amin.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dari Saudaramu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fakir ilallah&lt;br /&gt;Fitra..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishowab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115209119212270692?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115209119212270692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115209119212270692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115209119212270692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115209119212270692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/07/toleransi-itu-untuk-menjaga-diantara.html' title='Toleransi itu untuk menjaga diantara kita'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115133733795082604</id><published>2006-06-26T22:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-21T08:23:54.952+07:00</updated><title type='text'>Bergabunglah Dalam Barisan ini..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/Ikhwan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 183px; height: 171px;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/200/Ikhwan.jpg" border="0" height="171" width="155" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Jalan ini jalan panjang…&lt;br /&gt;Penuh onak dan berduri…&lt;br /&gt;Namun jua kau lalui…&lt;br /&gt;Tuk ilahi…. (Nasyid : Izzis)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Saudara-saudaraku yang dicintai Allah, berhenti..sejenak kita berhenti dan menoleh akan keadaan masyarakat yang terjadi pada masa ini, ya Allah...Betapa kemaksiatan telah menjadi sesuatu yang terasa layak tempo ini , dan betapa pula orang yang memiliki ilmu sudah tidak lagi memiliki arti dilingkungan kita, betapa kesyirikan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;terhadap Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;, baik dengan dalih syariah maupun karena kejahilan  telah menjadi aqidah dalam masyarakat, betapa sudah tak lagi berbatas dan berjarak antara seorang lelaki dan wanita yang bukan muhrim, betapa moral dan perilaku yang baik sudah menjadi barang aneh dan jarang...dan betapa terasa  jauhnya Allah dari bangsa ini..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, Penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”(Qs.At-Taubah:70)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Saudaraku....ini gambar bangsa kita, Kondisi yang membuat kita merasa asing dengan keislaman kita, kondisi yang membuat Rasulllah hingga beruban karena merasa khawatir akan kondisi umatnya kelak, ini adalah kondisi bangsa kita saudaraku…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Belum sadarkah kita bahwa Sesungguhnya Allah telah menciptakan sebagai manusia di muka bumi ini dengan sebuah misi penting..?Masih berfikirkah kita bahwa penciptaan manusia tidak bertujuan..?hanya semata2 karena Allah iseng atau bermain2.? sungguh kita semua diciptakan agar menjadi khalifah, agar kita melakukan perbaikan dimuka bumi ini dengan menyuruh kepada kema’rufan dan mencegak kepada kemungkaran sebagaimana yang disampaikan didalam Kalam-Nya yang terjaga:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”(Qs.Ali-Imran:104)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Maka jadilah kita sebagai perubah yang merubah kemungkaran dengan kebijaksanaan islam, maka jadilah kita para pembaharu yang memperbaharui kebodohan dengan aqidah islam, maka jadilah kita duat yang mendakwahi dengan hikmah…. Dan janganlah kita menjadi penambah masalah umat yang menambah beban umat dengan ketidakpedulian kita, dan mari jangan pula kita menjadi penghancur yang menghacurkan pondasi umat dengan perpecahan yang menyiakan…Marilah kita menjadi da'i yang menyejukkan umat dengan perilaku dan akhlak islami yang mulia…marilah kita menjadi dokter yang menyembuhkan luka umat dengan senyum ramah… marilah bersama kita emban tugas yang maha mulia ini ya ikhwah..menjadi “nabi-nabi kolektif” yang berjuang bersama memperbaki akhlak bangsa dan mengembalikan kejayaan bangsa melalui kemuliaan islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, ini adalah tugas dan tanggung jawab kita, tanggung jawab yang telah Allah Swt bebankan kepada kita di dunia, dan sesungguhnya amanah ini pasti akan ditanyakan-Nya di akhirat kelak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(Qs.Al-A’raf:96)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Marilah kita kuatkan komitmen dan niat kita, satukan langkah dan rapatkan barisan, umat ini membutuhkan kita untuk memajukannya…Semoga Allah memuliakan kita dengan Islam.&lt;br /&gt;Semoga ada yang bisa direnungkan..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;&lt;strong&gt;Wallahualam Bishowab.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115133733795082604?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115133733795082604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115133733795082604&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115133733795082604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115133733795082604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/bergabunglah-dalam-barisan-ini.html' title='Bergabunglah Dalam Barisan ini..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115133649598633683</id><published>2006-06-26T22:39:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T16:34:04.883+07:00</updated><title type='text'>Bid'ahkah Berpartai?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/jaket.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 126px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" height="122" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/200/jaket.1.jpg" width="108" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Semoga Allah memberikan kepada ana kemudahan untuk memahami Din ini.. Tulisan ini ana tulis ketika terjadi diskusi dengan beberapa orang yang mengamini bahwa partai itu bid’ah. Sehingga berpartai adalah perbuatan haram yang tidak ada aturannya dalam Islam. Diskusi yang sehat insya Allah menurut ana, karena masih berada dalam koridor tanawwu’ (Variasi) pendapat dalam Islam yang dibolehkan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ikhwati Fillahi Rahimakumullah, Urusan bangsa ini ternyata lebih banyak dari apa yang pernah kita bayangkan. Ada masalah, ada orang yang berusaha menyelesaikan masalah, namun ada juga orang yang berusaha memperkeruh masalah dan menambah beban umat, maka semoga janganlah ada diantara kita menjadi orang dengan pilihan terakhir.. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Perjuangan di Parlemen yang dilakukan oleh para saudara-saudara kita adalah sebuah ijtihad yang bertujuan untuk melawan kemaksiatan dengan cara mempengaruhi pembuatan kebijakan,undang-undang dan peraturan bangsa ini, Ini adalah sebuah ijtihad dengan harapan bahwa efek yang akan ditimbulkan dari undang-undang yang diciptakan nanti akan berdampak dominan dan positif terhadap kehidupan masyarakat. Maka ini adalah tujuan yang mulia yang seharusnya kita berikan simpati terhadapnya, perjuangan mereka sebagaimana yang telah Allah sampaikan didalam Al-Quran al-Karim:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”(Qs.Ali-Imran:104) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Namun dalam tulisan ini ana mencoba untuk menjelaskan dan memberi gambaran tentang hubungan antara Dakwah di parlemen (Berpartai) dengan Bid’ah. Apakah berpartai itu termasuk bid’ah.?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;APAKAH DASAR HUKUMNYA BID’AH? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Didalam Al-Qur’an Allah Swt telah berfirman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;"Katakanlah: 'Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.'" (al-A'raf: 33)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;"Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan oleh Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.' Katakanlah: 'Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?'" (Yunus: 59)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariahkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah?..." (as-Syura: 21)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedangkan Rasulullah telah mengatakan "Jauhilah, hal-hal baru dalam urusan agama, karena sesungguhnya setiap bid'ah adalah kesesatan” (Diriwayatkan oleh Ahmad ) Dan Juga "Barangsiapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami, dan ia tidak ada dalam ajaran kami, maka sesuatu itu tidak diterima."( Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;APAKAH PARTAI ADALAH BID’AH? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Tapi apakah Bid’ah itu?Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata,"Bid’ah dalam agama adalah perkara wajib maupun sunnah yang tidak Allah dan rasul-Nya syariatkan. Adapun apa-apa yang Ia perintahkan baik perkara wajib maupun sunnah maka diketahui dengan dalil-dalil syariat, dan ia termasuk perkara agama yang Allah syariatkan meskipun masih diperslisihkan oleh para ulama. Apakah sudah dikerjakan pada jaman nabi ataupun belum dikerjakan”. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedangkan Imam Syatibhi mendefinisikan Bid’ah adalah “Satu jalan dalam agama yang diciptakan menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dan adapun Ibnu Rajab berkata,"Bidah adalah mengada-adakan suatu perkara yang tidak ada asalnya dalam syariat. Adapun yang memiliki bukti dari syariat maka bukan bid’ah walaupun bisa dikatakan bidah secara bahasa"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sedangkan Imam Suyuthi Beliau berkata,"Bid’ah adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan yang menentang syariat dengan suatu perselisihan atau suatu perbuatan yang menyebabkan menambah dan mengurangi ajaran syariat".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Dari definisi-definisi bid’ah yang dikemukakan para ulama diatas maka kita akan dapat mengambil kesimpulan, bahwa Bid’ah adalah sesuatu perkara yang baru dalam islam, yang tidak memiliki landasan syar’I dan bid’ah adalah tercela. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu ada pertanyaan,”setiap hal yang baru adalah bid’ah,maka apakah naik kendaraan bermotor ke masjid atau membuat pesawat terbang juga termasuk dalam perkara bid’ah karena tidak ada nash yang khusus tentangnya juga Rasulullah tidak pernah melakukannya (mengendarainya)”?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Untuk memudahkan memahaminya, ada sebuah kaidah yang harus kita pegang bersama bahwa “Hukum asal dari ibadah adalah haram hukumnya, kecuali yang disyariatkan. sedangkan hukum asal dari muamalah adalah mubah hukumnya, kecuali yang diharamkan” sehingga setiap perbuatan atau perkataan dalam hal ibadah yang diada-adakan adalah haram. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian Yang dimaksudkan “menambah-nambahi dalam urusan kami” dalam hadits diatas adalah menambah sesuatu dalam hal ibadah kepada Allah Swt yang tidak ada syariatnya. Misalkan, Sebagaimana telah kita ketahui bahwa sholat itu disepakati oleh ulama dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam, Nah kapankah bid’ah itu terjadi? Bid’ah itu terjadi ketika kita mewajibkan sesuatu gerakan atau ucapan sebelum takbir dan juga setelah salam ke dalam praktik ibadah sholat. Misalnya dengan menganggap bahwa berdoa bersama setelah sholat adalah bagian dari sholat, padahal telah dimaklumi bahwa sholat dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu apakah partai termasuk bid’ah karena menambah-nambahkan sesuatu yang tidak ada syariatnya? Pendapat ana adalah tidak begitu adanya, karena berpartai itu masuk ke dalam wilayah muamalah, dan bukan wilayah ibadah yang dimaksud diatas. Dan hukum asalnya muamalah adalah mubah, selama tidak ada nash yang mengharamkannya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian ada pula yang mengatakan “Bukankah partai yang dibuat itu juga dengan tujuan ibadah? Iya benar sekali, namun ibadah sebagaimana yang telah kita maklumi terbagi atas ibadah maghdoh dan ibadah umum (Ghoiru maghdah), Ibadah umum adalah setiap aktivitas keseharian yang kita lakukan dan meniatkannya lillahita’ala. Contoh aktivitas keseharian yang bisa bernilai ibadah: seperti makan dengan berdoa sebelumnya, pergi kentor untuk menafkahi keluarga, belajar agar menjadi faham agama, bahkan berolahraga agar badannya sehat karena Allah, dan juga berpartai (Atau berorganisasi apa saja) untuk menegakkan hukum Allah melalui parlemen termasuk ibahad ghoiru maghdah. Sedangkan ibadah maghdoh itu telah di tetapkan dengan jelas syariatnya seperti sholat, puasa, ataupun haji, sehingga tidak boleh ditambah atau dikurangi ibadah maghdoh ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah buktinya bahwa partai bukan termasuk ibadah maghdoh? Karena berpartai bukanlah sebuah kewajiban ataupun sunnah yang disyariatkan, tetapi hanya sebuah alat atau wasilah atau kendaraan yang digunakan. Bisa saja suatu saat untuk memperjuangkan Hukum Allah di Indonesia metodenya berganti menjadi bukan partai, semuanya tergantung kondisi yang ada. Dan partaipun adalah termasuk dalam wilayah muamalah yang hukumnya mubah. Dan jika kita katakan bahwa partai adalah bid’ah, maka setiap aktivitas keseharian kita yang dulu tidak pernah ada adalah bid’ah, seperti komputer, internet, Hand Phone, dan lain sebagainya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Sekiranya inilah pendapat kami yang semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua, dan ini hanyalah pendapat dari kami yang lemah jua bodoh ”Innahu kaana dhuluman zahula” Sesungguhnya manusia itu zalim dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti." (Qs.Ali Imran:193)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualambishwab.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115133649598633683?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115133649598633683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115133649598633683&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115133649598633683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115133649598633683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/bidahkah-berpartai_26.html' title='Bid&apos;ahkah Berpartai?'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115104360159407454</id><published>2006-06-23T13:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-23T14:21:14.443+07:00</updated><title type='text'>Top 5 Silly Thing</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/Logo%20PP%2002.png"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 161px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px" height="129" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/200/Logo%20PP%2002.png" width="120" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;Ada juga beberapa hal yang kadang kalau difikir-fikir ternyata "Konyol" juga.. beberapa diantaranya yang sering terjadi di kantor...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Telpon orang iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih satu kebiasaan jail yang paling sering di lakukan orang di kantor.. malahan diriku yang paling sering kena kejahilan teman-teman. Biasanya kalau ada yang telpon, saya langsung dipanggil “Pit…ada telpon..” setelah saya angkat..eh, kurang **teeet**..ternyata telpon yang salah sambung.. iseng bener nih orang-orang, sudah tahu salah sambung masih saja ngerjain orang.. belum tahu rasanya di kepret he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dangdut asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor itu biasanya lebih banyak seriusnya dari pada becandanya, orang-orangnya pada dieeemmm aja didepan komputernya masing-masing,..jarang gitu deh ada banyak waktu untuk becanda.. Tapi biasanya ditengah-tengah keseriusan kerja ada yang suka tiba-tiba menyanyikan lagu dangdut yang konyol deh, menyanyi dengan suara apa adanya, dan berlagak seperti artis dan lucunya itu orangnya berlagak seperti tidak ada apa-apa gituh.. huh rasanya jadi..antara geli dan lucu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Infotainment Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah aktivitas satu ini nih seakan-akan telah menjadi bagian dari pekerjaan kantor setiap pagi dan sore.. taunya kalau sudah mulai acara infotainment..dari insert pagi sampai cek dan ricek sore, mesti semuanya ngga ibu-ibu..ngga bapak-bapak sudah pada siap didepan tp…wah..wah.. kalau dah ngomongin gossip, seru banget deh… sampai-sampai jam tayang tiap-tiap infotainmen itu dihapalin.. konyolnya lagi karena tidak mau ketinggalan berita selebrits, ada bapak-bapak yang maksa bela-belain bangun jam empat pagi hanya untuk bisa nonton infotainment subuh dan tahu duluan gosip-gosip apa nih yang sedang "Hot" .. bener-bener ngga beres nih orang..p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kucing Dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing Dapur..he..ini sebutan untuk orang-orang yang biasanya ngumpet-ngumpet ke dapur terus nyari makanan.. Kalau ada seseorang yang tidak kelihatan di bangkunya pas jam kerja, pasti kemungkinan besar ada di dapur sedang mencari makanan..he. udah gitu kalau masuk lagi ke kantor, ditanya darimana, ngelesnya..”dari kamar kecir..” halah halah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. kembaran lain orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau yang terakhir ini khusus terjadi pada diriku nih, orang-orang kantor tuh seringnya salah manggil namaku sama teman kantorku yang satunya lagi, kata orang-orang sih aku mirip sama dia..tapi, masak sih. Sering ngga habis pikir masak sih disamain sama “dia”, wahh..bisa rugi banyak nih Bandar..:)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115104360159407454?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115104360159407454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115104360159407454&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115104360159407454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115104360159407454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/top-5-silly-thing.html' title='Top 5 Silly Thing'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115073729051446807</id><published>2006-06-20T00:09:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T08:48:48.770+07:00</updated><title type='text'>Jangan Kau Sakiti Saudaramu Ya Ikhwah..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/AnakQu_2.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/AnakQu_2.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia da'wah yang kita geluti, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis da'wah sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah partai da'wah, ada seorang aktivis ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas. Di lain waktu dalam lembaga da'wah sebuah kampus, seorang aktivis akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berda'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa setiap aktivitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk da'wah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati. Ya, setiap aktivis da'wah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktivis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktivis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktivis-aktivis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah aktivis da'wah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah, wahai ikhwah sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa seringkali kita melupakan hal itu. Kita sering memukul rata perlakuan kita kepada sesama aktivis, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata 'afwan (maaf) atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita. Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwasanya aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa, bukan superman, dan bukan malaikat yang bisa menerima perlakukan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang terbalik ketika kesadaran bahwa aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, ditempelkan pada diri kita sendiri. Seharusnya kesadaran bahwa aktivis da'wah adalah manusia biasa itu kita tujukan pada saudara kita aktivis da'wah yang lain, bukan kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ikhwah fillah yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat dalam sebuah aktivitas da'wah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata 'afwan dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat yang kita tujukan untuk saudara kita. Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu. Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati (menzhalimi) saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Jangan Kau Sakiti Saudaramu ya ikhwah....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti." (Qs.Ali Imran:193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115073729051446807?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115073729051446807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115073729051446807&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115073729051446807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115073729051446807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/jangan-kau-sakiti-saudaramu-ya-ikhwah_20.html' title='Jangan Kau Sakiti Saudaramu Ya Ikhwah..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115043977673749274</id><published>2006-06-16T13:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T13:53:45.790+07:00</updated><title type='text'>Cerpen : Melakukan yang dilarang....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pernahkah anda mencoba melakukan sesuatu yang sebenarnya anda sendiri sudah mengetahui terdapat larangan untuk melakukan hal tersebut? Rasa keingintahuan seseorang terkadang membawa dirinya kedalam suatu kondisi ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dirinya lakukan, untuk apa? Yah mungkin hanya agar bisa mengetahui, atau hanya untuk sekedar bisa merasakan, atau juga karena penasaran kenapa orang lain melakukannya.. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pengalaman menarik ketika usiaku masih sekitar 10 tahunan, aku merasa tertarik dan penasaran melihat teman-teman yang sering merokok... mereka melakukannya seperti suatu hal yang menyenangkan. Aku mati-matian tidak akan pernah mau mencoba melakukannya, yang pasti tidak ingin karena ayahku tidak akan pernah mengijinkan. Ayah sendiri tidak merokok, beliau juga tidak ingin anak-anaknya merokok. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Duduk dikelas 5 SD, rasa penasaranku semakin menjadi-jadi ketika aku mulai bergaul dengan teman-teman yang setiap harinya senang merokok. Yah lama-kelamaan luntur juga imanku..., suatu hari aku mencoba menghisap sebatang rokok yang aku temukan dijalan (wah miskin sekali..), seolah-olah memang sebuah ujian dari tuhan... Aku pasti tidak akan pernah mau membeli rokok untuk menghisapnya, tapi kali ini aku menemukannya... keinginanku selama itu menjauhi rokok, berubah status menjadi ”ditinjau ulang...” aku mulai berpikir-pikir, dan akhirnya aku mulai mencoba membakar...dan mulai menghisap.. pada hisapan pertama.... ”Pit...!!!” kagetku setengah mati, ”Mati aku” pikirku... kulihat kesamping, ternyata ayahku sedang melirik dengan sudah memasang kuda-kuda siap perang... ”Pulang...!!!” Perintahnya, dan akhirnya setelah tiba dirumah... ”Buk...Bukk...” dua jeep kiri dan kanan jatuh tepat mendarat di pipi dan mataku, sambil menangis aku mencoba bertahan melakukan blok dengan kedua tanganku... kemudian mulailah ceramah dari ayah.. ketika kubuka pertahanan blok ku, ternyata dari mataku bukan hanya keluar air mata, tapi juga berdarah..ternyata aku KO di ronde pertama.. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Semenjak itu, aku tidak pernah lagi ingin mencoba untuk merokok, walaupun ayah saat ini sudah tidak ada lagi.. Saat itu diriku merasa sangat marah sekali pada ayah... saat ini aku menyadari betapa beruntungnya diriku mendapatkan dua jeep dari ayah kala itu, dua jeep itulah yang selalu mengingatkanku untuk tidak merokok... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan.. cara belajar yang aneh, yah just like an english word say ”God works in the strange way...” we never know it.. Bagaimana dengan pengalamanmu…? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Thanks to My Father, May Allah give you His Jannah.. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru,16 juni 2006 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;---Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115043977673749274?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115043977673749274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115043977673749274&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115043977673749274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115043977673749274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/cerpen-melakukan-yang-dilarang.html' title='Cerpen : Melakukan yang dilarang....'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115038004359805454</id><published>2006-06-15T20:43:00.000+07:00</published><updated>2006-06-15T21:29:19.040+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kaidah Ikhwanul Muslimin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Bismillahitawakaltu alallah, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Tulisan ini dibuat dengan tujuan akan mencoba menjadi penjelasan (Bayyan) tentang kaidah Ikhwanul Muslimin yang telah umum kita dengar, yang berbunyi “Nata’awan fima tafakna wa na’dziru ba’dina ba’don fi makhtalahna” yang berarti “Kita bantu-membantu (bertolong-tolongan) dalam masalah yang kita sepakati, dan bersikap toleran dalam masalah yang kita perselisihkan”. Lalu sebenarnya apakah maksud dari kaidah ini? Dari manakah asalnya? Dan apakah terdapat dalil syara’ yang melandasi kaidah ini.? Kemudian ada pula sebagian orang yang berpendapat “Bukankan kita tidak boleh mentolerir kemaksiatan?” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Maka dibawah ini akan ana coba untuk menguraikan maksud dari kaidah tersebut, dan semoga saja tulisan ini memberikan makna yang positif terhadap pandangan kita semua.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;DARI MANAKAH ASALNYA? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Banyak orang sering mengira bahwa kaidah ini pertama kali di ucapkakan oleh Hassan al-Banna, namun sebenarnya kaidah ini munculnya ternyata berasal dari beliau Sayyid Rasyid Ridha, Beliau adalah pemimpin madrasah Salafiyyah al-Haditsah,pemimpin majalah al-Manar al Islamiyyah,pengarang tafsir,fatwa-fatwa, risalah-risalah, dan kitab-kitab yang mempunyai pengaruh besar terhadap dunia Islam. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Dan Kemudian orang yang sangat antusias untuk melaksanakan kaidah ini adalah beliau syeik Hasan al-Banna, Sampai-sampai banyak orang yang mengira bahwa beliau (Hasan al-Banna) lah yang mencetuskannya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;ADAKAH DALIL SYARA”NYA? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Lantas adakah dalil yang menjadi landasam dari kaidah ini? Beliau Sayyid Rasyid Ridha mencetuskan kaidah tersebut tidak sembarang, tetapi didasarkan kepada petunjuk Al-Qur'an, As-Sunnah, bimbingan salaf salih, karena kondisi dan situasi, dan karena kebutuhan umat Islam untuk saling mendukung dan membantu dalam menghadapi musuh mereka yang banyak. Meskipun diantara mereka terjadi perselisihan dalam banyak hal, tetapi mereka bersatu dalam menghadapi musuh. Inilah yang diperingatkan dengan keras oleh Al-Qur'an, yaitu: orang-orang kafir tolong-menolong antara sesama mereka, sementara orang-orang Islam tidak mau saling menolong antara sesamanya. Allah berfirman: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;"Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindungbagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidakmelaksanakan apa yang diperintahkan Allah itu, niscaya akanterjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (al Anfal 73) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Makna illaa taf'aluuhu (jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu) ialah: jika kamu tidak saling melindungi dan saling membantu antara sebagian dengan sebagian lain sebagaimana yang dilakukan orang-orang kafir. Jika itu tidak dilakukan, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi. Sebab, orang-orang kafir itu mempunyai sikap saling membantu, saling mendukung, dan saling melindungi yang sangat kuat diantara sesama mereka, terutama dalam menghadapi kaum muslimin yang berpecah-pecah dan saling merendahkan sesamanya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Karena itu, tidak ada cara lain bagi orang yang hendak memperbaiki Islam kecuali menyeru umat Islam untuk bersatu padu dan tolong-menolong dalam menghadapi kekuatan-kekuatan musuh Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;BOLEHKAH BEKERJASAMA DENGAN MEREKA YANG BERSELISIH PENDAPAT DENGAN KITA? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Kalimat ”Orang yang berselisih pendapat dengan kita” memiliki makna:Orang-orang yang berbeda pendapat dengan kita karena mereka melakukan Bid’ah, dan Orang-orang yang berbeda pendapat dengan kita karena mereka Non Muslim.Boleh kah kita bekerja sama dengan mereka? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Bid’ah itu ada bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Ada Bid’ah yang bisa mengeluarkan seseorang pelakunya dari Islam, tapi ada juga Bid’ah yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam tetapi hanya menyimpang. Begitu juga dengan Kafir, bahwa kafir itu juga bertingkat-tingkat sebgaimana pendapat yang diriwayatkan oleh para sahabat dan tabi’in. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pernahkan Rasulullah bekerja sama dengan orang Kafir? Ada beberapa contoh yang dilakukan oleh Rasulullah dengan bekerja sama dengan orang kafir,dengan syarat menguntungkan kaum Muslimin. Pertama, ketika akan melakukan Hijrah, maka orang yang dipilih atau dimintai tolong sebagai penunjuk jalan adalah seseorang yang bukan Muslim. Ataupun ketika sesaat setelah Fathu Mekkah, Rasulullah meminta bantuan dari sebagian musyrik Qurays dalam menghadapi Musyrik Hawazin. Hal itu beliau lakukan karena menurut pandangan beliau bahwa kaum musyrik Quraisy mempunyai hubungan nasab yang khusus dengan beliau. Disamping itu, suku Quraisy termasuk suku yang mendapat tempat terhormat di kalangan masyarakat, sehingga Shafwan bin Umayyah sebelum masuk Islam pernah mengatakan, "Sungguh saya lebih baik dihormati oleh seorang Quraisy daripada dihormati oleh seorang Hawazin." &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Kita harus senantiasa mengingat, bahwa kebaikan dan Hidayah adalah milik Islam, Maka dari sinipun kita dapat melihat bahwa tidak ada larangan untuk bekerja sama dengan ahli kafir/ahli bid’ah yang lebih kecil kekafirannya demi menolak bahaya kekafiran yang lebih besar sebagaimana kaidah ”Irtikaabu akhaffidh dhararain" (memilih/ melaksanakan yang lebih ringan mudaratnya). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi ahlussunnah, meski bagaimanapun mereka menolah kebid’ahan suatu golongan, namun tidak ada satu alasanpun untuk tidak memanfaatkan ilmu dan pemikiran yang bermanfaat yang mereka sepakati bersama. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Contoh yang paling jelas ialah kitab Tafsir al-Kasysyaf karya al-Allamah az-Zamakhsyari, seorang Muktazilah yang terkenal.Dapat dikatakan hampir tidak ada seorang alim pun (dari kalangan Ahlus Sunnah) - yang menaruh perhatian terhadap Al-Qur'an dan tafsirnya - yang tidak menggunakan rujukan Tafsir al-Kasysyaf ini, sebagaimana tampak dalam tafsir ar-Razi, an-Nasafi, an-Nisaburi, al-Baidhawi, Abi Su'ud, al-Alusi, dan lainnya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Begitu pentingnya Tafsir al-Kasysyaf ini (bagi Ahlus-Sunnah) sehingga kita dapati orang-orang seperti al-Hafizh Ibnu Hajar mentakhrij hadits-haditsnya dalam kitab beliau yang berjudul Al-Kaafil asy-Syaaf fi Takhriji Ahaadiits al-Kasysyaaf.Kita jumpai pula al-Allamah Ibnul Munir yang menyusun kitab untuk mengomentari al-Kasysyaf ini, khususnya mengenai masalah-masalah yang diperselisihkan dengan judul al-Intishaaf min al-Kasysyaaf. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Abu Hamid al-Ghazali, ketika menyerang ahli-ahli filsafat yang perkataan-perkataannya menjadi fitnah bagi banyak orang, pernah meminta bantuan kepada semua firqah Islam yang tidak sampai derajat kafir. Karena itu, beliau tidak menganggap sebagai halangan untuk menggunakan produk dan pola pikir Muktazilah dan lainnya yang sekiranya dapat digunakan untuk menggugurkan pendapat/perkataan ahli-ahli filsafat tersebut. Dan mengenai hal ini beliau berkata dalam mukadimah Tahafut al-Falasifah sebagai berikut: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;"Hendaklah diketabui bahwa yang dimaksud ialah memberi peringatan kepada orang yang menganggap baik terhadap ahli-ahli filsafat dan mengira bahwa jalan hidup mereka itu bersih dari pertentangan, dengan menjelaskan bentuk-bentuk kesemerawutan (kerancuan) mereka. Karena itu, saya tidak mencampuri mereka untuk menuntut dan mengingkari, bukan menyerukan dan menetapkan perkataan mereka. Maka saya jelekkan keyakinan mereka dan saya tempatkan mereka dengan posisi yang berbeda-beda. Sekali waktu saya nyatakan mereka bermazhab Muktazilah, pada kali lain bermazhab Karamiyah, dan pada kali lain lagi bermazhab Waqifiyah. Saya tidak menetapkannya pada mazhab yang khusus, bahkan saya anggap semua firqah bersekutu untuk menentangnya, karena semua firqah itu kadang-kadang bertentangan dengan paham kita dalam masalah-masalah tafshil (perincian, cabang), sedangkan mereka menentang ushuluddin (pokok-pokok agama). Karena itu, hendaklah kita menentang mereka. Dan ketika menghadapi masalah-masalah berat, hilanglah kedengkian diantara sesama (dalam masalah-masalah kecil/cabang)." &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;APAKAH BOLEH KITA BERTOLERANSI DALAM HAL YANG KITA SELISIHI?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, makakembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (As-Sunnah)." (an-Nisa': 59) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Sebelum mambahas tentang ini, sebelumnya perlu untuk kita memahami bahwa perbedaan pendapat antara manusia yang satu dengan manusia yang lain adalah sebuah keniscayaan dan sesuatu yang akan senantiasa terjadi, Namun apakah yang harus kita lakukan ketika terjadi perbedaan diantara kita?maka, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Seperti yang telah kita pahami bersama,bahwa nash-nash dalam Islam ada yang bersifat qath’i atau pasti seperti Al-Quran dan Hadits-2 yang Mutawatir diantara para Ulama. Dan ada juga nash yang bersifat Zhanni. Dan pada taraf zhanni inilah derajat hadits ini menjadi bermacam-macam. Ada yang sahih, hasan, shahih lidzatihi dan hasan lidzatihi, serta ada pula yang shahih lighairihi dan hasan lighairihi, sesuai dengan sikap imam-imam dalam mensyaratkan penerimaan dan pentashihan suatu hadits, ditinjau dari segi sanad atau matan, atau keduanya. Karena itu, ada orang yang menerima hadits mursal dan menjadikannya hujjah, ada yang menerimanyadengan syarat-syarat tertentu, dan ada yang menolaknya secara mutlak. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Sehingga Kadang-kadang ada ulama yang menganggap seorang rawi itu dapat dipercaya, tetapi yang lain menganggapnya dhaif. Ada pula yang menentukan beberapa syarat khusus dalam tema-tema tertentu yang dianggap memerlukan banyak jalan periwayatannya, sehingga ia tidak menganggap cukup bila hanya diriwayatkan oleh satu orang. Hal ini menyebabkan sebagian imam menerima sebagian hadits dan melahirkanbeberapa hukum daripadanya, sedangkan imam yang lain menolaknya karena dianggapnya tidak sah dan tidak memenuhi syarat sebagai hadits sahih. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Sekali lagi ikhwah,Dari sini kita akan menyimpulkan, Bahwa Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang akan senantiasa terjadi, Lalu apakah yang harus kita lakukan ketika terjadi perbedaan diantara kita mengenai agama ini? Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya. Apakah yang diinginkan Allah dan Rasul-nya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”(Qs.Ali-Imran:103).”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”(Qs.Ash-Shaff:4) Ini adalah pendapat kami yang kami landaskan kepada dalil-dalil syar’i dan petunjuk dari Rasulullah Saw. Semoga Allah Swt memuliakan Islam melalui pemuda-pemuda-Nya yang senantiasa berjuang dengan hamasah dan jiddiyah. Wallahualambishowab. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;---Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Maroji' : Al-Quran al-karim. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa kitab yang ana lupa namanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Diskudi lengkapnya disini:&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,4252.0.html&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115038004359805454?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115038004359805454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115038004359805454&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115038004359805454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115038004359805454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/tentang-kaidah-ikhwanul-muslimin.html' title='Tentang Kaidah Ikhwanul Muslimin'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115010806203361606</id><published>2006-06-12T17:23:00.000+07:00</published><updated>2007-03-03T10:22:20.353+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik Da'wah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan dakwah adalah perjalanan panjang yang akan berakhir di haribaan mardhatillah, surga dan kenikmatannya. Perjalanan ini terus berlangsungsepanjang zaman melalui generasi demi generasi. penuh dengan aral melintangserta onak dan duri yang tiada habisnya. Ia bukan jalan tol yang mulus dan licin, mudah dilalui, tetapi jalan yang penuh dengan bukit-bukit terjal berbatu.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Surga yang menjadi balasan perjalanan ini tidak dapat diraih dengan mudah atau diperoleh dengan gratis, tanpa keletihan dan kerja keras. Surga, untuk mereka yang mau berjuang sungguh-sungguh dan beramal terus menerus mencapai keridhoan Allah. Karakteristik perjalanan dakwah ini digambarkan Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;“Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan.”&lt;br /&gt;Kita melihat perjalanan Rasulullah sebagai pemimpin para da’i dan para sahabat, berhadapan dengan tirani yang kejam dan sadis dalam memperlakukan dakwah dan pendukung-pendukungnya. Penderitaan dan siksaan seperti yang dialami para sahabat; Bilal bin Rabah, Amar bin Yaser, Khubaib bin Adi, Sumayyah syahidah pertama, perlakuan kejam terhadap Rasulullah dan keluarganya dalam boikot Syiib, merupakan bukti betapa beratnya perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini merupakan sunnatullah yang tetap dan tiada berubah. Sebelum Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya, telah terjadi pula hal yang serupa pada ummat terdahulu. Para Nabi dan pendukung-pendukung kebenaran selalu menanggung derita dalam perjuangan mereka. Kita teringat kisah Ashbul Ukhdud. Orang-orang beriman di suatu negeri dibakar hidup-hidup karena pernyataan iman mereka kepada ajaran Allah yang dibawa oleh seorang anak kecil. Kisah -kisah lain sungguh banyak, bahkan diantara mereka ada yang dikubur hidup-hidup kemudian kepalanya dibelah dengan gergaji atau dikelupas dengan sisir besi yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al-Baqarah: 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS Ali Imran: 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS Al-Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nestapa orang beriman di jalan dakwah tidaklah berarti kemenangan para tirani (thaghut) atas Al Haq. Bahkan sungguh ini merupakan tanda kehancuran dan kegagalan mereka dalam menghancurkan keimanan. Sedangkan akhir kesombongan mereka adalah azab yang kekal di neraka, itulah seburuk-buruk tempat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil pula dalam karakteristik perjalanan dakwah ini, ujian duniawi berupa kesenangan dan kelezatan. Inilah jebakan yang sering kali lebih berbahaya dari derita kesengsaraan, sementara ranjau-ranjaunya lebih menjerat dan membelenggu. Berapa banyak mereka yang berhasil melalui penderitaan, penjara dan siksaan, tapi tergelincir dalam bujukan manis dunia, bertekuk lutut dibawah kelezatan harta, tahta, dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan dan kenikmatan duniawi merasuk dengan tulus tanpa terasa. Merayap perlahan di tengah kelalaian para dai yang lupa pada balasan akhirat. Ujian ini dibungkus dan dilapisi oleh sesuatu yang menyenangkan nafsu syahwat,kemasyhuran, penghormatan orang, fasilitas yang disediakan masyarakat, atau jaminan-jamainan yang dijanjikan para tirani dengan segala tipu dayanya, adalah beberapa bentuk diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeratan yang sangat memikat inilah yang di khawatirkan Nabi Yusuf a.s. sehingga ia berkata kepada Allah Yang Maha Memelihara :&lt;br /&gt;Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS Yusuf: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rasulullah SAW para pembesar Quraisy menawarkan segala fasilitas yang mungkin dibutuhkan olehnya; “Jika Muhammad ingin menjadi raja maka akan kami angkat, jika Muhammad ingin harta maka kami bangsa Qurasy akan mengumpulkan harta untuknya, jika Muhammad menginginkan wanita akan kami berikan gadis-gadis yang tercantik di negeri ini, dan jika Muhammad mengidap penyakit kami akan mencarikan dokter-dokter terbaik untuk mengobatinya”. Penawaran ini disampaikan melalui paman Nabi SAW dengan harapan beliau akan menerima … dan mau meningglkan dakwah.&lt;br /&gt;Nabi SAW sebagai pemimpin para da’i, menyatakan sikapnya yang agung terhadap bujuk rayu berbisa ini:&lt;br /&gt;“Tidak, demi Allah wahai paman… seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan dakwah ini… tidak akan aku lakukan ! Sampai Allah memenangkan dakwah ini atau aku binasa karenanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sikap tegas dan pantas menjadi pedoman setiap juru dakwah yang mengajak ke jalan Allah.Terkadang bujukan datang dari pihak keluarga sang da’i. Dari istri, anak, sanak famili atau orang-orang kecintaan lainnya. Sering dihadapkan kepadanya rasa khawatir memandang masa depan dan jaminan hidup hari tua.. rasa takut yang akan mempermalukan keluarga, atau bahkan pemutusan hubungan famili. Dalam saat seperti ini mereka berpihak pada musuh, Allah mengingatkan:&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS At-Taghabun: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian dari dalam inilah yang paling banyak memakan korban dan menjatuhkan pada da’I dari gelanggang dakwah. Mereka terdesak oleh kebutuhan rumah tangga dan kosongnya periuk nasi dikejar oleh bayangan penderitaan yang akan menimpa istri, anak, orang tua, atau orang yang ia kasihi. Godaan dan bujuk rayu dunia bukan dihadapkan semata kepada sang da’I tapi mungkin nyelonong lewat pintu belakang, sedangkan mereka belum tentu siap menerima ini. Karena itu setiap da’I harus mempersiapkan keluarga, istri, anak, famili sebagai basis dakwah. Kepada mereka harus diingatkan firman Allah :&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS Thaha: 131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada istri-istri juru dakwah harus diberikan sikap tegas sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada Nabi untuk mendidik wanita-wanita beriman :&lt;br /&gt;“Hai nabi, katakanlah kepada istri-istri mu: Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik “.&lt;br /&gt;Rumah tangga yang islami harus menjadi benteng perjuangan yang memberikan spirit menjadi celah bagi arus kejahiliyahan yang datang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik perjalanan dakwah ini harus dilalui oleh mereka yang hendak menegakkan kebenaran. Di sepanjang jalan ia akan mengalami dua ujian;&lt;br /&gt;Pertama: berupa kesengsaraan, ejekan, celaan, atau hinaan dari musuh-musuh Allah (asy-syar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: kesenangan dan kelezatan yang datang tanpa disadari atau dengan bujuk rayu penuh tipu daya dari musuh-musuh dakwah (al khair)&lt;br /&gt;Akhir perjalanan bagi setiap juru dakwah adalah maut. Disana terdapat balasan yang kekal, surga atau neraka. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS Al-Anbiyaa: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambisowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru,12 Juni 2006&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115010806203361606?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115010806203361606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115010806203361606&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115010806203361606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115010806203361606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/karakteristik-dawah.html' title='Karakteristik Da&apos;wah'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-115010733746030203</id><published>2006-06-12T17:12:00.000+07:00</published><updated>2006-06-12T17:15:37.523+07:00</updated><title type='text'>Pekan pertama di Pekanbaru</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/1600/Fitra%203.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7107/3108/320/Fitra%203.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-115010733746030203?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/115010733746030203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=115010733746030203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115010733746030203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/115010733746030203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/pekan-pertama-di-pekanbaru.html' title='Pekan pertama di Pekanbaru'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946698322179176</id><published>2006-06-05T07:20:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:33:05.896+07:00</updated><title type='text'>Kembali dari Solo:  Pemimpin itu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Akhirnya pagi ini jam 6 tiba lagi di Jakarta, Subhanallah 4 hari di Solo, Alhamdulillah menyenangkan. Di Solo banyak juga yang berubah ya, termasuk di FE sendiri sepertinya ada yang mau dibangun lagi tuh didekat BMT. Selama di solo juga ketemu dengan beberapa ikhwan yang subhanallah saat ini memiliki amanah mas'uliyyah (Tanggung jawab) yang tiada ringan baik di Universitas maupun di Fakultas. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua sehingga terhindar dari segala hal yang tidak diridhoi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergumul dengan aktivitas kampus memberikan sebuah sensasi yang berbeda, ketika telah selesai dari kampus meninggalkan sebuah kenangan yang mendewasakan, dan terutama memberikan sebuah pengalaman yang bermanfaat bagi kehidupan dimasa depan. Dari penggalan catatan dan pengalaman pribadi, beberapa hal tentang organisasi semoga bisa memberikan manfaat. Agak susah juga ingin memulai dari mana menuliskan pengalaman tentang organisasi (Jamaah). Namun saya coba memulai diskusi ini dari sisi kepemimpinan dan beberapa prinsip dasar didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin, siapapun kita, Seorang Presiden BEM Fakultas seperti akh Wahyu atau Seorang Ketua DEMA Universitas seperti akh Firman, atau Saya atau akh Samboga sebagai kepala keluarga, Semuanya adalah pemimpin. Ini berdasarkan hadits “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan kamu” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin pada satu sisi adalah amanah yang kita diharamkan untuk memintanya, namun disisi yang lain adalah amanah yang diharamkan juga apabila kita menolaknya jika diamanahkan kepada kita selama amanah ini bertujuan untuk memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik dan sesuai Syar’I "Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat" (HR. Ahmad). Sehingga memiliki amanah sebagai seorang pemimpin (Semua kita adalah pemimpin) bagaimanapun adalah sesuatu yang berat yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditinjau dari bahasa, Pemimpin dalam bahasa arab (Insya Allah) diistilahkan dengan kata imam dan khalifah. Secara harfiyah, imam berasal dari kata amma, ya’ummu yang artinya menuju, menumpu dan meneladani. Sesuatu yang memiliki arti sangat berat saya rasakan karena memiliki konsekuensi harus selalu berusaha untuk menjadi pelopor dalam kebaikan, juga berarti ada sebuah konsekuensi kita untuk senantiasa ber-islahun nafs (Memperbaiki diri) secara istimror (kontinyu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata khalifah berasal dari kata khalafa yang berarti belakang atau pengganti, artinya pemimpin harus bisa berada di belakang untuk menjadi pendorong diri dan orang yang dipimpinnya untuk maju dalam menjalani kehidupan yang baik dan benar sekaligus mengikuti kehendak dan arah yang dituju oleh orang yang dipimpinnya kearah kebenaran atau sebagai seorang Motivator. Kalau dalam ilmu kita di FE kita sebut “Menejemen”. Ketika masih dikampus saya sangat merasakan sekali bagaimana perlunya kemampuan untuk memotivasi orang lain untuk tetap bekerja ini sangat penting untuk dimiliki seorang ketua lembaga atau ketua bidang, kadang ketika rapat hanya dihadiri orang 1 atau 2, dan saya berfikir yang seharusnya dievaluasi pertama adalah saya (ketuanya), baru evaluasi yang lainnya. Yah Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanggung Jawab, Bukan Keistimewaan. Saya akui memang sangat sulit rasanya ketika kita menjadi seseorang yang memiliki jabatan,dalam semua level atau tingkatan. Rasanya susah sekali untuk menghindari rasa bahwa diri ini istimewa ketika sedang memiliki jabatan. Ya ikhwah, marilah kita berusaha bersama, bahwa jabatan bukanlah suatu keistimewaan. Sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa diantara yang lain, sehingga ia merasa harus diistimewakan dan mungkin akan merasa marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;Mungkin kita masih teringat dengan kisah khalifah Umar bin abdul Aziz, seorang khalifah yang cemerlang datang ke sebuah pasar untuk mengetahui langsung keadaan pasar, maka ia datang sendirian dengan penampilan biasa, bahkan sangat sederhana sehingga ada yang menduga kalau ia seorang kuli panggul lalu orang itupun menyuruhnya untuk membawakan barang yang tak mampu dibawanya. Umar membawakan barang orang itu dengan maksud menolongnya, bukan untuk mendapatkan upah. Namun ditengah jalan, ada orang memanggilnya dengan panggilan yang mulia sehingga pemilik barang yang tidak begitu memperhatikannya menjadi memperhatikan siapa orang yang telah disuruhnya membawa barangnya. Setelah ia tahu bahwa Umar sang khalifah yang disuruhnya, iapun meminta maaf, namun Umar merasa hal itu bukanlah suatu kesalahan. Karena kepemimpinan itu tanggung jawab atau amanah yang tidak boleh disalahgunakan, maka pertanggungjawaban menjadi suatu kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas Saya teringat dengan buku “Bukan di Negeri Dongeng” yang subhanallah membacanya membuat saya menangis mengingat betapa mulianya pengorbanan para anggota legeslatif PKS melawan kondisi yang zholim, Saya juga teringat betapa terkejutnya para pejabat dan bupati di Sumatera ketika kunjungan Menteri Pertanian pak Anton ke daerahnya hanya menggunakan pesawat kelas ekonomi bersama penumpang yang lain, dan pak menteri mau untuk menginap disalah satu rumah petani. Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kisah Umar bin Abdul Aziz, sebelum menjadi khalifah ia biasanya menghabiskan dana untuk membeli pakaian yang harganya 400 dirham, tapi ketika ia menjadi khalifah ia hanya membeli pakaian yang harganya 10 dirham, hal ini ia lakukan karena kehidupan yang sederhana tidak hanya harus dihimbau, tapi harus dicontohkan langsung kepada masyarakatnya. Betapa kagetnya juga saya ketika dikampus dulu saya membaca RAPBD Solo, yang untuk biaya pakaiannya bapak walikota saja 500 juta dan biaya pemeliharaan kendaraan yang juga ratusan juta. Subhanallah, inikah seorang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;3. Kerja Keras, Bukan Santai. Rasulullah adalah teladan yang sebaik2nya dalam masalah ini, dalam siroh kita sudah melihat betapa dalam masalah bekerja Rasulullah selalu terdepan, bahkan dalam kondisi qital (perang). Pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui “rakyat” yang dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Untuk itu, pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan (Jiddiyah) dan optimisme. Saat menghadapi krisis ekonomi, Khalifah Umar bin Khattab membagikan sembako (bahan pangan) kepada rakyatnya. Mungkin kalau di Indonesia sini seperti Dana JPS atau Dana bantuan langsung. Meskipun sore hari Khalifah Umar sudah menerima laporan tentang pembagian yang merata, pada malam hari, saat masyarakat sudah mulai tidur, Umar mengecek langsung dengan mendatangi lorong-lorong kampung, Umar mendapati masih ada rakyatnya yang memasak batu sekedar untuk memberi harapan kepada anaknya yang menangis karena lapar akan kemungkinan mendapatkan makanan. Meskipun malam sudah semakin larut, Umar pulang ke rumahnya dan ternyata ia memanggul sendiri satu karung bahan makanan untuk diberikan kepada rakyatnya yang belum memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kewenangan Melayani, Bukan Sewenang-Wenang. Sebuah Filosofi yang menurut saya hanya dimiliki oleh islam dan menandakan kemuliannya, bahwa seorang pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya, Rasulullah Saw bersabda : "Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka" (HR. Abu Na’im)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor. Menjadi pelopor dalam segala bentuk kebaikan, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kebaikan maka ia telah menunjukkan kebaikan itu sebelumnya. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Ketika Rasulullah Saw membangun masjid Nabawi di Madinah bersama para sahabatnya, beliau tidak hanya menyuruh dan mengatur atau tunjuk sana tunjuk sini, tapi beliau turun langsung mengerjakan hal-hal yang bersifat teknis sekalipun. Beliau membawa batu bata dari tempatnya ke lokasi pembangunan sehingga ketika para sahabat yang lebih muda dari beliau sudah mulai lelah dan beristirahat, Rasul masih terus saja membawanya meskipun ia juga nampak lelah. Karena itu seorang sahabat bermaksud mengambil batu yang dibawa oleh nabi agar ia yang membawanya, tapi nabi justeru menyatakan: “kalau kamu mau membawa batu bata, disana masih banyak batu yang bisa engkau bawa, yang ini biar tetap aku yang membawanya”. Karenanya para sahabat tetap dan terus bersemangat dalam proses penyelesaian pembangunan masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada agama yang mengatur tentang kepemimpinan sebagaimana yang islam lakukan, Masalah ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Kita semua adalah pemimpin, terutama pemimpin untuk diri kita masing2. Sehingga sifat2 inipun sudah semestinya kita miliki bersama, dan menjadi patokan ketika memilih pemimpin. Baik hanya memilih seorang ketua kelas, ketua kelompok belajar, ketua bidang, ketua lembaga (Misal BEM, BPPI, dll), ketua RT, anggota parlemen, bupati, gubernur, atau juga presiden. Memilih suami juga ya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahufiikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Tulabi---&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946698322179176?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946698322179176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946698322179176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946698322179176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946698322179176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/kembali-dari-solo-pemimpin-itu.html' title='Kembali dari Solo:  Pemimpin itu'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946676512624156</id><published>2006-06-05T07:17:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:19:25.293+07:00</updated><title type='text'>Selamat UP Greading BEM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum WR wb.   &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Amma Ba'du,&lt;br /&gt;    Surat ini adalah surat yang pernah saya tulis ketika masih di kampus kepada saudara-saudara yang sangat saya cintai disana. Kepada mereka yang Allah berikan sebuah kelebihan kesempatan untuk dapat membaktikan diri kepada islam dan ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kami persembahkan surat ini kehadapan antum semua pengurus DEMA dan BEM , dengan keinginan yang sangat kuat untuk ikut memberi bimbingan kepada "umat" di Fakultas Ekonomi, yang urusan mereka telah Allah Swt bebankan ke pundak anda di zaman ini.  Suatu bimbingan yang kiranya  dapat mengarahkan "umat" Fakultas Ekonomi diatas sebaik-baik jalan, Sebuah jalan yang dibangun oleh sebaik-baik sistem hidup, yang bersih dari kerancuan dan jauh dari ketidak pastian. dan jalan yang telah teruji oleh sejarah yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kami pun tidak sekali-kali mengharapkan apapun dari anda, cukuplah bahwa dengannya berarti kami telah menunaikan kewajiban dan mempersembahkan kepada anda sebuah nasihat. sungguh pahala Allah, dialah yang lebih  baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ayyuhal Ikhwah yang sangat saya cintai, yang saat ini sedang mengemban amanah  yang berat dari Allah Swt ini, Sungguh ketika kami menyeru, ada Qur'an ditangan kanan kami dan sunnah di tangan kiri kami, serta jejak kaum salaf  yang saleh dari putra-putra terbaik umat ini adalah panutan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Saat ini Allah Swt telah menyerahkan urusan dakwah di kampus ini terhadap antum, sehingga kemaslahatan urusan mereka hari ini semuanya berada di tangan antum.  Sungguh amanah ini, untuk menjadi pengurus BEM dan DEMA bukanlah amanah yang ringan. Dahulu pernah berkata seorang pemimpin yang adil, " Seandainya seekor kambing  di irak terpeleset kakinya, maka aku menganggap dirikulah yang harus bertanggungjawab di hadapan ALlah, mengapa aku tidak membuatkan jalan untuknya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Begitu pula ketika kita diilhami sebuah ungkapan bijak umar bin khathab " Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas: tidak mendapat dosa dan tidak pula diberi pahala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ayyuhal ikhwah,Sekali lagi Kami pun tidak akan sekali-kali mengharapkan apapun dari anda, cukuplah bahwa dengannya berarti kami telah menunaikan kewajiban dan mempersembahkan kepada anda sebuah nasihat. sungguh pahala Allah, dialah yang lebih  baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ada 3 hal sulit yang harus dilakukan saat ini oleh kita untuk kembali dapat menyempurnakan pemahaman tentang "amanah" ini,memperbaiki kinerja lembaga, serta Men-sistematiskan pemikiran dan juga pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pertama, yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk melihat dengan jelas dan bersama-sama menyepakati agenda-agenda apa saja yang menjadi beban amanah kita saat ini,atau me-list kembali seluruh pekerjaan-pekerjaan kita baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pekerjaan melist agenda ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dikarenakan waktu yang kita miliki selama menjadi pengurus pada umumnya hanyalah satu tahun, Sehingga dengan me-list inipun kita dapat membuat prioritas agenda mana saja diantara sekian banyak agenda yang ingin kita "bereskan" periode ini, karena sekali lagi kita paham bahwa satu tahun adalah waktu yang sangat pendek untuk bisa menyelesaikan semua agenda yang ada sehingga kita perlu untuk menentukan target agenda yang akan kita selesaikan. Panduan utama dalam melakukan prioritas agenda tentu saja akan kita letakkan pada dasar kemanfaatan, urgensi, dan juga waktu (Mendesak atau tidaknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kedua, Lakukan Evaluasi. Sebenarnya evaluasi ini adalah program yang berkesinambungan yang urgensinya sebagaimana telah saya tuliskan dalam kesempatan yang lalu. namun dalam konteks ini, proses evaluasi dilakukan dengan harapan bahwa nantinya kita akan dapat melihat dengan jelas tentang hal-hal apa saja yang menjadi kelemahan dimasa lalu dan juga peluang perbaikan dimasa depan untuk setiap agenda pekerjaan yang telah kita list dan yang telah kita sepakati untuk  di selesaikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketiga, menyepakati bersama tentang langkah efektif yang akan kita ambil untuk mencapai tujuan kita. Menentukan apa yang akan kita lakukan ini menjadi agenda yang sangat penting sehingga menghindarkan kita dari kerja yang "Sporadis". Membantu kita untuk menstrukturkan langkah, mensinergiskan gerakan, sehingga akan menciptakan bentuk gerak yang harmonis, indah, dan jauh dari kekecawaan pribadi setiap penggerak roda-roda dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pekerjaan awal yang panjang dan melelahkan memang, namun inilah konsekuensi logis yang harus kita ambil dan kita ikhlaskan. Sekali lagi, bahwa pekerjaan ini mungkin akan menjadi pekerjaan yang melelahkan dan kadang membosankan, namun pekerjaan ini adalah pekerjaan "pokok" yang harus diselesaikan diawal. Terkadang kita akan menemukan kebuntuan ketika menunaikan pekerjaan ini, namun janganlah sampai sekali-kali kebuntuan ini memaksa kita untuk menyerah dengannya, yang kita butuhkan ketika menemui kebuntuan ini hanyalah sedikit "istirahat" dan juga mendengarkan pendapat-pendapat orang lain, misalnya para pendahulu ataupun mungkin orang yang lebih memiliki pengalaman, dan kemudian kita akan kembali lagi dengan semangat yang baru dan air muka yang lebih ceria dengan kesegaran yang terpancar dari pemikiran dan ide-ide baru yang cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Semoga bermanfaat,Semoga Allah Swt berkenan untuk menunjukkan kepada kita jalan kebenaran dan juga memberikan kepada kita kekuatan dan kemudahan untuk bisa mengikutinya. dan semoga Allah swt juga berkenan untuk menunjukkan kepada kita kebathilan dan memberikan juga kepada kita kekuatan dan kemudahan untuk menjauhinya.&lt;br /&gt;Barakalallahu fiikum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Wallahualam bishowab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;---Tulabi---&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946676512624156?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946676512624156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946676512624156&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946676512624156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946676512624156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/selamat-up-greading-bem.html' title='Selamat UP Greading BEM'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946662275368726</id><published>2006-06-05T07:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:17:02.820+07:00</updated><title type='text'>Menunggu para Pembaharu..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da tahmid wa sholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya setelah 4 hari ber”tamasya” di Solo, akhirnya sampai kembali dengan selamat di Jakarta, Mulai disibukkan kembali dengan aktivitas kantor. Menghirup kembali udara Jakarta membuat pikiran dipenuhi lagi dengan setumpuk kertas di meja kantor. Kayaknya harus mulai belajar untuk menikmati “kesibukan” Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang berada di Solo dan kembali lagi ke Jakarta terasa sekali ada sebuah nuansa yang sangat berbeda antara Dakwah di Kampus (dakwah Tulabi) dengan dakwah profesi (Dakwah mihani). Secara mendasar, konsep, tujuan, maupun misi tidak ada yang berbeda, mungkin hanya lingkungan yang baru. Dakwah pada dasarnya merupakan upaya untuk merealisasikan nilai-nilai islami ke dalam segala aspek kehidupan, dan keberhasilan dakwah ini tentunya sangat tergantung terhadap model/bentuk yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Kampus kita sudah sering mendengar istilah Manhaj dakwah kampus atau kerangka/system yang digunakan untuk melaksanakan dakwah di kampus, sedangkan dakwah profesi sepertinya belum sepesat kemajuan kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran utama dakwah kampus setidaknya memiliki 2 fungsi, yang pertama adalah sebagai penyuplai alumni-alumni yang berakhlak islami dan yang memiliki kekuatan fikroh yang baik serta menjaga kesinambungan "produksi" kader dakwah, sehingga setelah dari kampus dapat diharapkan menjadi orang2 yang akan menjadi “motor” penggerak didalam masyarakatnya masing-masing. Sedangkan yang kedua, kampus telah mengambil peran penting dalam perannya sebagai sebuah lembaga yang memiliki “kekuatan” fikiran didalam perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah profesi pun diharapkan akan mengambil peran yang sama pentingnya dengan dakwah kampus. Dan saat inipun Indonesia sedang menunggu, Menunggu antum-antum para pembaharu, untuk memuliakan akhlak bangsa ini dan meletakkan islam sebagai dasar perubahan bangsa. Maka bergegaslah siapkan diri antum kemudian siap mengambil posisi dalam amal islami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambishowab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;---Tulabi---&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946662275368726?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946662275368726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946662275368726&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946662275368726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946662275368726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/menunggu-para-pembaharu.html' title='Menunggu para Pembaharu..'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946647397938945</id><published>2006-06-05T07:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:14:34.040+07:00</updated><title type='text'>Wa'tasimu bihablillahi Jami'aa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Wallaziina yumassikuuna bilkitaabi wa'akamuussholataa inna lanudhi'u ajralmuslihiin"&lt;br /&gt; (Dan ORang-orang yang berpegang teguh dengan Al-kitab,serta mendirikan sholat-akan diberi pahala-karena sesungguhnya kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan.Begitu pula dunia telah diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Di situlah letak hikmahnya, yakni bahwa seorang da’i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ali ra. sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut. Sehingga Ali bin Abi Thalib ra menyatakan : “Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. 47:7, “In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit bihil aqdaam” (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bisshawab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#3333ff;"&gt;---Tulabi---&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946647397938945?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946647397938945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946647397938945&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946647397938945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946647397938945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/watasimu-bihablillahi-jamiaa.html' title='Wa&apos;tasimu bihablillahi Jami&apos;aa'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946631579484233</id><published>2006-06-05T07:04:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:11:55.876+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan Mas Samboga</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tanya: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mo nanya ni..bilamana kita punya barang yang kita beli secara halal, kemudian kita jual di tempat yang "nggak jelas", misal kita punya pakan ternak kemudian kita jual ke peternakan babi, gmn hukumnya dengan keuntungan yang kita dapet?haramkah...?dalam hal ini mengingat daging babi haram dimakan.  Atau misalnya kita punya kambing kemudian kambing kita jual ke orang yang ternyata dimasak menjadi sate yang menjadi menu di restoran atau hotel yang khas dengan pelacurannya, apa uang yang kita dapet dari jual kambing menjadi haram..?Hmm..barangkali temen2 ada yang menyarankan, mbok yao daripada di jual ke tempat yang gak jelas di jual ke tempat yang udah jelas ajah, gt :-) its Oke :-) But gmn dg kasus diatas ya..? hmm, mohoon pencerahannya, jzkllh. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;samb.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jawab.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi tawakaltu alallah,&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Senin pagi seperti biasanya mulai lagi dengan aktivitas rutin. Semoga Allah Swt senantiasa menunjukkan kepada kita kebenaran-Nya serta memberikan kemudahan juga kekuatan kapada kita untuk dapat mengikuti kebenaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kabarnya Ikhwah semuanya nih, Semoga diberikan barokah dalam setiap aktivitas ya. Pernah ana membaca sedikit tentang hal yang ditanyakan akh samboga, ana akan mencoba untuk menjawab dari apa yang ane ketahui. Untuk memudahkan pembahasannya ane akan membagi tulisan ini dalam beberapa bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas tentang pertanyaan akh samboga, Dibawah ini adalah beberapa ayat didalam Alquran yang memerintahkan kepada kita untuk mencari nafkah, atau bekerja dan berpenghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Qs.Al-a’raf:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (Qs.Al-Jumuah:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”(Qs.Sl-Mulk:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (Qs.An-Naba’11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas adalah beberapa ayat yang memerintahkan kita untuk mencari nafkah dan berpenghasilan. Kemudian ada subuah kaidah yang mengatakan “Al-amru bisyai’I nahyu an siddihi” (Kalau ane nda salah arabnya begitu) berarti “Perintah untuk sesuatu berarti larangan bagi sebaliknya” Misalkan perintah untuk beriman adalah larangan untuk kafir atau larangan untuk mendekati zina adalah perintah untuk menjauhi zina, nah begitu pula dalam hal mencari nafkah ini, perinatah untuk mencari nafkah adalah berarti larangan untuk menganggur dan berdiam diri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;DALIL SELAIN AL-QURAN.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, selain dalil dari Al-Quran, ada juga beberapa hadits Rasulullah tentang baiknya mencari nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bila seseorang diantara kamu semua mengambil tambangnya,kemudian mencari kayu bakar,dan diletakkan diatas punggungnya. Hal itu adalah lebih baikdaripada ia mendatangi seseorang yang telah dikaruniai dari keutamaannya, kemudian meminta-minta dari kawannya,adakalanya diberi adakalanya ditolak.”(Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ada seseorang yang keluar dari rumahnya untuk bekerja guna membiayai anaknya yang masih keci, maka ia telah berusaha fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta kepada orang lain,itupun fisabilillah. Tetapiapabila ia bekerja untuk pamer dan bermegah-megahan maka itu fisabilissyaitan, atau karena mengikuti jalan syeitan”.(Diriwayatkan oleh Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Usaha seseorang yang sebaik-baiknya adalah ketika kita bekerja sebaik-baiknya (Dalam bahasa kita sekarang “Profesional”).” (Diriwayatkan olrh Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekiranya beberapa dalil yang memerintahkan kita untuk bekerja dan berpenghasilan. Maka marilah kita mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita saat ini dengan memberikan kepada kita pekerjaan yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil perintah untuk bekerja diatas, maka kita dapat mengambil beberapa kesimpulan dari tujuan dan menfaat yang disyariatkan untuk bekerja.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)    Tujuan bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan harta yang halal, Sehingga dapat menjaga dirinya dari meminta-minta.&lt;br /&gt;Adapun orang yang dibolehkan meminta-minta menurut ulama hanya dikarenakan oleh beberapa sebab :&lt;br /&gt;       Menderita kemiskinan yang melilit.&lt;br /&gt;       Memiliki hutang yang banyak dan menjerat.&lt;br /&gt;       Menanggung beban melebihi kemampuan,&lt;br /&gt;2)    Tujuan bekerja untuk kemaslahatan keluarga, atau memberikan nafkah keluarga.&lt;br /&gt;3)    Tujuan bekerja untuk kemaslahatan masyarakat dan memakmurkan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BERDAGANG (JUAL-BELI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Hukum asal dari Ibadah adalah haram, kecuali yang diperintahkan. Sedangkan Hukum asal dari Muamalah adalah mubah, kecuali yang diharamkan” (Kaidah ini disampaikan oleh Ustad  Syafirudin Lc dalam Seminar Ruqiyah di Msj. Agung Ciputat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah diatas bisa menjadi pegangan untuk kita dalam beribadah dan bermuamalah, sedangkan pekerjaan adalah termasuk didalam bermuamalah. Salah satu pekerjaan yang baik adalah jual-beli atau berdagang (Sebagaimana yang dilakukan akh Samboga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Qs.l-baqarah:275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat dalam melakukan jual-beli adalah Ridho terhadap Jual-beli tersebut (Sama-sama suka dan tidak ada yang dirugikan atau dipaksa). Ini berdasarkan Surat An-Nisaa’ ayat 24.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang etika melakukan Jual-beli pun telah diatur oleh Allah SWT didalam Al-Quran al Karim. (Menjauhkan yang haram dalam jual-beli):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku adil walaupun terhadap kerabat:&lt;br /&gt;“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.”(Qs Al-An’aam:152).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyempurnakan takaran/timbangan:&lt;br /&gt;“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang- orang yang merugikan” (Qs.Asy-Syuara:181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengambil hak orang lain:&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” (Qs.Asy-Syuara:183)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;APAKAH MENJUAL PAKAN BABI ADALAH HARAM&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs.Al-Baqarah:173)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala” (Qs.Al-maa’idah:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.(Qs.Al-An-‘aam:145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah”(Qs.An-Nahl:115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas adalah ayat-ayat didalam al-Quran yang menyatakan tentang keharaman memakan daging babi, yang disebabkan karena kotor. Namun tidak dikatakan bahwa pekerjaan menjual makanan untuk babi adalah dilarang, karena pada hakikatnya sama seperti menjual pakan binatang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kaidah yang mengatakan bahwa “orang yang melakukan kemaksiatan,dan setiap orang yang membantu (bekerja sama/bersekutu) terlaksananya sebuah kemaksiatan adalah sama-sama mendapatkan dosa”&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam hadits-hadits shohih:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;      "Allah melaknat khamar, peminumnya, penuangnya,  pemerahnya, yang meminta diperahkan, pembawanya,  dan yang dibawakannya." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)  "Rasulullah saw. melaknat orang yang menyuap, yang     menerima suap, dan yang menjadi perantaranya." (HR Ibnu Hibban dan Hakim)   "Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi  makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi  saksinya." Dan beliau bersabda: "Mereka itu sama."   (HR Muslim) "Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang  saksinya, dan penulisnya." (HR Ahmad, Abu Daud,  Ibnu Majah, dan Tirmidzi)   "Orang yang makan riba, orang yang memben makan dengan riba, dan dua orang saksinya --jika mereka mengetahui hal itu-- maka mereka itu dilaknat  lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat."   (HR Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kaidah bekerja sama dalam melakukan maksiat tersebut, maka menjual pakan babi adalah tidak sama dengan orang yang pekerjaanya memasak babi untuk dimakan, ataupun orang yang pekerjaannya menyembelih babi untuk dimakan, atau pekerjaan menjual pakan babi tidak memiliki hubungan langsung dengan memakan daging babi. Sama seperti penjelasan tentang apakah seorang satpam atau Cleaning service yang bekerja di Bank. Maka satpam dan Cleaning service tersebut tidaklah termasuk membantu Riba, karena pekerjaan Satpam dan Cleaning service tidak berhubungan langsung dengan pendapatan Bank yang berasal dari Riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun menjual sesuatu kepada orang yang akan menggunakan apa yang kita jual untuk kemaksiatan, adalah lebih baik untuk dihindari. Karena salah satu tujuan kita bekerja (telah dijelaskan diatas) adalah juga untuk kemaslahatan umat, Maka apabila kita mengetahui bahwa sesuatu yang kita jual akan digunakan untuk merugikan umat, adalah lebih baik untuk kita bisa menghindarinya. Sedangkan apabila itu diluar pengetahuan kita, maka semoga Allah tidak membebankan Dosa kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya ini adalah Jawaban dari pendapat ane, Yang tidak lepas dari salah dan Dosa. “Innahu kaana Dhuluman Jahula” Sesungguhnya manusia itu zalim dan amat bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana latu’akhidna innasiina au’akhta’na.&lt;br /&gt;Ya Allah Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.&lt;br /&gt;WallahualamBishowab.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;---Tulabi---&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946631579484233?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946631579484233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946631579484233&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946631579484233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946631579484233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/pertanyaan-mas-samboga.html' title='Pertanyaan Mas Samboga'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114946574934213685</id><published>2006-06-05T07:00:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T07:02:29.930+07:00</updated><title type='text'>Playboy..mmm.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Segala puji hanya milik Allah semata, sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para sahabatnya. Semoga Allah Swt memberikan kepada kita kekuatan untuk mengikuti kebenaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kaum muslimin Indonesia dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar, musibah yang telah tampak dihadapan kita, apa yang dilakukan oleh para pedagang kerusakan dan agen-agen kekejian serta penyebar kemungkaran di kalangan kaum mukminin: mereka menerbitkan majalah-majalah yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Majalah-majalah yang mencantumkan di halaman-halamannya gambar-gambar telajang dan wajah-wajah yang menggoda yang membangkitkan nafsu syahwat, dan mengajak kepada kerusakkan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;     majalah-majalah yang banyak mengiklankan kejahatan dan maksiat serta membangkitkan nafsu, didalamnya terdapat:&lt;br /&gt;1)      Gambar-gambar seksi di cover majalah dan di dalamnya.&lt;br /&gt;2)      Wanita-wanita dengan seluruh perhiasaannya yang mengoda dan menggairahkan.&lt;br /&gt;3)      Ucapan-ucapan yang kotor, untaian puisi dan kalimat yang jauh dari etika malu dan kemuliaan yang menghancurkan akhlak dan merusak umat.&lt;br /&gt;4)      Cerita-cerita roman yang keji, dan berita-berita artis dan aktor, penari laki-laki dan wanita dari kalangan orang-orang yang suka berbuat maksiat.&lt;br /&gt;5)      Dalam majalah-majalah ini terdapat seruan yang terang-terangan untuk mempertontonkan kecantikan kepada orang lain, bersolek dan bercampurbaurnya antara laki-laki dan wanita serta pengoyakkan hijab.&lt;br /&gt;6)      Pameran busana-busana seksi yang menutup tapi hakikatnya telanjang kepada kaum wanita mukminin untuk mengajak mereka kepada telanjang dan buka-bukaan serta menyerupai para pelacur dan pelaku maksiat.&lt;br /&gt;7)      Dalam majalah ini terdapat rangkulan, pelukan dan ciuman antara laki-laki dan wanita.&lt;br /&gt;8)      Di dalam majalah-majalah ini terdapat perkataan-perkataan yang bergejolak yang membangkitkan nafsu seksual yang mati pada jiwa para pemuda dan pemudi, sehingga mendorong mereka dengan segala kekuatan untuk menempuh jalan kesesatan, melenceng dan jatuh di dalam perzinahan, perbuatan dosa, pacaran dan cinta yang menggebu-gebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Melawan kemaksiatan adalah kewajiban setiap muslim, melawan dengan apapun yang kita miliki dan yang mampu kita lakukan, serta melawan dengan cara yang hikmah, Melawan dengan kekerasan pun diperbolehkan,namun pada waktu kekerasan itu memang dibutuhkan dan dianggap cara yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Salah satu yang saat ini sedang ikhwah perjuangkan adalah bersama melawan tindakan pornografi dan pornoaksi memalui media apa saja yang bisa digunakan, termasuk didalamnya salah satu cara yang sangat efektif adalah dengan mendukung RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi). Karena kita sangat yakin bahwa bangsa ini bisa menjadi mulia tatkala para pemudanya memiliki kemuliaan akhlak, kejernihan berfikir dan kedalaman ilmu agama al-islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Lawan Playboy dan sejenisnya sekarang, atau masa depan bangsa ini akan suram. Majalah-majalah yang musuh Allah terbitkan itu akan merusak akidah pemuda-pemudi islam bangsa ini, merendahkan manusia serendah-rendahnya sehingga bertingkah sebagaimana sekumpulan binatang (kumpul kebo), mengahalalkan zina, serta merusak tatanan hidup masyarakat. Jangan biarkan pemuda-pemudi islam diracuni oleh  materialisme barat, terus bergerak melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dibawah ini saya menukilkan Fatwa ulama tentang Majalah-majalah porno dan juga yang sejenisnya.Pertama : Diharamkan menerbitkan majalah-majalah hina seperti ini baik majalah-majalah umum atau khusus dengan pakaian-pakaian wanita. Barang siapa yang melakukan itu, maka dia mendapatkan bagian dari perkataan Allah Ta`ala.: Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat." (surat An Nur : 19). Kedua : Diharamkan untuk bekerja di instansi majalah-majalah ini dari segi manapun, baik tugasnya di administrasi atau redaksi atau percetakkan atau distributor. Karena perbuatan itu termasuk ke dalam menolong dalam perbuatan dosa dan kebatilan serta kerusakan. Allah Ta`ala berfirman : Artinya : "Dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".(Al Maidah : 2). Ketiga : Diharamkan mengiklankan majalah-majalah ini dan memasarkannya dengan sarana apapun, karena hal itu merupakan indikasi-indikasi terhadap kejahatan dan dakwah kepadanya. Sungguh telah tetap dari Rasulullah r bahwa beliau bersabda : " Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dasonya dari dosa-dosa orang yang mengikutinya itu sedikitpun " ( H.R. Muslim di kitabnya Shohih Muslim). Keempat : Diharamkan menjual majalah-majalah ini dan penghasilan yang didapatkan dari majalah ini adalah penghasilan yang haram. Barang siapa yang pernah melakukan hal ini maka haruslah dia bertaubat kepada Allah Ta`ala dan keluar dari penghasilan yang keji ini. Kelima : Diharamkan kepada kaum muslimin untuk membeli majalah-majalah ini dan menyimpannya disebabkan karena di dalamnya terdapat dosa dan kemungkaran. Sebagaimana membeli majalah itu adalah memperkuat pelarisan majalah-majalah ini dan mengangkat inkam mereka dan mensuport mereka untuk memproduksi dan memasarkannya. Seorang muslim wajib waspada terhadap keluarganya baik laki-laki atau wanita untuk mendapatkan majalah-majalah ini demi menjaga mereka dari bencana ini dan terpengaruh dengannya. Seorang muslim harus mengetahui sesungguhnya dia adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya pada hari kiamat. Keenam : Seorang muslim wajib memejamkan matanya dari melihat majalah-majalah yang merusak itu demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan demi menjauhi bencana dan tempat-tempatnya. Kepada seseorang janganlah mendakwakan terhadap dirinya terjaga dari dosa sungguh Rasulullah memberitahukan bahwa "Sesungguhnya syeitan itu mengalir di tubuh anak adam seperti mengalirnya darah". Imam Ahmad -rahimahullah- berkata : " Entah berapakah suatu pandangan yang menimbulkan bencana di hati orang yang melihat itu". Maka barang siapa yang tergantung dengan apa yang terdapat di dalam majalah-majalah itu dari gambar-gambar dan yang lainnya telah merusak hatinya dan kehidupannya serta memalingkannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Karena, baiknya hati dan kehidupannya hanya disebabkan oleh ketergantungan dengan Allah dan mengibadatinya, lezatnya bermunajah kepadanya dan ikhlas serta penuhnya kecintaannya kepada Allah.Ketujuh : Barang siapa yang dipilih Allah menjadi pemimpin di negeri Islam manapun wajib memberikan nasehat kepada kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari kerusakan dan pelakunya dan menjauhkan mereka dari segala yang membahayakan mereka di dalam agama dan dunia mereka. Di antaranya melarang majalah-majalah yang merusak ini untuk disebar dan jual-belikan. Dan menahan kerusakannya deri mereka .tindakan ini merupakan menolong Allah dan agama-Nya. Dan merupakan sebab kemenangan dan keberhasilan dan menguasai bumi sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Seusngguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (Al Hajj : 40-41). Wallahualambishowab.&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR...!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;---Tulabi---&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114946574934213685?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114946574934213685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114946574934213685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946574934213685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114946574934213685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/playboymmm.html' title='Playboy..mmm.'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29231617.post-114939160984954921</id><published>2006-06-04T10:24:00.000+07:00</published><updated>2006-06-04T10:50:38.113+07:00</updated><title type='text'>Tarbiyah, sebuah proses pembentukan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Tarbiyah secara bahasa adalah Tansyi`ah(pembentukan), Ri`ayah (pemeliharaan), Tanmiyah (pengembangan),dan Taujih (pengarahan).&lt;br /&gt;Maka proses tarbiyah yang kita lakukan dengan menggunakan sarana dan media yang ragam dan bermacam-macam, seperti halaqoh, mabit, tatsqif, ta`lim fil masajid, mukhoyyam, lailatul katibah dan lainnya harus memperhatikan empat hal diatas sebagai langkah-langkah praktis untuk sampai pada tujuan strategis yaitu terbentuknya pribadi muslim da`i atau muslim shalih mushlih.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;1. Tansyi`ah (pembentukan)&lt;br /&gt;Dalam proses tansyi`ah harus memperhatikan tiga sisi penting yaitu :&lt;br /&gt;a. Pembentukan Ruhiyah Ma`nawiyah. Pembentukan ruhiyah ma`nawiyah dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan ibadah ritual seperti qiyamul lail, shaum sunnah, tilawah Qur`an, dzikir dll. Para Murabbi harus mampu menjadikan sarana-sarana tarbiyah semisal mabit, lailatul katibah, jalsah ruhiyah, dalam membentuk pribadi Mutarabbi pada sisi ruhiyah ma`nawiyahnya dan dirasakan serta disadari oleh Mutarabbi bahwa ia sedang menjalani proses pembentukan ma`nawiyah ruhiyah. Jangan sampai mabit hanya untuk mabit.&lt;br /&gt;b. Pembentukan Fikriyah Tsaqofiyah. Sarana dan media tarbiyah tsaqofiyah harus dijadikan sebagai sarana dan media yang dapat membentuk peserta tarbiyah pada sisi fikriyah tsaqofiyah, jangan sampai tatsqif untuk tatsqif dan ta`lim untuk ta`lim, tetapi harus jelas tujuannya bahwa tatsqif untuk pembentukan tsaqofah yang benar dan utuh, ta`lim untuk tafaqquh fid dien dan ini harus disadari dan dirasakan oleh Murabbi dan Mutarabbi.&lt;br /&gt;c. Amaliyah Harakiyah. Proses tarbiyah selain bertujuan membentuk pribadi dari sisi ruhiyah ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah juga bertujuan membentuk amaliah harakiyah yang harus dilakukan secara berbarengan dan berkeseimbangan seperti kewajiban rekruitmen dengan da`wah fardiyah, da`wah `ammah dan bentuk-bentuk nasyrud da`wah lainya. …… serta pengelolaan halaqoh tarbawiyah yang baru sehingga sisi ruhiyah ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah teraktualisasi dan terformulasi dalam bentuk amal nyata dan kegiatan ril serta dirasakan oleh lingkungan dan mayarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ar ri`ayah (pemeliharaan).&lt;br /&gt;Kepribadian Islami yang sudah atau mulai terbentuk harus dijaga dan dipelihara ma`nawiyah, fikriyah dan amaliyahnya serta harus selalu dimutaba`ah (dikontrol) dan ditaqwim (dievaluasi) sehingga jangan sampai ada yang berkurang, menurun atau melemah. Dengan demikian kualitas dan kuantitas ibadah ritual, wawasan konseptual, fikrah dan harakah tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Tidak ada penurunan dalam tilawah yaumiyah, qiyamul lail, shaum sunnah, baca buku, tatsqif, liqoat tarbawiyah dan aktivitas da`wah serta pembinaan kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. At Tanmiyah (pengembangan).&lt;br /&gt;Dalam proses tarbiyah, Murabbi dan Mutarabbi tidak boleh puas dengan apa yang ada dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, apalagi menganggap sudah sempurna. Murabbi dan Mutarabbi yang baik adalah Murabbi dan Mutarabbi yang selalu memperbaiki kekurangan dan kelemahan serta meningkatkan kualitas, berpandangan jauh kedepan, bahwa tarbiyah harus siap dan mampu menawarkan konsep perubahan dan dapat mengajukan solusi dari berbagai permasalahan ummat dan berani tampil memimpin umat. Oleh karenanya kualitas diri dan jamaah merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan dalam proses tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan).&lt;br /&gt;Tarbiyah tidak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia yang baik dan berkualitas secara pribadi namun harus mampu memberdayakan …… dan kualitas diri untuk menjadi unsur perubah yang aktif dan produktif ( Al Muslim Ash Shalih Al Mushlih ). Murabbi dapat mengarahkan, memfungsikan dan memberdayakan Mutarabbinya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya.Mutarabbi siap untuk diarahkan, ditugaskan, ditempatkan dan difungsikan, sehingga dapat memberikan kontribusi ril untuk da`wah, jamaah dan umat, tidak ragu berjuang dan berkorban demi tegaknya dienul Islam.&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka telah janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya&lt;/em&gt;. “ ( QS 33 : 23 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi keberhasilan tarbiyah bisa dilihat pada peran dan kontribusi kader dalam penyebaran fikrah, pembentukan masyarakat Islam, memerangi kemunkaran memberantas kerusakan dan mampu mengarahkan dan membimbing umat ke jalan Allah. Serta dalam keadaan siap menghadapi segala bentuk kebathilan yang menghadang dan menghalangi lajunya da`wah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu`min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga kepada mereka, mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur`an, dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain ) daripada Allah, maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar &lt;/em&gt;“ (QS 9 : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu bersama kita dan kemenangan memihak kepada kita.&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Jika kamu membela (agama) Allah, pasti Allah memberikan kemenangan kepadamu dan mengokohkan kakimu diatas jalan yang haq&lt;/em&gt; “&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..(Qs.Al- Imran:103)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29231617-114939160984954921?l=tulabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulabi.blogspot.com/feeds/114939160984954921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29231617&amp;postID=114939160984954921&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114939160984954921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29231617/posts/default/114939160984954921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulabi.blogspot.com/2006/06/tarbiyah-sebuah-proses-pem_114939160984954921.html' title='Tarbiyah, sebuah proses pembentukan'/><author><name>Tulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15106855480345096198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/avatar/Tulabi/01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
